Menu

Mode Gelap

Nasional · 1 Sep 2023 14:05 WIB ·

Asal-usul Candi Gunung Gangsir Konon Dibangun Untuk Menghormati Janda Yang Murah Hati


 Asal-usul Candi Gunung Gangsir  Konon Dibangun Untuk Menghormati Janda Yang Murah Hati Perbesar

METROPAGI.id | PASURUAN – Candi Gunung Gangsir bisa juga sebut candi kebon candi terletak di Dukuh Kebon Candi, atau tepatnya berada di Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, nama candi ini masih merupakan mitos penduduk sekitar, yaitu bahwa nama ‘Gunung’ diambil dari keberadaan bangunan candi ini di masa lampau yang dilingkupi oleh gunung, sedangkan kata ‘Gangsir’ (Jawa: nggangsir) berarti menggali lubang di bawah permukaan tanah.

Keterangan penduduk setempat, nama ini muncul ketika pada suatu hari ada seseorang yang berusaha ‘menggangsir’ gunung ini untuk mencuri benda-benda berharga di dalam bangunan candi ini. Maka dikenal-lah bangunan candi ini dengan nama Candi Gunung Gangsir.

Konon candi ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga, yaitu sekitar abat ke-11 M. Walaupun diperkirakan berasal dari masa yang lebih awal sebelum masa pemerintahan Singasari, Candi Gunung Gangsir dibangun menggunakan bahan batu bata, bukan batu andesit.

Menurut masyarakat setempat, Candi Gunung Gangsir dibangun sebagai penghormatan kepada Nyi Sri Gati, yang dijuluki Mbok Randa Derma (janda murah hati), atas jasanya dalam membangun masyarakat pertanian di daerah itu.

Baca Juga :  Pelayanan Disparpora Kota Pasuruan Dikeluhkan, Meja Resepsionis Kosong Satu Jam, Pejabat Dihubungi Tak Direspons

Nyi Sri Gati merupakan tokoh dalam legenda masyarakat setempat. Pada zaman dahulu masyarakat di daerah itu belum mengenal kehidupan bercocok tanam, mereka senang mengembara dan makanan utamanya adalah sebangsa rerumputan.

Suatu hari, rerumputan yang menjadi makanan pokok mereka mulai menipis persediaannya. Pada saat itu datanglah seorang wanita, entah dari mana asalnya, bernama Nyi Sri Gati. Wanita itu mengajak para pengembara untuk berdoa, meminta petunjuk kepada Sang Hyang Widi tentang bagaimana caranya mengatasi kekurangan pangan yang mereka alami.

Tak lama kemudian datang serombongan burung sebangsa burung gelatik dengan membawa padi-padian, lalu menjatuhkannya di dekat para pengembara. Padi yang jatuh itu kemudian ditanam oleh Nyi Sri Gati. Beberapa bulan kemudian, tanaman Nyi Sri Gati sudah dapat dipanen. Nyi Sri Gati kemudian menumbuk hasil panennya untuk dijadikan beras, yang kemudian diolahnya menjadi nasi. Nyi Sri Gati kemudian mengajarkan cara bercocok tanam kepada para pengembara.

Baca Juga :  Rp25 Miliar untuk Stadion Tetap Jalan, Gaji PPPK Diminta Ditanggung Pusat

Sejak saat itu, masyarakat pengembara tersebut menetap dan hidup dari bercocok tanam. Mereka menjadikan padi sebagai makanan pokoknya. Sebagian dari padi yang dijatuhkan burung tadi berubah menjadi permata yang membuat Nyi Sri Gati menjadi kaya raya.

Bangunan kaki candi tersebut berbentuk segi empat dengan dengan ukuran sekitar 15 x 15 m2. Tinggi bangunan mencapai sekitar 15 m
Pada dinding di sisi kanan dan kiri atas pintu terdapat relung yang terlihat seperti tempat meletakkan arca.

Walaupun jika dilihat Candi Gunung Gangsir terlihat megah namun pada beberapa bagian telah hancur. Konon Candi ini mengalami kerusakan berat pada masa penjajahan Jepang.

Banyak hiasan yang ada pada dinding Candi yang diambil oleh Jepang guna membiayai perang. Setelah masa penjajahan Jepang berlalu masyarakat sekitar melakukan perbaikan sekedarnya tanpa didasari pengetahuan akan pemugaran. (Red)

sumber: Pasuruankab

Artikel ini telah dibaca 468 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Citra Kejaksaan Dipertaruhkan, Ketika Dugaan Korupsi Dana Banpol Dianggap Selesai Karena “Damai”

9 Juli 2026 - 15:45 WIB

Penyitaan Mobil Ayla Merah oleh Polresta Malang Kota Menuai Tanda Tanya, Prosedur Hukum Dipertanyakan!

9 Juli 2026 - 14:39 WIB

Tiga Jabatan Strategis Kosong, Jika Sistem Merit Berjalan, Mengapa Publik Belum Mengetahui Tahapan dan Target Waktunya?

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Target Pajak Daerah Kab. Pasuruan 2025 Tidak Tercapai, Mengapa Masih Diklaim Prestasi?

9 Juli 2026 - 04:29 WIB

Tempat Hiburan Malam di Tanah Kas Desa Nogosari Kembali Menggeliat, Warga Tagih Janji Kades

8 Juli 2026 - 09:25 WIB

PAD Rekor Rp1,19 Triliun: Prestasi Kinerja atau Ada Faktor yang Disembunyikan?

8 Juli 2026 - 04:08 WIB

Trending di Berita Utama