Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 28 Jun 2025 14:18 WIB ·

Sakral…!!! Malam Satu Syuro, Spiritual Asal Purwosari Memandikan Pusaka Warisann Leluhur


 Sakral…!!! Malam Satu Syuro, Spiritual Asal Purwosari Memandikan Pusaka Warisann Leluhur Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Tradisi turun temurun yang sudah mengakar di masyarakat, yaitu malam 1 Syuro yang dianggap sebagai malam yang sakral dan suci untuk melakukan ritual pembersihan diri dari sifat-sifat angkara murka dengan kata lain lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Tokoh spiritual asal Dusun Gutean, Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, Abah Sutarji atau di luar lebih dikenal dengan Gus Jampang, menganggap bulan As-syuro adalah bulan yang sakral untuk melakukan berbagai macam ritual suci.

Menurut keterangan Abah Sutarji selaku Pengurus Lembaga Ketabiban PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur, mengaku sebagai orang jawa, kita harus bisa melestarikan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur kita. Sabtu, 28/06/2025

“Sebagai orang jawa, kita harus bisa merawat dan melestarikan budaya atau tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur kita, termasuk mensucikan atau menjamas pusaka-pusaka yang kita miliki sebagai warisan nenek moyang kita”, jelasnya.

Baca Juga :  Dukung Aktivitas Masyarakat Pada Malam Hari, PU Bina Marga Malang Pasang 826 PJU di 33 Kecamatan

Dengan melestarikan budaya tersebut, kita juga ikut menjaga kearifan lokal, sedangkan maksud dan tujuan menjamas atau memandikan pusaka pada bulan Syuro, yaitu agar estetika dan pamor pusaka tetap terjaga.

“Selain menjaga kearifan lokal, maksud dan tujuan memandikan atau menjamas Pusaka pada bulan Syuro adalah agar estetika serta pamor pusaka tetap terjaga, puluhan pusaka warisan para leluhur kami sudah selesai disucikan, semoga kita semua dijauhkan dari segala bala’ dan musibah serta selalu dalam lindungan Allah SWT “, ungkapnya .

Baca Juga :  Aksi Balap Liar di Jalan Raya Purwosari Sengon Kian Meresahkan, Warga Desak Polisi Bertindak Tegas, Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa

Perlu untuk diketahui pusaka bukan hanya benda tajam, Ia punya jiwa, sejarah, dan tugas spiritual. Menjamas bukan hanya membersihkan secara fisik, tapi menyambungkan kembali energi leluhur.

Uniknya, tak hanya keris dan tombak yang dijamas. Alat pertanian seperti sabit, cangkul, hingga mata garu pun ikut diruwat. “Karena dari sana hidup rakyat bermula, Alat tani juga pusaka.

Ritual jamasan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan pameran budaya. Banyak kolektor yang sengaja membawa koleksi terbaiknya untuk dijamas dan didoakan, sekaligus menjaga sambungan spiritual antara manusia dan semesta.

“Bulan Syuro itu sakral. bulan ini jadi momentum pembersihan diri, pusaka, dan lingkungan, kami hanya meneruskan apa yang diajarkan para leluhur”, tutupnya. (Red*)

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Permainkan Beras Bersubsidi SPHP Sebanyak 20 Ton Polres Pasuruan Tangkap 4 OrangTersangka

31 Oktober 2026 - 04:27 WIB

DPD PSI Pasuruan Tabuh Gong Gelar Konsolidasi dan Bimtek Persiapan Verifikasi Parpol

25 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Praktik Judi Sabung Ayam Malang di Desa Donowarih, Karangploso Digerebeg Polisi

25 Oktober 2026 - 11:00 WIB

SMK N 1 Donorojo Kabupaten Pacitan Mengucapkan Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026.

24 Oktober 2026 - 03:58 WIB

Semarak Panen Raya Melon Hidroponik, Desa Pucang Anom Hadirkan Wisata Petik

24 Oktober 2026 - 03:48 WIB

PIRAMIDA Polres Pasuruan, Ngopi Bersama Awak Media Perkuat Sinergi dan Komunikasi

23 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Trending di Berita Utama