Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 30 Jul 2026 11:14 WIB ·

DPR RI Usulkan Skema ATM MBG, Alternatif Transfer Rp15.000 per Hari ke Orang Tua Masing-masing Untuk Cegah Makanan Basi


 DPR RI Usulkan Skema ATM MBG, Alternatif Transfer Rp15.000 per Hari ke Orang Tua Masing-masing Untuk Cegah Makanan Basi Perbesar

METROPAGI.ID, JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengusulkan skema ATM Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai alternatif pengganti distribusi makanan siap saji. Usulan ini mencakup opsi transfer dana sebesar Rp15.000 per hari langsung ke rekening atau kartu khusus yang dipegang oleh orang tua atau siswa.

Usulan tersebut disampaikan oleh anggota DPR RI, di antaranya Romy Soekarno, guna menghindari kerumitan logistik memasak dan distribusi massal, serta untuk mencegah risiko makanan basi atau rusak.

Detail Usulan Skema ATM MBG
Besaran Dana: Rp15.000 per hari per siswa.
Metode Penyaluran:

Baca Juga :  DIPASANG “PORTAL PAJAK”. PENGUSAHA TAMBANG MERASA DIPERLAKUKAN SEPERTI MALING?

Skema 1: Transfer langsung ke rekening atau kartu ATM khusus penerima. Orang tua dapat mengelola dana tersebut untuk memasak sendiri makanan bergizi di rumah.

Skema 2: Pengelolaan makanan dilakukan langsung oleh pihak kantin atau dapur sekolah, sehingga proses penyediaan dan distribusi lebih sederhana serta mudah diawasi di lingkungan sekolah.

Tujuan utama mencegah masalah rantai pasok makanan siap saji.
Mengurangi risiko makanan rusak atau basi.
Dinilai lebih praktis, tepat sasaran, dan meminimalkan potensi kebocoran anggaran.

Menurut Romy Soekarno—cucu dari Presiden pertama RI—cara ini dinilai jauh lebih efisien karena dana diterima langsung oleh keluarga tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.

Baca Juga :  DUGAAN PENCURIAN BESI PLTS KALIPARE: KRONOLOGI BELUM TERANG, PUBLIK MENUNGGU TINDAKAN TEGAS

“Kartu ATM ini berfungsi sebagai tempat ditransfer uangnya setiap hari Rp15.000 ke dalam rekening yang dia terima, dan Rp15.000 itu bisa untuk dia masak di rumah, ibunya memasakkan untuk anaknya. Jadi tidak ada kebocoran sama sekali,” jelas Romy.

Meskipun kedua skema tersebut masih sebatas usulan, Romy berharap gagasan ini dapat menjadi bahan evaluasi yang konstruktif untuk meningkatkan efektivitas program MBG, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan secara optimal oleh para siswa dan keluarga penerima. (Red)

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Acara Sound Horeq di Desa Bulusari Ricuh, Penonton Saling Baku Hantam

20 September 2026 - 06:52 WIB

Sebuah Toko di Jalan Panglima Sudirman Karangploso Malang Diduga Jual Miras Secara Bebas

19 September 2026 - 08:16 WIB

Pedagang Buah Menjerit, Wagub LIRA Jatim Sentil Wali Kota: Mana Komitmen Menyejahterakan Rakyat?

19 September 2026 - 03:30 WIB

Dinilai Kebablasan, Cek Sound Horeq di Desa Gununggangsir Dancer Berjoget Tepat Didepan Masjid

19 September 2026 - 02:42 WIB

RSUD Kota Madiun Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dalam Program “Walikota Bersama Rakyat”

18 September 2026 - 12:58 WIB

Pemerintah Desa Suruh Realisasikan Pembangunan Talud Sepanjang 460 Meter, Perkuat Infrastruktur Jalan Warga

18 September 2026 - 11:16 WIB

Trending di Berita Utama