Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 24 Agu 2025 18:08 WIB ·

Ketika Isi Perut Terancam, Independensi Profesi Pun Tergadaikan


 Ketika Isi Perut Terancam, Independensi Profesi Pun Tergadaikan Perbesar

METROPAGI.ID, SURABAYA – Dunia pers di Kabupaten Pamekasan kembali diguncang oleh dinamika internal yang memantik pertanyaan serius tentang integritas dan independensi profesi jurnalis.

Sorotan tertuju pada oknum ketua organisasi pers di Kabupaten Pamekasan Madura, yang secara terbuka mengkritik karya tulis rekan seprofesinya sendiri berjudul ‘Di Balik Kemeriahan Acara Sultan Madura, Ada Jeritan Pedagang.’

Tulisan tersebut, yang ditulis oleh Halik jurnalis media daring lokal mengangkat suara pedagang kecil yang merasa terpinggirkan dalam hiruk-pikuk acara kemeriahan Sultan Madura.

Di tengah euforia pesta, Halik memilih berdiri di sisi yang sunyi menyuarakan jeritan mereka yang tak terdengar.

Namun, alih-alih mendapat dukungan dari sesama insan pers, Halik justru dihadapkan pada serangan balik dari oknum ketua organisasi pers yang seharusnya menjadi penjaga marwah profesi.

Ironisnya, sosok oknum yang di gambarkan mirip seperti cerita ‘Sengkuni’ yang pernah ‘makan bangku’ kuliah itu justru terlihat menggadaikan independensinya demi kenyamanan relasi dan kepentingan tertentu.

Baca Juga :  Mediasi Gagal, Korban Penipuan 350 Juta Desak Polres Pasuruan Segera Tetapkan Tersangka

Perbedaan sudut pandang ini memicu saling sindir melalui rilis resmi organisasi yang dipimpinnya, memperlihatkan betapa rapuhnya solidaritas profesi ketika idealisme mulai dikompromikan.

Halik dan rekan-rekannya tetap teguh, menjadikan tulisannya sebagai perlawanan sunyi yang bermartabat sebuah sikap yang langka di tengah derasnya arus pragmatisme.

“Sebagai pilar keempat demokrasi, jurnalis seharusnya menjadi penjaga nurani publik, bukan sekadar pengikut arus kekuasaan dan penjaga isi perut pribadi,” pungkas Ade. Minggu (24/08/2025).

Namun, di Pamekasan, kebebasan pers tampaknya mulai terbelenggu oleh kepentingan yang tak kasat mata yang bersembunyi di balik simbol dan seremoni.

Ade, sapaan akrab sebagai Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur yang mengikuti perkembangan kasus ini, menyatakan, “Siapa yang paling dirugikan? Pastinya Masyarakat. Bahkan Sultan pun ikut merugi, karena oknum di sekelilingnya gagal, janjinya menjaga suasana tetap kondusif, malah menambah gaduh.” cetusnya.

Baca Juga :  Sidang Ketiga Sengketa Tanah Rejoso Lor Memanas, Mediasi Gagal Total, Perkara Lanjut ke Pokok Perkara

Di era digital, satu tulisan bisa menjadi bara yang menyulut kesadaran publik. Meski Halik bersama rekan-rekannya mendapat tekanan dan perundungan dari pihak-pihak yang berlindung di balik ‘Ketiak Sultan’ mereka tetap berdiri tegak, menjaga akurasi dan keberimbangan informasi.

Menulis bukan sekadar menyusun kata, tapi mengukur keberanian dan integritas. Lebih lanjut Ade, menjaga independensi bukan pilihan, melainkan kewajiban moral. Sebab ketika isi perut menjadi alasan untuk membungkam nurani, profesi jurnalis tak lagi menjadi penjaga kebenaran. Melainkan sekadar pelayan kepentingan.

Ade juga menyampaikan kepada masyarakat luas, “dibalik profesi kami, masih ada rekan kami yang punya hati nurani. Untuk menyuarakan kebenaran,” Tutupnya.

Sumber Resmi : Divisi Humas KJJT

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Konflik Klaim Aset Desa vs Letter C Milik Warga di Desa Bulusari, BPN Pasuruan Jadwalkan Cek Lapangan Pekan Depan

22 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Polres Pasuruan Tetapkan Delapan Tersangka Kasus Penyalahgunaan LPG Subsidi di Rembang, Ratusan Tabung Disita

21 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Polres Pasuruan Ungkap Penyalahgunaan Pertalite Subsidi, Tersangka Gunakan 5 Barcode MyPertamina, 1 Unit Mobil APV Diamankan

21 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Dukung Aktivitas Masyarakat Pada Malam Hari, PU Bina Marga Malang Pasang 826 PJU di 33 Kecamatan

19 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Semarak Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim, Kec. Panggungrejo Gelar Pasar Murah, Beras Medium Rp55 Ribu dan Minyak Goreng Rp30 Ribu

19 Oktober 2026 - 07:04 WIB

FRONTAL Laporkan Dugaan PETI di Lemahbang, Nomor Izin Tambang Dipersoalkan

14 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Trending di Berita Utama