Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 24 Agu 2025 12:53 WIB ·

Geger..!! Suami Gerebek Istri Sedang Selingkuh Dengan Perangkat Desa Jatirojoyoso Malang di Kos-kosan


 Geger..!! Suami Gerebek Istri Sedang Selingkuh Dengan Perangkat Desa Jatirojoyoso Malang di Kos-kosan Perbesar

METROPAGI.ID, MALANG – Suasana sebuah kos-kosan yang terletak di wilayah Kecamatan Pakisaji Malang, mendadak menjadi saksi dugaan perselingkuhan, Seorang suami yang curiga, membuntuti istrinya hingga mendapati sang istri masuk bersama satu perangkat desa setempat (oknum kasun desa jatirejoyoso).

Dua jam lamanya pintu kamar tertutup rapat. Begitu keluar, pengakuan sang istri membuat hati suami hancur, Ia mengaku memiliki hubungan dengan perangkat desa itu, bahkan layaknya suami istri.

Tak ingin gegabah, suami menantang pertemuan terbuka, Mereka sepakat bertemu di sebuah warung kopi, Namun, yang datang bukan hanya perangkat desa, Ia hadir bersama seorang pegawai harian lepas (PHL) Polsek Kepanjen, menunggang motor dinas kepolisian.

Alih-alih menengahi atau memberi arahan hukum, PHL itu justru diam. Kehadirannya menimbulkan spekulasi, apakah ini bentuk perlindungan, atau sekadar kedekatan personal?

Baca Juga :  7 Tahun Buron, Pulan Wonda Akhirnya Dibekuk Satgas Cartenz dan Dihadiai Timah Panas

Di hadapan beberapa saksi, oknum perangkat desa akhirnya mengakui perbuatannya, Ia berjanji akan berkoordinasi dengan kepala desa. Namun, sikap itu justru menimbulkan kritik—seolah jabatan lebih penting daripada tanggung jawab moral.

Kedekatan perangkat desa dan PHL semakin jadi sorotan, Pertanyaan publik mengemuka, mengapa aparat tidak netral, dan mengapa hukum terkesan tumpul ketika berhadapan dengan relasi personal?

Warga berharap kasus ini tidak berhenti di warung kopi, Persoalan yang melibatkan aparat desa dan unsur kepolisian ini dinilai perlu ditindaklanjuti secara transparan, agar kepercayaan publik terhadap hukum tetap terjaga.

Aspek Netralitas Aparat (PHL Polsek)
PHL (Pegawai Harian Lepas) memang bukan polisi tetap, tapi melekat di institusi Polri.

Kehadirannya menggunakan motor dinas Polsek dalam kasus pribadi bisa dianggap penyalahgunaan fasilitas negara dan melanggar asas netralitas.

Baca Juga :  Rugikan Rakyat dan Keuangan Negara, Sejumlah NGO Desak Polisi Bongkar Dugaan Pengoplosan LPG 3 Kg Bersubsidi di Wilayah Bangil

Selain itu UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa di jelaskan diPasal 51 huruf (e) menyebut: Perangkat desa berkewajiban menjaga etika, norma, dan nilai sosial dalam masyarakat.

Artinya, perbuatan perselingkuhan dapat dianggap melanggar kewajiban moral sebagai perangkat desa.

PP No. 43 Tahun 2014 jo. PP No. 47 Tahun 2015 (Peraturan Pelaksanaan UU Desa).

Pasal 53 ayat (1) huruf (c) mengatur: perangkat desa dapat diberhentikan karena melakukan perbuatan tercela.

Perselingkuhan masuk kategori “perbuatan tercela” karena mencederai norma sosial.

Kode Etik Perangkat Desa (Peraturan Bupati/Walikota di banyak daerah, termasuk Malang biasanya mengacu PP dan UU Desa)

Umumnya menekankan kewajiban perangkat desa untuk menjaga nama baik, tidak menyalahgunakan jabatan, dan bersikap netral. (Fr)

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Harga Minyak Goreng Meroket, Satgas Pangan Polres Pasuruan Gelontorkan 9,6 Ton Minyakita untuk Stabilikan Harga

16 April 2026 - 05:46 WIB

Apakah Hukum Kalah? Premanisme Menang, Kontroversi Pembebasan Pelaku OTT Pungli di Wisata Tumpak Sewu Mencuat

16 April 2026 - 04:32 WIB

DONGKRAK MUTU PENDIDIKAN, MAN 1 PONOROGO JALIN KERJA SAMA STRATEGIS DENGAN UNMUH PONOROGO

15 April 2026 - 11:07 WIB

Rugikan Rakyat dan Keuangan Negara, Sejumlah NGO Desak Polisi Bongkar Dugaan Pengoplosan LPG 3 Kg Bersubsidi di Wilayah Bangil

15 April 2026 - 09:18 WIB

MEMUKAU..!! SMKN 1 JENANGAN PONOROGO SABET 4 EMAS, SIAP GEBRAK NASIONAL

15 April 2026 - 09:08 WIB

Terkait Dugaan Tangkap–Peras–Lepas dan BB Menyusut di Polres Batu, Wakapolres Janji Akan Lakukan Pendalaman

15 April 2026 - 06:04 WIB

Trending di Berita Utama