Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 20 Jul 2025 05:36 WIB ·

9 Bulan Baru Ditetapkan Tersangka Dalam Kepemilikan Senjata Ilegal Oleh Polres Malang, Hal Ini Dinilai Pemerhati Hukum Lamban


 9 Bulan Baru Ditetapkan Tersangka Dalam Kepemilikan Senjata Ilegal Oleh Polres Malang, Hal Ini Dinilai Pemerhati Hukum Lamban Perbesar

METROPAGI.ID, MALANG — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang resmi menetapkan seorang pria berinisial STM sebagai tersangka dalam kasus dugaan kepemilikan senjata tajam ilegal dan tindak kekerasan. Penetapan ini tertuang dalam Surat Ketetapan Tersangka Nomor: S.Tap/HI/V/2025/Reskrim tertanggal 19 Juni 2025, hasil gelar perkara pada 21 Mei 2025.

Kasus ini bermula dari laporan yang masuk ke Polres Malang pada 21 November 2024 dengan Nomor: LP/B/431/XI/2024/SPKT/POLRES MALANG/POLDA JAWA TIMUR. Namun, proses hukum berjalan lambat. Surat Perintah Penyidikan (SP.Dik) baru terbit pada 30 Desember 2024, diikuti dengan pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada hari yang sama — lebih dari sebulan setelah laporan masuk.

Dalam SPDP, STM disangkakan melanggar:
Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa izin;
Pasal 335 KUHP tentang pemaksaan disertai kekerasan atau ancaman kekerasan.

Baca Juga :  Tertidur di Warung Area Terminal Pandaan, Wartawan Jadi Korban Pencurian, HP Raib Digondol Maling

Penanganan kasus ini menjadi sorotan publik. Rudy, seorang pemerhati hukum di Malang, menilai lambannya proses hukum ini dapat mencoreng citra institusi kepolisian.

“Jika alat bukti sudah cukup, kenapa butuh waktu lebih dari setengah tahun untuk menetapkan tersangka? Ini bisa dinilai sebagai kelalaian atau pembiaran,” tegasnya.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang menyatakan berkas perkara telah lengkap (P-21). Namun, penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) yang dijadwalkan pada Rabu, 16 Juli 2025, tertunda karena alasan kesehatan tersangka.

Disisi lain, pihak pelapor meragukan alasan tersebut. “Kami kaget mendengar tersangka disebut sakit. Pada 16 Juli 2025, dia justru terlihat hadir di Mapolres Malang dan setiap hari terlihat berkendara motor roda dua dalam kondisi sehat,” ujar pelapor.

Baca Juga :  DPD PSI Pasuruan Tabuh Gong Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol

Penundaan tanpa dasar hukum dikhawatirkan melanggar KUHAP dan dapat dikategorikan sebagai penyalahgunaan wewenang, Hal ini berpotensi melanggar PP No. 2 Tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri, bahkan bisa merambah ke ranah pidana jika ditemukan unsur suap atau intervensi pihak tertentu.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Malang saat dikonfirmasi melalui kanit unit 1 yang menangani kasus tersebut, belum mau memberikan keterangan resmi terkait lambannya proses penanganan kasus ini.

Masyarakat kini menanti kejelasan, siapa yang bermain di balik kasus ini, dan apakah ada unsur kepentingan yang memperlambat penegakan hukum?. (Fr)

Artikel ini telah dibaca 104 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jadi Sorotan, Tujuh Anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Dimutasi Buntut Penangkapan Tiga Anggota DPRD Terkait Narkoba

2 November 2026 - 12:31 WIB

Pesta Miras Berujung Tragis, Wanita Pemandu Lagu Asal Sidoarjo Hembuskan Napas Terakhir di Karaoke 86 Kota Pasuruan

2 November 2026 - 08:29 WIB

Tertidur di Warung Area Terminal Pandaan, Wartawan Jadi Korban Pencurian, HP Raib Digondol Maling

2 November 2026 - 06:59 WIB

Permainkan Beras Bersubsidi SPHP Sebanyak 20 Ton Polres Pasuruan Tangkap 4 OrangTersangka

31 Oktober 2026 - 04:27 WIB

DPD PSI Pasuruan Tabuh Gong Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol

25 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Praktik Judi Sabung Ayam Malang di Desa Donowarih, Karangploso Digerebeg Polisi

25 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Trending di Berita Utama