METROPAGI.ID, PASURUAN – Perayaan Sound horeg dalam rangka memperingati HUT RI ke-80 yang digelar Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu – Minggu 12/10/2025, dua hari di warnai aksi tawuran hal tersebut menurut beberapa sumber pelakunya sebelumnya meminum miras dan dari hasil penelitian berbagai sumber penelitian kejahatan terbanyak disebabkan pelakunya meminum-minuman keras sebelum menjalankan aksinya.
Salah satu warga sekitar menginformasikan ke awak media jika memang ada beberapa penonton membawa miras.
“Aslinnya acara di Rombo Kulon wingi seng gowok miras (red/bahasa Jawa),”ujar saksi mata ke metropagi.id.
Hal tersebut dikuatkan oleh stetmen Kapolsek Rembang AKP Mulyono, saat dikonfirmasi tim awak media, beliaunya membenarkan adanya kericuhan di sela acara yang melibatkan beberapa orang.
“Iya, mas, semalam ada kericuhan dan sudah kita amankan. Bahkan ada korban di bawah umur, anak tersebut roboh dan sudah saya arahkan ke Unit PPA Polres,” ujarnya,
Terkait dengan adanya salah satu penonton yang di hajar masa, Kapolsek menerangkan itu akibat dari adanya teriakan salah satu oknum sehingga terjadi tindakan kekerasan.
“Kalau ada yang kemarin dihajar masa itu, ternyata ada salah satu oknum penonton yang meneriaki Copet sehingga ada insiden kekerasan itu.

Kapolsek menerangkan, kericuhan diduga dipicu oleh sejumlah pemuda yang terindikasi mabuk.
“Ternyata ada beberapa pemuda yang mabuk, mas, lalu joget-joget dan saling bersenggolan hingga memicu pertikaian tersebut,” tutup Mulyono, Senin (13/10/25) pagi.
Insiden tawuran tersebut menjadi perhatian semua pihak. salah satunya, Muslimin Bupati LIRA Pasuruan menilai, kegiatan karnaval yang digelar di Desa Oro-oro Ombo Kulon sudah keluar dari jalurnya dan tidak lagi mencerminkan suatu edukasi tapi sudah keluar dari norma-norma dan etika, karena melebihi jam yang sudah ditentukan oleh SE Bupati Pasuruan dan adanya miras hingga memicu aksi tawuran.
“Acara tersebut tidak lagi menjaga etika tapi sudah ngawur dalam pelaksanaannya, dimana acara tersebut dimulai sore hingga pagi hari, sedangkan banyak masyarakat yang perlu istirahat, apalagi sampai terjadi tawuran dimana sebelumnya pelakunya minum miras dan hal ini sudah saya sampikan ke Kapolres Pasuruan “AKBP Jazuli Dani Irawan” secara langsung dalam acara audensi hari ini dan kami meminta pihak Kepolisian untuk rutin atau sering-sering melakukan razia miras di wilayah Kabupaten Pasuruan, dan Alhamdulillah bapak Kapolres berjanji pada kami untuk melakukan razia miras dengan menggandeng pihak Satpol PP,” terangnya. Kamis (16/10/2025). Red








