Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 4 Mar 2026 10:16 WIB ·

PT SSP Ngotot Bangun Real Estate di Lereng Arjuno. Pansus DPRD Keluarkan “Kartu Merah”


 PT SSP Ngotot Bangun Real Estate di Lereng Arjuno. Pansus DPRD Keluarkan “Kartu Merah” Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Panitia Khusus (Pansus) Real Estate DPRD Kabupaten Pasuruan menggelar haering dengan PT Stasionkota Sarana Permai (SSP), soal rencana pemanfaatan kawasan hutan dilereng gunung Arjuno, Prigen, Rabu (4/3/2026). Sempat diwarna debat panas antara pihak pengembang dengan anggota Pansus.

Meskipun demikian, pihak pengembang (PT SSP) tetap akan melanjutkan rencana pembangunan Real Estate di kawasan tersebut. Walau dihujani sorotan tajam dari anggota Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan. Berdalih ubah konsep proyek dari kompleks vila menjadi pariwisata alam terpadu. Pihak pengembang merasa was-was potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan proyek itu.

Direktur PT SSP, Asen mengatakan, evaluasi izin tetap dilakukan di tengah evaluasi izin prinsip yang masih berlangsung sembari menyiapkan paparan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga :  Tapal Kuda Youth Summit 2026: Aliansi BEM Pasuruan Raya dan Korda Tapal Kuda Serukan Pengawalan Isu HAM


“Tetap kita jalankan rencana awal sambil mempresentasikan ke pemerintah
kabupaten maupun dewan,” kata Asen pada awak media.

Untuk membahas dampak lingkungan, pihaknya akan melibatkan akademisi dan konsultan teknis independen guna membuktikan pembangunan aman dari risiko ekologis. Manajemen juga menargetkan bukaan lahan secara minimal agar ribuan pohon tegakan di lokasi tidak ditebang sehingga fungsi resapan air tetap terjaga.

Ketua Pansus Real Estat DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiyanto langsung bersuara. Politisi PDI Perjuangan ini langsung mengingatkan bahwa setiap langkah pembangunan di kawasan rawan bencana harus tunduk pada hasil evaluasi yang sedang dilakukan legislatif.

Baca Juga :  Peredaran Rokok Ilegal di Singosari Merajalela, Oknum Polisi Ditengarai Jadi Pemasok Utama

“Hasil hearing ini belum final melainkan mengumpulkan bahan keterangan untuk dibuat suatu rekomendasi ke Pak Bupati atau ke pusat,” ujarnya.

Tim Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan meragukan konsep wisata alam terpadu yang ditawarkan pihak pengembang, karena dinilai berpotensi merusak pohon tegakan sebagai penyangga tanah di wilayah Prigen. Pansus Real Estate menilai risiko longsor harus menjadi pertimbangan utama sebelum izin dilanjutkan. Sedangkan, PT SSP berencana konsultasi ulang dengan dinas soal perubahan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR). (dik/Red)

Artikel ini telah dibaca 105 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dinilai Janggal..!! Penetapan Tersangka Pemalsuan Akta Otentik Hanya 1Orang, Pelapor Bakal Laporkan Penyidik Polres Pasuruan ke Wasidik

26 September 2026 - 07:05 WIB

Cek Sound Karnaval di Desa Lecari Dikeluhkan, Jalan Utama Sukorejo-Bangil Ditutup Total, Pengendara Terpaksa Putar Balik

25 September 2026 - 14:39 WIB

Bea Cukai Pasuruan Dinilai Tebang Pilih, Mengapa Warung Kecil Dirazia, Sementara Ditengarai Ada 4 Pabrik Rokok Ilegal Tak Pernah Disentuh

25 September 2026 - 13:53 WIB

Eni Saptarini Lega, AS Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Polres Pasuruan, Kasus Pemalsuan Akta Otentik

25 September 2026 - 09:27 WIB

Dugaan Kekerasan Fisik Terhadap Siswa Sekolah Terulang Lagi, Kali Ini Oknum Kepsek SMPN 18 Kota Malang Terseret

25 September 2026 - 06:55 WIB

Dugaan Pencemaran Lingkungan Limbah Daur Ulang Botol, PT Veolia Services Indonesia di Kawasan Pier Mencuat

25 September 2026 - 05:24 WIB

Trending di Berita Utama