METROPAGI.ID, MALANG – Pengadilan Negeri Kepanjen menjatuhkan vonis 10 bulan penjara kepada Sutomo, terdakwa kasus kepemilikan senjata tajam tanpa izin. Putusan tersebut dibacakan pada Selasa (26/8/2025).
Kasus bermula dari laporan Sutrisno, warga Dusun Lambangsari, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, ke Polres Malang pada 21 November 2024. Dalam sidang, Sutomo dinyatakan bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
Proses Hukum Hampir 9 Bulan
Meski proses hukum berjalan hampir setahun, Sutrisno mengaku lega.
“Pak, tolong sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Polres, Kejaksaan, dan Hakim. Laporan saya sudah diproses sesuai hukum,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/8/2025).
Apresiasi juga datang dari Ketua DPC Lembaga Investigasi Negara Kabupaten Malang, Agus Rudy Anantyo.
“Kepastian hukum di Malang untuk masyarakat kecil masih ada. Walau kasus ringan, hampir setahun prosesnya. Tapi saya berterima kasih kepada Kasat dan Kasi Propam karena selalu responsif,” ungkap Agus.

Menurutnya, konsistensi Polri dalam menegakkan hukum adalah kunci kepercayaan masyarakat.
Pelapor Justru Tertipu Hampir Rp 200 Juta
Namun di balik rasa lega tersebut, Sutrisno justru tertipu pasangan suami istri berinisial S dan R. Keduanya meminta uang hampir Rp 200 juta dengan janji bisa mempercepat proses hukum serta menambah hukuman bagi terdakwa.
“Dijanjikan selesai dua bulan. Katanya bisa ditambah 6–7 tahun kalau saya kasih uang buat hakim. Nyatanya nol besar,” terang Sutrisno.
Merasa dirugikan, Sutrisno kemudian melapor ke Polres Malang pada 27 Februari 2025 dengan Nomor Laporan : LPM 221/II/2025. Setelah melalui proses panjang, terbit laporan polisi nomor LP/221/VI/2025/SPKT/POLRES MALANG/POLDA JATIM tertanggal 11 Juni 2025. Selanjutnya, penyidik mengeluarkan surat perintah penyidikan nomor SP-Dik/249/VI/2025/Reskrim pada 18 Juni 2025.
Polres Malang Tangani Kasus Penipuan
Kasus penipuan tersebut kini ditangani Unit 6 Satreskrim Polres Malang. Kanit 6, Ipda Dicka Ermantara, menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.
“Kami terus dalami kasus ini agar segera tuntas,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur memastikan laporan tersebut sudah mendapat atensi.
“Izin pak, kasusnya sudah proses sidik. Tinggal melengkapi keterangan beberapa saksi untuk penetapan tersangka. Kasusnya sudah kita atensi,” jelasnya melalui pesan WhatsApp kepada pelapor. (Fer)








