Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 4 Jun 2026 12:42 WIB ·

Opini Publik: Rencana Pajak Air Tanah Pasuruan 2026 – Siapa yang Membisiki Bupati?


 Opini Publik: Rencana Pajak Air Tanah Pasuruan 2026 – Siapa yang Membisiki Bupati? Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Janji manis Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, kini tengah dipertaruhkan. Pada 4 Mei 2026 lalu, beliau dengan tegas menyatakan bahwa kebijakan fiskal seharusnya “tidak memberatkan pengusaha”. Namun, di balik layar, rencana kenaikan Pajak Air Tanah (PAT) yang sedang digodok justru berbanding terbalik.

Draf rencana yang beredar mengungkap skenario mengkhawatirkan: tarif PAT diwacanakan melonjak hingga lebih dari 2.500 persen! Dunia usaha gempar, dan iklim investasi di Pasuruan kini berada di ujung tanduk.

Jika Bupati telah memberikan instruksi untuk tidak memberatkan pelaku usaha, lantas mengapa draf yang disusun justru terasa mencekik? Siapa pembisik di lingkaran Bupati yang berani menyabotase komitmen kepala daerah ini?
Syahwat Birokrasi Mengejar Target Rp200 Milia.

Rencana kenaikan ini disinyalir tidak lahir dari ruang hampa. Santer beredar kabar bahwa target kenaikan sektor PAT dipatok secara ambisius hingga menembus Rp200 miliar.

Target fantastis ini diduga bukan berasal dari visi Bupati, melainkan hasil kerja oknum yang menganut prinsip “Asal Bapak Senang” (ABS). Terdapat dugaan oknum yang menyodorkan kalkulasi buta demi mengamankan capaian angka, tanpa mempertimbangkan keberlangsungan industri. Rencana kenaikan hingga ribuan persen ini merupakan bukti nyata disfungsi birokrasi—mereka seolah menyodorkan “racun” fiskal ke meja Bupati.

Baca Juga :  Jelang Musim Penghujan Dinas PU Bina Marga Kab. Malang Lakukan Normalisasi Pengerukan Sendimen di Beberapa Saluran Air

Jika disahkan, Pasuruan bersiap menghadapi gelombang PHK massal dan relokasi industri besar-besaran.
Sudah saatnya Bupati mengambil langkah tegas:
Evaluasi TP3D: Meminta penjelasan keras terkait kondisi ini.

Teguran Internal: Menindak Kepala Bapenda dan Kepala Bidang terkait yang menyusun penghitungan asal-asalan.
Rotasi Jabatan: Jika diperlukan, Bupati harus berani melakukan penyegaran organisasi dengan menempatkan pegawai yang lebih kompeten.

Bukan Sekadar Merugikan Bupati, Ini Merugikan Rakyat
Dampak kebijakan ini tidak berhenti pada neraca keuangan perusahaan. Ketika beban pajak terlalu tinggi, perusahaan terpaksa memangkas produksi dan langkah efisiensi yang diambil adalah pemutusan hubungan kerja (PHK). Dampaknya berantai: daya beli masyarakat melemah, roda ekonomi lokal melambat, dan ancaman pengangguran pun meningkat.

Baca Juga :  Pajak Tambang Mencekik Pengusaha, Pak Bupati Harus Ingat, Banyak Pegawai Menggantungkan Nasib Didalamnya

Di sinilah kontradiksi nyata terlihat. Salah satu janji politik Bupati Pasuruan adalah penciptaan lapangan kerja. Kebijakan PAT yang mencekik justru bergerak ke arah sebaliknya—mendorong PHK alih-alih penyerapan tenaga kerja. Kedua hal ini tidak bisa berjalan beriringan. Ini bukan lagi sekadar soal kredibilitas Bupati, melainkan nasib ribuan kepala keluarga di Kabupaten Pasuruan yang menggantungkan hidupnya pada sektor industri.

Stop Sebelum Terlanjur!
Bupati Rusdi Sutejo masih memiliki waktu untuk menyelamatkan reputasi dan masa depan ekonomi Pasuruan. Komitmen publik Bupati harus menjadi dasar untuk mengevaluasi internal secara total. Bupati harus berani mendobrak meja birokrat di bawahnya dan mempertanyakan kajian yang digunakan sebagai dasar rencana tarif tersebut.

FORMAT Pasuruan mengingatkan: pemimpin yang kuat adalah yang berani “menjewer” aparaturnya sendiri ketika draf kebijakan terbukti mengkhianati komitmen kepala daerah. Jangan biarkan para pembisik mengubah Pasuruan menjadi kota mati industri. (Syr)

FORMAT PASURUAN
Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan
Ketua: Ismail Makky, SE, SH, MM.

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MENGAKU DARI REHABILITASI ASHEFA, KELUARGA PASIEN MERASA RUGI PULUHAN JUTA: SIAPA RG DAN SOSOK “ABAH” BD?

24 September 2026 - 14:50 WIB

Sidang Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Molor, Tergugat Mangkir dan Administrasi Belum Lengkap

24 September 2026 - 13:43 WIB

Peredaran Rokok Ilegal di Singosari Merajalela, Oknum Polisi Ditengarai Jadi Pemasok Utama

24 September 2026 - 03:01 WIB

Anggaran Ada, Air Bersih Masih Sulit? BEM-PMII Geruduk Pemkot Pasuruan, Desak Wali Kota-Wawali Mundur

23 September 2026 - 16:42 WIB

Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemasok Rokok Ilegal di Singosari Menguap

23 September 2026 - 05:30 WIB

Isu Panas..!! Gus Mamak Politikus Gerindra Mendadak Dituding Terlibat Jaringan Rokok Ilegal

23 September 2026 - 04:56 WIB

Trending di Berita Utama