Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 26 Jun 2025 05:58 WIB ·

Uang 1 Miliar Raib, Nasabah Pertanyakan Keseriusan Pimpinan Bank BRI Pamekasan


 Uang 1 Miliar Raib, Nasabah Pertanyakan Keseriusan Pimpinan Bank BRI Pamekasan Perbesar

METROPAGI.ID, PAMEKASAN, Kasus dugaan penggelapan uang nasabah di Bank Republik Indonesia (BRI) KC Pamekasan yang bergulir sejak tahun 2020 silam kembali menyeruak setelah seorang warga asal Kecamatan Batumarmar mendatangi kantor berplat merah tersebut.

Pada hari ini, Rabu (25/6/2025) sore, korban yang diketahui bernama Haeruddin itu tiba-tiba mendatangi kantor Bank BRI KC Pamekasan bersama kuasa hukumnya Rachmat Nur Wahyudi (Paralegal) asal Rembang Jawa Tengah.

Sebagai penerima kuasa hukum korban, Rachmat Nur Wahyudi rela terbang dari Jawa Tengah ke Pamekasan, Madura untuk mendampingi kliennya menuntut haknya ke pimpinan Bank BRI KC Pamekasan.

“Tujuan ingin bertemu pimpinan BRI Pamekasan untuk mempertanyakan kejelasan pengembalian uang klien saya yang telah ditipu, dibohongi oleh oknum marketing resmi bernama Anis,” ucap Rachmat kepada awak media.

Baca Juga :  Kejaksaan Pastikan Dalami Kasus Dugaan Pengkondisian Proyek Senilai 35 M Yang Menyeret 18 Kepsek SD di Kab. Pasuruan

Rachmat menyebut kliennya bernama Haeruddin tersebut telah ditipu oleh oknum Bank BRI KC Pamekasan yang kasusnya mencuat sejak tahun 2020, namun sampai saat ini pelakunya belum kunjung dijebloskan ke penjara.

“Dari laporan tahun 2021 hingga saat ini belum jelas. Besok kita akan naikkan kembali melalui laporan ke polisi,” ungkapnya.

Sedangkan, Haeruddin menyebut bahwa korban kurang lebih ada 16 orang. Kalau pihaknya awalnya ditawari investasi puluhan juta dengan iming-iming hadiah sepeda motor dan mobil.

“Uang saya setor ke Anis dan diajak masuk ke dalam, awalnya saya investasi uang 50 juta dapat hadiah sepeda motor sama uang 13 juta, tapi sebagian gak keluar,” ucapnya.

Baca Juga :  Karang Taruna Kota Pasuruan Masuk Masa Tanpa Kepastian, Regenerasi Pengurus Dipertanyakan

Ia mengaku telah memulai investasi sejak tahun 2019 sampai tahun 2020. Menurutnya pelaku tidak ditangkap dan uangnya tidak kembali.

“Kerugian yang saya alami mencapai 1,Miliar lebih bebernya.

Sementara, upaya kedatangan Haeruddin bersama kuasa hukumnya tidak ditemui langsung oleh kepala Bank BRI KC Pamekasan. Namun, melalui salah satu petugas satpam yang berjaga di dalam kantor Bank BRI KC Pamekasan, keduanya diminta untuk mendatangi kembali pada keesokan harinya.

“Dari pimpinan diminta untuk mendatangi kantor kembali besok pak,” ucapnya, singkat.(Jos limbad)

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

ATLET BERTARUNG, PEMKOT MENGHILANG?” Bahrudien Sentil Keras Absennya Pemkot di Madinah Van Java 2

20 September 2026 - 17:16 WIB

Acara Sound Horeq di Desa Bulusari Ricuh, Penonton Saling Baku Hantam

20 September 2026 - 06:52 WIB

Sebuah Toko di Jalan Panglima Sudirman Karangploso Malang Diduga Jual Miras Secara Bebas

19 September 2026 - 08:16 WIB

Pedagang Buah Menjerit, Wagub LIRA Jatim Sentil Wali Kota: Mana Komitmen Menyejahterakan Rakyat?

19 September 2026 - 03:30 WIB

Dinilai Kebablasan, Cek Sound Horeq di Desa Gununggangsir Dancer Berjoget Tepat Didepan Masjid

19 September 2026 - 02:42 WIB

RSUD Kota Madiun Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dalam Program “Walikota Bersama Rakyat”

18 September 2026 - 12:58 WIB

Trending di Berita Utama