Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 9 Jun 2026 05:01 WIB ·

Slogan “Semua Tertolong” Jadi Ironi, Pasien BPJS di RSUD dr. R. Soedarsono Meninggal Diduga Akibat Pelayanan Buruk


 Slogan “Semua Tertolong” Jadi Ironi, Pasien BPJS di RSUD dr. R. Soedarsono Meninggal Diduga Akibat Pelayanan Buruk Perbesar

METROPAGI.ID,PASURUAN – Slogan mentereng BPJS Kesehatan, “Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong,” tampaknya masih jauh dari realitas di lapangan. Layanan kesehatan bagi masyarakat kecil kembali tercoreng setelah seorang pasien pengguna fasilitas BPJS Kesehatan dilaporkan meninggal dunia di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Insiden tragis ini diduga kuat akibat penanganan medis yang tidak maksimal, diskriminatif, dan buruknya komunikasi dari pihak rumah sakit.

Peristiwa memilukan ini menjadi potret buram bagaimana pasien jaminan negara seringkali tidak mendapatkan hak pelayanan yang semestinya. Pihak keluarga korban membeberkan bahwa penanganan yang setengah hati dari tim medis telah berujung pada fatalitas yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka.

Tragedi ini bermula dari tidak adanya transparansi informasi mengenai diagnosa penyakit pasien oleh dokter yang menangani. Selama perawatan, pasien berulang kali meminta minum. Karena menganggapnya sebagai hal yang wajar dan tidak mendapatkan peringatan apa pun dari dokter, keluarga terus memberikan air putih.

Nahas, kondisi pasien langsung drop drastis setelah mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak. Saat panik dan mencoba mencari tahu dengan menanyakan rekam medis kepada perawat, barulah keluarga mengetahui bahwa pasien mengidap penyakit jantung—kondisi yang secara medis dilarang keras mengonsumsi banyak air karena dapat membebani kerja jantung.

Baca Juga :  FRONTAL Laporkan Dugaan PETI di Lemahbang, Nomor Izin Tambang Dipersoalkan

Bukannya mendapatkan empati atau penanganan darurat yang cepat di masa kritis tersebut, pihak keluarga justru harus mengelus dada menghadap sikap arogan dari oknum perawat yang bertugas. Pelayanan ketus, acuh tak acuh, dan minimnya kejelasan informasi membuat keluarga mengalami trauma mendalam.

“Apakah karena kami menggunakan BPJS lalu kami harus dilayani asal-asalan seperti ini? Kalau sejak awal dokter jujur dan menginformasikan diagnosa jantung itu, kami tidak akan memberikan minum. Kami sangat kecewa, penanganan untuk pasien BPJS terkesan tidak maksimal dan diskriminatif,” kesal salah satu anggota keluarga korban.

Kasus ini memicu gelombang kritik dari masyarakat terkait standarisasi pelayanan pasien BPJS di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Muncul pertanyaan mendasar: Sampai kapan pasien BPJS harus terus dianaktirikan dan berujung pada hilangnya nyawa?

Baca Juga :  Media Lumbungberita Gelar HUT ke 7 Dengan Santuni Anak Yatim dan Kaum Duafa

Sesuai dengan regulasi, setiap kepesertaan BPJS Kesehatan berhak mendapatkan mutu pelayanan yang sama tanpa diskriminasi. Namun, realitas di RSUD dr. R. Soedarsono justru memperlihatkan jurang pemisah yang lebar antara pasien umum dan pasien jaminan sosial.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih menyuarakan kekecewaan mereka karena manajemen RSUD dr. R. Soedarsono memilih aksi bungkam. Upaya keluarga untuk meminta klarifikasi resmi dan pertanggungjawaban atas buruknya komunikasi serta arogansi perawat di lapangan sama sekali tidak direspons oleh pihak rumah sakit.

Aksi tutup mulut ini semakin menegaskan lemahnya fungsi kontrol dan komitmen pelayanan publik di institusi kesehatan tersebut. Sementara itu, tim redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak Humas dan Manajemen RSUD dr. R. Soedarsono untuk mendapatkan konfirmasi serta perimbangan informasi terkait keluhan fatal yang dialami oleh pasien BPJS ini. (sry/red)

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Konflik Klaim Aset Desa vs Letter C Milik Warga di Desa Bulusari, BPN Pasuruan Jadwalkan Cek Lapangan Pekan Depan

22 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Polres Pasuruan Tetapkan Delapan Tersangka Kasus Penyalahgunaan LPG Subsidi di Rembang, Ratusan Tabung Disita

21 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Polres Pasuruan Ungkap Penyalahgunaan Pertalite Subsidi, Tersangka Gunakan 5 Barcode MyPertamina, 1 Unit Mobil APV Diamankan

21 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Dukung Aktivitas Masyarakat Pada Malam Hari, PU Bina Marga Malang Pasang 826 PJU di 33 Kecamatan

19 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Semarak Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim, Kec. Panggungrejo Gelar Pasar Murah, Beras Medium Rp55 Ribu dan Minyak Goreng Rp30 Ribu

19 Oktober 2026 - 07:04 WIB

FRONTAL Laporkan Dugaan PETI di Lemahbang, Nomor Izin Tambang Dipersoalkan

14 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Trending di Berita Utama