METROPAGI.ID, PASURUAN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun RI yang ke- 81 Pemdes Oro-Oro Ombo Wetan gelar tasyakuran bersama masyarakat dan tokoh agama. Suasana penuh kehangatan menyelimuti kediaman Kepala Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis malam (03/09/2026).
Kepala Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Amin Tohari, mengusung tiga tujuan utama:
– Sebagai rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia yang ke-81.
– Memanjatkan doa keselamatan bagi seluruh warga desa agar senantiasa dilindungi Allah SWT.
– Mensyukuri keberhasilan berbagai program pembangunan yang telah berjalan di wilayah Oro-Oro Ombo Wetan.

Acara semakin khusyuk dengan pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW serta tahlil untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan yang telah mendahului.
Dalam sambutannya Amin Tohari menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada para kiai dan ustadz yang hadir. Dengan nada rendah hati, ia mengakui peran sentral para tokoh agama dalam membentuk karakter generasi muda desa.
”Untuk para kiai dan ustadz yang saya hormati. Saya selalu memandang bahwa kepala desa hanyalah menjalankan tugas yang diamanahkan. Namun, anda semua adalah guru-guru kita, pencetak akhlak, budaya, dan kreasi anak-anak kami. Bahkan, sering kali andalah yang mengingatkan orang tua untuk bersikap baik kepada anaknya dan yang mengajarkan Alif Ba Ta, siapa Tuhan kita, siapa Nabi kita itu adalah anda,” ujar Amin Tohari.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, ia meminta doa restu karena tidak lama lagi Pemdes Oro-oro Ombo Wetan akan mengadakan Karnaval dan kirab Budaya
yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk atraksi Sound Horeg.
”Mungkin ada budaya yang tidak cocok dengan anak-anak kita. Saya mohon maaf sebesar-besarnya pada panjenengan atas ketidakcocokan itu. Tapi saya sebagai kepala desa, bertujuan untuk menyenangkan warga serta memberi rezeki kepada para pedagang dan membangkitkan ekonomi desa,” jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, Amin Tohari menegaskan rasa hormatnya yang tinggi kepada para guru dan kiai, yang sudah membekali masyarakat desa Oro-Oro Ombo Wetan dengan ilmu agama.
”Desa Oro-Oro Ombo Wetan adalah milik kita karena merekalah lah kita tau tentang baik buruk perbuatan yang kita kerjakan sehari-hari. Mari kita bergandengan tangan menjadikan desa ini desa yang baik, desa yang penuh berkah,” tutupnya. (Red)








