Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 14 Agu 2026 04:13 WIB ·

Karya Murid SMK Negeri 2 Ponorogo Tampil Memukau di Jogja Fashion Week 2026


 Karya Murid SMK Negeri 2 Ponorogo Tampil Memukau di Jogja Fashion Week 2026 Perbesar

METROPAGI.ID,PONOROGO, Kreativitas murid SMK Negeri 2 Ponorogo kembali menembus panggung fashion nasional. Dua talenta muda dari Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana (DPB), Revi Liani Putri dan Shahbikha Najma Syakieb, tampil dalam Young Talent Fashion Showcase Jogja Fashion Week (JFW) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).

Kehadiran keduanya membawa nama SMK Negeri 2 Ponorogo bersanding dengan talenta-talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam ajang tersebut, enam koleksi karya murid ditampilkan dengan mengusung perpaduan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat fashion masa depan.
Mengambil tema “Resonansi Wastra Nusantara: Heritage in Motion”, koleksi tersebut menggambarkan bagaimana kekayaan budaya Indonesia dapat terus berkembang melalui sentuhan kreativitas generasi muda.

Inspirasi karya bersumber dari motif batik Ponorogo dan wastra Nusantara, seni budaya Reog Ponorogo, siluet busana modern, hingga konsep sustainable fashion. Enam koleksi yang ditampilkan masing-masing bertajuk Genesis, Harmony, Transformation, Empower, Sustain, dan Resonance.


Bagi SMK Negeri 2 Ponorogo, keikutsertaan dalam JFW 2026 bukan sekadar kesempatan tampil di atas runway. Ajang tersebut menjadi ruang belajar nyata bagi murid untuk menjalani tahapan kerja layaknya industri, mulai dari riset tren, menggali ide, menyusun konsep, membuat desain dan pola, produksi, fitting, evaluasi, hingga mempresentasikan karya kepada publik.

Baca Juga :  SMKN 1 Donorojo, Pacitan, Mengucapkan, Dirgahayu Republik Indonesia Yang ke-81

Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo Suryanto, M.Pd., mengatakan pengalaman tersebut penting untuk membentuk kompetensi sekaligus karakter profesional murid.
“Kami ingin peserta didik tidak hanya mampu membuat karya, tetapi juga memiliki pengalaman bagaimana sebuah karya dipersiapkan, dipresentasikan, dan diapresiasi dalam lingkungan industri. Tampil di Jogja Fashion Week menjadi pengalaman berharga untuk membangun kepercayaan diri, kreativitas, profesionalisme, dan daya saing mereka,” ujarnya.

Menurut Suryanto, karya murid juga menunjukkan bagaimana pembelajaran vokasi dapat mengintegrasikan kreativitas, budaya, teknologi, dan kewirausahaan. Proses tersebut sejalan dengan penguatan Project Based Learning dan Teaching Factory di SMK Negeri 2 Ponorogo.
Sementara itu, Waka Humas SMK Negeri 2 Ponorogo Tarmin, S.Kom., menilai keikutsertaan di ajang nasional tersebut menjadi momentum strategis untuk mengembangkan portofolio murid sekaligus memperkenalkan potensi sekolah kepada masyarakat dan dunia industri.

“Ini bukan sekadar tampil di panggung fashion. Kami melihatnya sebagai bagian dari proses membangun portofolio dan jejaring peserta didik sekaligus memperkuat citra SMK Negeri 2 Ponorogo sebagai sekolah vokasi yang kreatif, inovatif, dan mampu melahirkan karya yang memiliki nilai budaya serta potensi industri,” katanya.
Kesempatan tersebut, lanjut Tarmin, memberikan pengalaman bagi murid untuk mengenal ekosistem industri fashion secara lebih dekat serta memahami tuntutan dan standar profesional di luar lingkungan sekolah.

Baca Juga :  SPPG di Puri Mojokerto Meledak, Tiga Teknisi Gas LPG Alami Luka Bakar Cukup Serius

Dari sisi pembelajaran, Ketua Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana Nila Mawarti, S.Pd., mengatakan proses persiapan menuju JFW 2026 memberikan pengalaman belajar yang komprehensif.
“Anak-anak belajar dari proses awal, mulai dari menggali ide, melakukan riset, menentukan konsep, membuat desain dan pola, memproduksi busana, melakukan fitting dan evaluasi, sampai mempersiapkan karya untuk ditampilkan di runway,” jelasnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi murid, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha di bidang fashion.
Melalui Teaching Factory, murid juga dibiasakan bekerja dengan alur yang mendekati proses industri.

Mereka belajar menerima proyek, menyusun jadwal kerja, menghitung kebutuhan bahan, menjaga kualitas produk, hingga mempresentasikan hasil karya kepada publik.

Bagi SMK Negeri 2 Ponorogo, panggung JFW 2026 menjadi bukti bahwa pembelajaran vokasi mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung nilai budaya dan potensi ekonomi.
Lewat “Resonansi Wastra Nusantara: Heritage in Motion”, murid SMK Negeri 2 Ponorogo membuktikan bahwa budaya lokal dapat terus hidup dan berkembang ketika dipertemukan dengan kreativitas, inovasi, dan keberanian generasi muda.
Dari Ponorogo menuju panggung nasional, murid SMK Negeri 2 Ponorogo terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama sekolah melalui karya nyata. (Sw)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

SMKN 1 Donorojo, Pacitan, Mengucapkan, Dirgahayu Republik Indonesia Yang ke-81

14 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Polres Pasuruan Tangkap 7 Tersangka Begal Jalanan di Jalur Malang-Surabaya

14 Agustus 2026 - 07:14 WIB

SPPG di Puri Mojokerto Meledak, Tiga Teknisi Gas LPG Alami Luka Bakar Cukup Serius

14 Agustus 2026 - 06:19 WIB

1.000 Tambang Ilegal Tidak Mungkin Polisi Tidak Tahu, Prabowo Minta TNI-Polri Usut

14 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Bimtek DPMPTSP: Masyarakat Disuruh Berhemat, Pemerintah Harus Memberi Contoh

14 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Pemdes Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Mengucapkan, Dirgahayu Republik Indonesia Yang ke-81

13 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Trending di Berita Utama