Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 3 Jun 2026 06:32 WIB ·

Gerah Dengan Pemberitaan, Para Mafia BBM Bersubsidi di Nongkojajar dan Tutur Diduga Intimidasi Warga


 Gerah Dengan Pemberitaan, Para Mafia BBM Bersubsidi di Nongkojajar dan Tutur Diduga Intimidasi Warga Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi rupanya gerah dengan ramainya pemberitaan di berbagai media sosial yang menyoroti maraknya penyalahgunaan bersubsidi jenis pertalite dan solar, ada kemungkinan ruang geraknya dalam memobilisasi BBM di wilayah Tutur dan Nongkojajar terendus oleh pihak Kepolisian, informasi terbaru salah satu warga dituduh menyebarkan vidio ke wartawan dan hal tersebut ditepis oleh salah satu warga

Sebelumnya diberitakan dimedia ini dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar marak terjadi di dua Kecamatan, Wilayah Nongkojajar dan Tutur, Kabupaten Pasuruan, hal ini menyebabkan masyarakat kesulitan menerima subsidi di berbagai POM bengsin disekitar Purwoasri, Purwodadi serta Sukorejo karena beberapa motor berkapasitas Tanki besar sekali mondar-mandir.

Baca Juga :  Anggaran Ada, Air Bersih Masih Sulit? BEM-PMII Geruduk Pemkot Pasuruan, Desak Wali Kota-Wawali Mundur

Bahkan Kapolsek Nongkojajar AKP. Budi Luhur setelah dikirimi vidio pengangkutan BBM bersubsidi menggunakan Pik up akan melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

“Terimakasih infonya mas bisa untuk bahan lidik kami,” terangnya.

Intimidasi tersebut diduga dilakukan oleh para mafia BBM melalui pesan WhatsApp dan hal tersebut dibeberkan oleh salah satu warga Nongkojajar sebut saja Zainal nama samaran, dalam pesan singkat tersebut di uraikan dalam bahasa jawa. Nggak usah vidio2 arek-arek ku.

Maksud mu opo? Ilingo sandang panganmu yo teko bensin
Aku gak tau ndemok awakmu.

Aku ngerti sumber e kabeh teko awakmu. Aku kapanane meneng. Tak jar jarno kok tambah sekarepe dewe. Ate nggolek mungsuh ta?

Baca Juga :  Kabel Provider Menumpang Tiang PJU Milik Pemerintah, Plt Kadishub Hermanto Tegaskan Batas Waktu 1–2 Minggu

Menanggapi hal tersebut, Heri Siswanto S.H, M.H menegaskan, setelah ia mengamati isi Chat WhatsApp tersebut ada dugaan di kirim oleh para mafia BBM bersubsidi untuk mengintimidasi warga, karena ruang geraknya dalam menyalahgunakan BBM bersubsidi sudah terendus pihak kepolisian.

“Setelah saya amati chat tersebut mengandung unsur intimidasi, karena ruang gerak para mafia BBM terbatasi, menurut informasi dari warga, memang sampai saat ini mereka masih mengirim BBM bersubsidi ke wilayah Tutur dan Nongkojajar, untuk itu kami berharap ke pada pihak Kepolisian sebagai panglima tertinggi dalam penegakan hukum untuk segera menindak para pelaku,”tegasnya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MENGAKU DARI REHABILITASI ASHEFA, KELUARGA PASIEN MERASA RUGI PULUHAN JUTA: SIAPA RG DAN SOSOK “ABAH” BD?

24 September 2026 - 14:50 WIB

Sidang Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Molor, Tergugat Mangkir dan Administrasi Belum Lengkap

24 September 2026 - 13:43 WIB

Peredaran Rokok Ilegal di Singosari Merajalela, Oknum Polisi Ditengarai Jadi Pemasok Utama

24 September 2026 - 03:01 WIB

Anggaran Ada, Air Bersih Masih Sulit? BEM-PMII Geruduk Pemkot Pasuruan, Desak Wali Kota-Wawali Mundur

23 September 2026 - 16:42 WIB

Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemasok Rokok Ilegal di Singosari Menguap

23 September 2026 - 05:30 WIB

Isu Panas..!! Gus Mamak Politikus Gerindra Mendadak Dituding Terlibat Jaringan Rokok Ilegal

23 September 2026 - 04:56 WIB

Trending di Berita Utama