Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 17 Jul 2024 12:34 WIB ·

RS Elizabeth Situbondo Dinilai kurang Optimal Dalam penanganan Terhadap Pasien


 RS Elizabeth Situbondo Dinilai kurang Optimal Dalam penanganan Terhadap Pasien Perbesar

METROPAGI.ID, SITUBONDO, – Hasyim As’ari, atau yang kerap dikenal dengan sebutan ‘Bang Encing’, mengaku kecewa atas pelayanan IHC Rumah Sakit Elizabeth (RSE) Situbondo, Jawa Timur.

Bukan tanpa alasan, hal ini ia katakan ketika pasien atas nama Suryono yang menjadi saudaranya itu berterus-terang, telah menerima layanan yang kurang memuaskan saat menjalani rawat inap di ruang Ametis selama beberapa hari.

“Pasien ini sudah dua hari berada di RS Elizabeth. Selama disana, ia merasa kecewa sehingga minta pindah ke rumah sakit umum. Saat tadi kami menjenguk, ia mengeluh seperti itu,” terang Bang Encing. Senin, (15/07/2024) malam.

Selain itu, dirinya pun mengungkap kondisi penderita pada saat badannya terasa mulai kambuh. Menurutnya, pasien yang memakai fasilitas BPJS kesehatan tersebut malah sampai terlihat meronta-ronta kesakitan serta berkehendak ingin pulang.

“Bahkan ia sudah mau keluar (pergi) dari RS Elisabeth. Ini jelas, karena tidak cepat segera di tangani. Sehingga, ia sudah gak kuat lagi dan meminta pulang,” bebernya.

Berdasarkan keterangan warga Mimbaan, RT:03/RW:12, Kecamatan Panji ini, dugaan lamban dan kurang optimalnya penanganan RS Elizabeth bermula dari saudaranya yang terbaring merintih kesakitan.

Baca Juga :  Kejaksaan Pastikan Dalami Kasus Dugaan Pengkondisian Proyek Senilai 35 M Yang Menyeret 18 Kepsek SD di Kab. Pasuruan

Sampai-sampai, dirinya terpaksa mendatangi perawat dan menyarankan beralih rumah sakit. Alhasil, meski dengan banyak perdebatan, RS Elizabeth tetap kekeuh mempertahankan agar pasien senantiasa ditempat.

‘Ya saya nggak mau, karena saya menduga akan timbul tambah parah penyakitnya nanti. Mental pasien, sudah nggak krasan. Sampai akhirnya saya dimintai tanda tangan untuk rujukan pindah ke rumah sakit umum. Akhirnya ya disetujui, biarpun harus banyak berdebat,” tandasnya.

Dalam pernyataan berikutnya, ia pun kemudian menyorot rintihan saudaranya tersebut dengan menduga bahwa pihak RS Elizabeth terindikasi memonopoli para dokter spesialis penyakit dalam yang melayani pasien kelas tertentu.

“Kalau memang tidak mampu melayani banyak pasien, lebih baik RS Elizabeth ini mendatangkan lagi dokter spesialisnya untuk penyakit dalam. Tenaga dokter spesialis harusnya perlu ditambah, kalau memang dirasa kurang. Biar warga Situbondo yang punya penyakit, bisa cepat terbantu disembuhkan,” ujarnya.

Tak cukup sedemikian Bang Encing memaparkan, sebab dalih dari pihak RS Elizabeth dalam penyampaian saat ajang debat, menurutnya beralasan masih menunggu dokter. Padahal, dokternya pun tidak pernah ada kepastian kapan mau menjenguk pasiennya.

Baca Juga :  Pajak Tambang Mencekik Pengusaha, Pak Bupati Harus Ingat, Banyak Pegawai Menggantungkan Nasib Didalamnya

“Ini sudah dua hari lamanya. Kunjungan dokter ke kamar pasien, masih tetap tidak ada kepastiannya. Kan kasihan saudara saya yang sakit itu, Mas,” lontarnya.

Tak hanya itu yang diuraikan Bang Encing, hal ini ia lakukan agar tidak terjadi lagi korban berikutnya yang lebih banyak dari warga Situbondo khususnya.

“Karena apa? Ketika di situ pelayanannya lambat, maka ini urusan nyawa. Kasihan, bisa-bisa nyawa warga Situbondo melayang kalau sampai dua hingga tiga hari tidak dilayani secara optimal,” pungkasnya.

Dilain pihak, Todi, selaku Humas RS Elizabeth Situbondo ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa petugasnya pada waktu itu sudah melakukan pelaporan kepada dokter penanggung jawab.

“Tadi memang dokter penanggung jawab pasien tersebut, akan melakukan visite (kunjungan) setelah praktik Poli selesai, sambil lalu menunggu. Ter-info juga, pasien sudah diberikan terapi anti nyeri,” kilahnya.

Terkait prosedur, sergah Todi, rujukan ke RS lain memang alurnya harus melalui persetujuan dokter penanggung jawab bisa/tidaknya.

“Petugas kami, sudah sesuai prosedur untuk menginfokan terlebih dahulu ke dokter penanggung jawabnya,” tutup Todi, Humas RS Elizabeth Situbondo. Pewarta: ( Limbat/tim)

Artikel ini telah dibaca 143 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kontrovesi, Vidio Tron Bertuliskan Sound Horeq Diharamkan, Koruptor Diberdayakan

5 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Media Lumbungberita Gelar HUT ke 7 Dengan Santuni Anak Yatim dan Kaum Duafa

4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Sejumlah Aktivis Meminta Kapolres Pasuruan Usut Tuntas Jaringan Penyalahgunaan LPG Bersubsidi Dari Hulu ke Hilir

3 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Polres Pasuruan ungkap pelajar tewas di Kejayaan, Motif Ingin Kuasai Harta Korban

3 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Sidang Sengketa Tanah Kembali Molor, Majelis Hakim Beri Peringatan Jelang 8 Oktober

1 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Praktek Pengoplosan LPG Sama Halnya Merampas Hak Rakyat Kecil dan Merupakan Tindak Pidana Khusus

30 September 2026 - 06:50 WIB

Trending di Berita Utama