Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 9 Sep 2026 06:42 WIB ·

Tapal Kuda Youth Summit 2026: Aliansi BEM Pasuruan Raya dan Korda Tapal Kuda Serukan Pengawalan Isu HAM


 Tapal Kuda Youth Summit 2026: Aliansi BEM Pasuruan Raya dan Korda Tapal Kuda Serukan Pengawalan Isu HAM Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN — Isu penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan keadilan struktural kembali menjadi sorotan utama di kalangan pergerakan. Dalam gelaran Tapal Kuda Youth Summit 2026 yang berlangsung di Aula Utama Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Selasa (8/9), Aliansi mahasiswa se-kawasan Tapal Kuda mendesak adanya langkah strategis dan nyata dari generasi muda.

Acara yang mengusung tema “Menakar Keadilan: Respon Kritis & Peran Strategis Generasi Muda NU terhadap Isu Pelanggaran HAM di Indonesia” ini menjadi ruang konsolidasi penting yang menyatukan berbagai elemen pergerakan di Jawa Timur.

Tidak hanya dihadiri oleh delegasi BEM, forum ini juga diramaikan oleh tamu undangan dari berbagai lintas organisasi. Nampak hadir perwakilan dari Omek, jajaran pengurus organisasi kepemudaan, serta berbagai badan otonom (Banom) dan lembaga di bawah naungan NU Pasuruan Raya.

Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa dan pemuda tidak boleh hanya terjebak pada ruang-ruang diskusi teoretis, melainkan harus hadir langsung mengawal kebijakan publik dan ketimpangan di masyarakat.

“Generasi muda hari ini dihadapkan pada tantangan nyata, mulai dari ketimpangan ekologis yang mengancam ruang hidup masyarakat, perampasan ruang sipil, hingga kasus-kasus struktural yang penyelesaian hukumnya sering kali mandek. Elemen mahasiswa, dan seluruh organ pemuda NU harus mengambil peran sebagai penyeimbang yang kritis. Kita harus berani menuntut akuntabilitas di setiap lini pemerintahan agar keadilan tidak hanya menjadi milik mereka yang berkuasa,” tegas Ubaidillah di hadapan forum.

Baca Juga :  Sidang Sengketa Tanah Kembali Molor, Majelis Hakim Beri Peringatan Jelang 8 Oktober

Sebagai contoh konkret atas lambatnya penegakan keadilan di daerah, Ubaidillah secara tajam menyoroti kasus penganiayaan oleh oknum aparat terhadap warga sipil yang baru baru ini terjadi di wilayah Pasuruan. Insiden kekerasan ini menjadi potret buram rapuhnya perlindungan HAM di tingkat lokal. Berkaca pada pentingnya mengedepankan transparansi hukum bagi para korban dan dorongan untuk berdialog langsung menuntut pertanggungjawaban instansi kepolisian, ia mendesak agar kasus tersebut diusut tuntas tanpa pandang bulu dan tidak dibiarkan menguap begitu saja.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa advokasi lintas elemen ke depan harus lebih terstruktur, mulai dari kajian dokumen perencanaan daerah, kebijakan anggaran, hingga diplomasi dan aksi langsung di lapangan untuk merespons ketidakadilan semacam itu.

Nada serupa disuarakan oleh Koordinator Daerah (Korda) Tapal Kuda BEM PTNU Jawa Timur, Mudassir. Ia menyoroti pentingnya sinergitas pergerakan antar-kampus dan lintas organisasi di zona Tapal Kuda agar memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam merespons isu-isu kerakyatan berskala regional maupun nasional.

Baca Juga :  MENGAKU DARI REHABILITASI ASHEFA, KELUARGA PASIEN MERASA RUGI PULUHAN JUTA: SIAPA RG DAN SOSOK “ABAH” BD?

“Kawasan Tapal Kuda memiliki karakteristik demografis dan problematika sosial yang khas. Konsolidasi lintas elemen yang kita bangun hari ini di Pasuruan adalah langkah awal untuk menyatukan frekuensi. Generasi muda NU dan kelompok pergerakan di wilayah Tapal Kuda harus menjadi garda terdepan, tidak hanya dalam merespons isu HAM secara reaktif, tetapi juga memetakan secara proaktif potensi pelanggaran hak-hak masyarakat sipil di daerah masing-masing,” ujar Mudassir.

Gelaran Tapal Kuda Youth Summit 2026 ini turut dikawal oleh berbagai tokoh strategis sebagai Keynote Speaker, di antaranya Perwakilan Pimpinan UNU Pasuruan, Tenaga Ahli Kementerian HAM Feri Malik Kusuma, S.H. (Via Online), jajaran KPU Jawa Timur, serta perwakilan DPRD Provinsi Jawa Timur.

Melalui pertemuan ini, kolaborasi antara Aliansi BEM Pasuruan Raya, BEM PTNU, dan elemen NU lainnya diharapkan mampu melahirkan resolusi bersama yang akan menjadi pedoman advokasi di wilayah Tapal Kuda. Forum ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga nyala api pergerakan dan keberpihakan yang utuh terhadap rakyat. (Red)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di SPBU Kraton Mencuat, Tiga Mobil Box Terendus Keluar Masuk Isi BBM

15 Oktober 2026 - 05:49 WIB

FRONTAL Laporkan Dugaan PETI di Lemahbang, Nomor Izin Tambang Dipersoalkan

14 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Mediasi Gagal, Korban Penipuan 350 Juta Desak Polres Pasuruan Segera Tetapkan Tersangka

12 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Warga Jabon Sidoarjo Digegerkan Penemuan Mayat Pemuda, Beserta Sepeda Motor CBR

10 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Sidang Ketiga Sengketa Tanah Rejoso Lor Memanas, Mediasi Gagal Total, Perkara Lanjut ke Pokok Perkara

8 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Tertipu Tanah Kapling Fiktif, Pasutri Asal Bangil Lapor Polisi

8 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Trending di Berita Utama