Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 28 Okt 2025 15:59 WIB ·

Ironi Ketika Salah Satu Siswa SMPN 1 Pasuruan Luka Bakar Disekujur Tubuh, Pulang Malah Diantar Teman, Dimana Letak Hati Nurani Sang Guru


 Ironi Ketika Salah Satu Siswa SMPN 1 Pasuruan Luka Bakar Disekujur Tubuh, Pulang Malah Diantar Teman, Dimana Letak Hati Nurani Sang Guru Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUANKOTA- Musibah atau kecelakaan di sekolah sangat mungkin terjadi, faktor bercanda atau sengaja sesama teman tidak dapat dihindari, tetapi bercanda ada yang kelewatan batas sehingga ada murid yang mengalami luka yang cukup serius dan harus dilariakan ke rumah sakit, dalam hal ini peran pengawasan guru sangatlah penting untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti halnya yang terjadi di SMPN 1 Kota Pasuruan, seorang murid yang bernama “MR” (15) tahun kelas 9 F harus dilarikan kerumah sakit dan menjalani rawat inap selama beberapa hari dirumah sakit bahkan sampai tiga kali dirujuk ke rumah sakit karena mengalami luka bakar yang cukup serius, sekitar 70 persen.

Awal mula kejadian, “MR” korban memaparkan ke awak media, kurang lebih sebulan yang lalu atau pada hari kamis ,18 September 2025 sekira pukul 12.53 saat itu ia sedang tidak mengikuti mata pelajaran dan pergi ke belakang sekolah namun masih dalam ruang lingkup sekolahan, disana ia menemukan sebuah korek api, sambil menelephon temanya ia memainkan korek api, namun tiba-tiba teman satu sekolahnya yang bernama “FR” kelas 3, 9 E datang dan menyiramkan cairan jenis thiner ke tubuhnya, sontak saja dan tidak menunggu lama tubuh korban “MR” langsung terbakar hingga mengakibatkan luka bakar cukup serius.

“Saat itu saya tidak mengikuti pelajaran dan bermain di belakang sekolah, tiba-tiba “FR” datang menyiramkan thiner ke tubuh saya, entah bergurau atau disengaja saya tidak tau, yang pasti pada saat itu tubuh saya terbakar beruntung saat itu ada teman yang membantu memadamkan api, setelah kejadian itu saya melihat bapak wali kelas yang bernama bapak Hafid bukanya ia membantu saya, ia hanya melihat saja, bahkan saya pulang diantar teman,”terangnya “MR” ke awak media. Selasa (28/10/2025).

Baca Juga :  Ketika Lembaga Pengawas Dipimpin Orang yang Diduga Belum Memenuhi Syarat, Ada Apa dengan Inspektorat ?

Sementara itu dari pantauan awak media saat audensi digelar di ruang kepala sekolah, orang tua korban didampingi Ketua DPC TriNusa Pasuruan Raya Mas Erik menyampaikan ke Kepala sekolah Agung Budiarti, ketua komite sekolah, pengawas dari Dinas pendidikan Kota Pasuruan Bu Aris menyayangkan sikap seorang wali kelas yang tidak responsif ketika ada siswa kecelakaan atau terkena musibah dalam ruang lingkup sekolah dan lagi mengapa mediasi hari ini orang tua “FR” tidak datang.

“Guru atau wali kelas seharusnya ketika melihat ada murid yang terkena musibah di ruang lingkup sekolahan langsung responsif, setidaknya membawa korban ke ruang UKS dulu atau jika lukanya terlihat parah harusnya ia berinisiatif membawa ke rumah sakit dan menurut pengakuan korban hal ini tidak dilakuan, beliaunya hanya melihat saja, bahkan saat korban minta pulang, mengapa temanya yang mengantar, hal ini yang sangat kami kecewakan, dan mengapa orang tua “FR” tidak datang pada audensi pada hari ini, berarti mereka tidak ada itikat baik dalam menyelesaikan masalah ini,” ujarnya mas Erik ketua DPC Trinusa

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Pasuruan Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025

Sementara itu di dalam ruangan yang sama pak Hafid mengelak apa yang dikatakan “MR” ia berpendapat saat itu dirinya sudah menyuruh beberapa anak untuk membawanya ke ruang UKS atau ke rumah sakit.

“Pada saat kejadian saya sudah menyuruh beberapa teman”MR”untuk membawanya ke ruang UKS bahkan mau saya panggilan ambulan tetapi korban menolaknya,”terangnya.

Masih dalam ruangan yang sama Kepala Sekolah SMPN 1 Pasuruan Agung Budiarti menyampaikan pihak sekolah sudah melakukan upaya mediasi dengan orang tua “FR” dan orang tua “MR” agar permasalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan bahkan kami sudah mempertemukan mereka berdua dan membuat kesepakatan bersama.

“Kalau hari ini orang tua “FR” tidak datang kami siap memediasi lagi di lain hari,agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan dan tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

Diakhir mediasi Mas Erik selaku kuasa pendamping dari korban menambahkan dan menyampaikan kepada pihak sekolah SMPN 1 Pasuruan memberikan kesempatan sampai batas hari kamis tanggal 28 oktober agar pihak sekolah bisa mengadirkan “FR” dan keluarga nya untuk bisa di ajak duduk bersama menyelesaikan perkara tersebut akan tetapi kalau sampai batas yang sudah kami tentukan “FR” dan keluarga nya tidak bisa di hadirkan oleh pihak sekolah maka kami akan melakukan upaya hukum untuk menyelesaikan masalah ini.

Artikel ini telah dibaca 287 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

SMADA Islamic Festival 2026, Lahirkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

26 April 2026 - 06:14 WIB

Dugaan “Tangkap–Peras–Lepas” di Polres Batu, Uang Damai Rp5 Juta Diduga Kuat Mengalir di Unit Pidum

25 April 2026 - 19:31 WIB

Sindikat Pengoplos LPG Bersubsidi di Kepanjen Digulung Polisi

25 April 2026 - 10:02 WIB

Residivis Pembobol Tiga Gedung Sekolah Dibekuk Polisi 

25 April 2026 - 09:48 WIB

7 Orang Ditetapkan Tersangka Oleh Polres Probolinggo Dalam Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

25 April 2026 - 09:34 WIB

5 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Tambang Ilegal di Purwosari

24 April 2026 - 09:40 WIB

Trending di Berita Utama