METROPAGI.ID, PASURUAN – Peristiwa mengejutkan terjadi di wilayah RT 01 RW 08, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, hari jum,at, (10/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Dua rumah dilaporkan ambruk secara tiba-tiba tanpa adanya tanda-tanda sebelumnya.
Dua rumah tersebut diketahui ditempati oleh Pak Kusem dan Bu Kasri. Salah satu rumah merupakan milik Kaji Dayat yang selama ini disewa oleh Pak Kusem, sementara satu rumah lainnya ditempati oleh Bu Kasri.
Kejadian yang berlangsung mendadak ini membuat warga sekitar sontak geger.
” Pasalnya, saat insiden terjadi tidak ada angin kencang maupun hujan deras yang biasanya menjadi pemicu bangunan roboh.
Menurut keterangan warga, kedua rumah dalam kondisi sedang ditempati saat peristiwa terjadi. Akibat kejadian tersebut,
” satu korban yakni anak dari Pak Kusem mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah R. Soedarsono untuk mendapatkan perawatan medis.

Pak Kusem selaku penyewa mengaku telah lama menempati rumah tersebut tanpa adanya perbaikan dari pemilik.
“Saya sudah lama nempati, tapi belum ada perbaikan sama sekali,” ujar Pak Kusem.
Sementara itu, salah satu warga yang berada di lokasi mengaku terkejut dengan kejadian tersebut.
“Saya kaget sekali, tiba-tiba terdengar suara keras seperti bangunan roboh. Pas keluar rumah, ternyata dua rumah sudah ambruk,” tuturnya.
Pasca kejadian, lokasi langsung ditinjau oleh Lurah Trajeng, Erfan Effendy, bersama Babinsa Serma Moh. Waki dan Bhabinkamtibmas setempat guna memastikan kondisi di lapangan serta penanganan berjalan dengan baik. Selain itu, petugas dari BPBD juga telah turun ke lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan awal.
Dalam keterangannya, Erfan Effendy menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius pihak kelurahan. Untuk sementara, korban akan difasilitasi tempat tinggal dengan sistem disewakan, dan penanganannya turut ditanggung oleh pihak kelurahan.
Hingga saat ini, penyebab pasti ambruknya dua bangunan tersebut masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara mengarah pada kondisi bangunan yang sudah tua dan struktur yang tidak lagi kuat menahan beban.
Warga bersama pihak terkait langsung melakukan gotong royong untuk membersihkan puing-puing bangunan. Diharapkan, ke depan ada perhatian lanjutan dari pemerintah daerah guna membantu penanganan pascakejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi bangunan tempat tinggal, terutama yang sudah berusia tua atau mengalami kerusakan struktural.
(YN/TRI)








