Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 13 Okt 2025 04:25 WIB ·

HUT RI ke-80 di Desa Oro-oro Kulon Ada Live DJ, Dua Hari Diwarnai Aksi Tawuran, Hingga Anak Dibawah Umur Jadi Korban


 HUT RI ke-80 di Desa Oro-oro Kulon Ada Live DJ, Dua Hari Diwarnai Aksi Tawuran, Hingga Anak Dibawah Umur Jadi Korban Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Karnaval “Sound horeg” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jatim. Pada Minggu (12/10/25), dua hari berakhir ricuh.

Sehari sebelumnya, Pemdes Oro-oro Ombo Kulon mengelar acara Sound Horeq atau tepat pada hari Sabtu 11/10/2025 panitia mengadakan Cek sound meski pada kenyataannya panitia menggelar Live DJ Tantri yang diduga tidak berizin dan acara tersebut juga aksi aksi tawuran masa.

Kapolsek Rembang, AKP Mulyono, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kericuhan di sela acara yang melibatkan beberapa orang.

“Iya, mas, semalam ada kericuhan dan sudah kita amankan. Bahkan ada korban di bawah umur, anak tersebut roboh dan sudah saya arahkan ke Unit PPA Polres,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Musim Penghujan Dinas PU Bina Marga Kab. Malang Lakukan Normalisasi Pengerukan Sendimen di Beberapa Saluran Air

Terkait dengan adanya salah satu penonton yang di hajar masa, Kapolsek menerangkan itu akibat dari adanya teriakan salah satu oknum sehingga terjadi tindakan kekerasan.

“Kalau ada yang kemarin dihajar masa itu, ternyata ada salah satu oknum penonton yang meneriaki Copet sehingga ada insiden kekerasan itu”.

Kapolsek menerangkan, kericuhan diduga dipicu oleh sejumlah pemuda yang terindikasi mabuk.

“Ternyata ada beberapa pemuda yang mabuk, mas, lalu joget-joget dan saling bersenggolan hingga memicu pertikaian tersebut,” tutup Mulyono, Senin (13/10/25) pagi.

Hingga berita ini diturunkan, awak media belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini. Kasi Humas Polres Pasuruan Kabupaten, Iptu Joko Suseno, saat dikonfirmasi untuk update terbaru, menyatakan belum menerima laporan resmi.

Baca Juga :  Karang Taruna Kota Pasuruan Masuk Masa Tanpa Kepastian, Regenerasi Pengurus Dipertanyakan

“Saya belum dapat laporan resminya, mas,” ujar Joko.

Insiden ini menjadi perhatian semua pihak. Salah satunya, Muslim Bupati LIRA Pasuruan menilai, kegiatan karnaval yang digelar di Desa Oro-oro Ombo Kulon sudah keluar dari jalurnya dan tidak lagi mencerminkan suatu edukasi tapi sudah keluar dari norma-norma dan etika serta terlalu berlebihan.

“Acara tersebut tidak lagi menjaga etika tapi sudah ngawur dalam pelaksanaannya, dimana acara tersebut dimulai sore hingga pagi hari, sedangkan banyak masyarakat yang perlu istirahat, oleh karena itu kita sebagai fungsi kontrol pemerintahan. Bermaksud guna menggelar audiensi dengan Kapolres Pasuruan untuk menyikapi penggunaan Sound horeg yang cenderung berlebihan,”terangnya ke awak media. (Red)

Artikel ini telah dibaca 294 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dinilai Janggal..!! Penetapan Tersangka Pemalsuan Akta Otentik Hanya 1Orang, Pelapor Bakal Laporkan Penyidik Polres Pasuruan ke Wasidik

26 September 2026 - 07:05 WIB

Cek Sound Karnaval di Desa Lecari Dikeluhkan, Jalan Utama Sukorejo-Bangil Ditutup Total, Pengendara Terpaksa Putar Balik

25 September 2026 - 14:39 WIB

Bea Cukai Pasuruan Dinilai Tebang Pilih, Mengapa Warung Kecil Dirazia, Sementara Ditengarai Ada 4 Pabrik Rokok Ilegal Tak Pernah Disentuh

25 September 2026 - 13:53 WIB

Eni Saptarini Lega, AS Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Polres Pasuruan, Kasus Pemalsuan Akta Otentik

25 September 2026 - 09:27 WIB

Dugaan Kekerasan Fisik Terhadap Siswa Sekolah Terulang Lagi, Kali Ini Oknum Kepsek SMPN 18 Kota Malang Terseret

25 September 2026 - 06:55 WIB

Dugaan Pencemaran Lingkungan Limbah Daur Ulang Botol, PT Veolia Services Indonesia di Kawasan Pier Mencuat

25 September 2026 - 05:24 WIB

Trending di Berita Utama