Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 23 Jan 2025 07:09 WIB ·

Salah Satu Siswa SDN Latek Diduga Jadi Korban Perundungan Teman Satu Sekolahnya


 Salah Satu Siswa SDN Latek Diduga Jadi Korban Perundungan Teman Satu Sekolahnya Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN, – Lagi dan lagi kekerasan di lingkungan sekolah atau yang sering dikenal dengan istilah ‘bullying’ terjadi. Kasus bullying kali ini terjadi di salah satu sekolah dasar yang berada di kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Tepatnya di SDN Latek.

Dimana, menimpa pada siswa kelas 5 B berinisial Y (Korban). Perundungan tersebut dilakukan oleh teman kelasnya yang juga bersekolah disekolahan tersebut. Sepertinya kasus seperti ini benar-benar belum hilang dari dunia pendidikan dan kerap sekali terjadi.

Maka dari itu, hal ini harus menjadi perhatian khusus oleh pihak sekolah, agar tidak mengganggu psikis anak dalam mengenyam pendidikan di sekolah. Atas kejadian tersebut korban mengalami trauma.

Mirisnya lagi, pelaku selalu melakukan kekerasan pada (Y) pada saat di sekolah mulai dari kelas tiga. Dikwatirkan anaknya selalu menjadi sasaran perundungan. Tak menunggu lama, korban dipindahkan sekolah oleh orang tuanya. Psikologis korban pun sudah dikonsultasikan pada UPTD PPA Kabupaten Pasuruan.

Perihal ini diungkapkan oleh Nara Sumber (Narsum) selaku ibu korban yang enggan disebutkan namanya, ia mengatakan,” anak saya mulai dari kelas tiga sudah menjadi bahan perundungan hingga kelas lima sekarang oleh pelaku, tak tahan dari pada anak saya semakin trauma, mending saya pindah kan sekolahnya,” ujarnya.

Baca Juga :  BRI Dukung Ekspansi Bebek Bang Alex, Kini Buka Cabang di Besuki dan Kembangkan Coffee Space

“Kami juga sudah laporan pada wali kelas maupun kepala sekolah. Namun, seluruh guru maupun kepala sekolah tak menghiraukan, diduga pihaknya melindungi pelaku. Dikeranakan pelaku ini adalah siswa yang berprestasi dalam hal olahraga basket,” paparnya pada awak media. Kamis (16/01/2025).

Narsum juga menjelaskan, sudah pernah ada pemanggilan orang tua termasuk saya, akan tetapi saya dengan orang tua pelaku tidak dipertemukan sama lain, disini lah dugaan saya bahwa anak tersebut memang dilindungi oleh gurunya maupun kepala sekolah. Apa guna berprestasi, namun, kelakuannya suka melakukan buly pada teman teman lainnya. Apa jadi nya penerus bangsa kalau seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu , ditempat lain Dona staf UPTD PPA Kabupaten Pasuruan bahwa sudah menerima laporan dan diperiksa psikis korban sedangkan untuk hasil masih belum keluar.

Tak sampai disitu, awak media berusaha untuk mengklarifikasi atas kejadian tersebut agar di dalam penanyangan berita bisa berimbang dengan mendatangi SDN Latek, pada hari Jumat (17/01/2025).

Baca Juga :  Target Pajak Daerah Kab. Pasuruan 2025 Tidak Tercapai, Mengapa Masih Diklaim Prestasi?

Tim investigasi awak media ditemui oleh wali kelas 5 b bernama Iin, dan pihaknya mengatakan bahwa kepala sekolah sedang tidak ada di kantor karena ada giat di luar. Dirinya juga tidak mau memberikan sedikit komentar, hanya berkata nunggu kepala sekolah yang punya kewenangan.

Wali kelas juga berjanji akan dipertemukan dengan kepala sekolah. Hingga berita ini ditayangkan awak media belum mendapatkan statement apapun dari kepala sekolah.

Selang beberapa hari pada hari Senin (20/01/2025) ketika ditanya melalui chat via WhatsApp pada wali kelas lima. Kapan kepala sekolah bisa diklasifikasi. Wali kelas hanya mengungkapkan, akan saya tanyakan pada beliau nya ngge pak, inggih banyak nya pekerjaan disekolah.

Pada hari Rabu (22/01/2025) awak media pun berikan pesan via WhatsApp menanyakan pada wali kelas. Namun tidak ada tanggap meskipun tanda baca sudah centang biru bertada pesan sudah dibuka atau dibaca. Akhirnya hal ini menjadi pertanyaan besar ada apakah dengan Kepala Sekolah SDN Latek, terkesan menutup nutupi kasus ini dan diduga melindungi pelaku, Bersambung.(Red)

Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Alastlogo Memanggil Bupati Pasuruan, Kenapa yang dihadapkan ke masyarakat hanya Sekda?

24 Juli 2026 - 08:51 WIB

Aroma Bau Bangkai Teror Warga Kawasan PIER, Masyarakat Pertanyakan Peran DLH Kabupaten Pasuruan dan Provinsi Jawa Timur

24 Juli 2026 - 07:29 WIB

Misteri Rp20 Juta dalam Penanganan Perangkat Desa Pendem, BNN Kota Malang Bantah Uang Tebusan: Uang Itu untuk Apa?

24 Juli 2026 - 05:13 WIB

Kasus Pembalakan Liar di Hutan Kalipare Dinilai Janggal? Delapan Orang di TKP, Tapi Hanya Dua Ditetapkan Tersangka

24 Juli 2026 - 04:51 WIB

Presiden Minta Hemat, Pasuruan Malah Nambah Utang Rp363 Miliar Untuk Proyek Fisik

24 Juli 2026 - 02:51 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi Digital, Merchant EDC di Situbondo Terus Bertambah

24 Juli 2026 - 02:42 WIB

Trending di Berita Utama