METROPAGI.ID | MALANG — Senin (2/2/2026)
Polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mencuat di Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Program yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa tersebut justru menyisakan persoalan serius dan memantik pertanyaan publik.
Kepala Desa Sidorejo, Hery, diketahui telah membongkar balai dusun yang selama ini digunakan sebagai fasilitas pelayanan masyarakat. Pembongkaran dilakukan dengan alasan lokasi tersebut akan dijadikan gedung KDMP.
Namun ironisnya, setelah balai dusun dibongkar, pembangunan gedung KDMP justru gagal direalisasikan. Berdasarkan ketentuan teknis, ukuran minimal gedung KDMP harus mencapai 20 × 30 meter, sementara lahan yang tersedia di lokasi hanya 16 × 30 meter.
Akibat ketidaksesuaian ukuran tersebut, pihak Koramil memutuskan pembangunan tidak dapat dilanjutkan karena tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Dampaknya, balai dusun yang telah dibongkar kini terbengkalai, sementara masyarakat kehilangan fasilitas publik tanpa kejelasan lokasi pengganti maupun rencana pembangunan baru.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius dari masyarakat terkait perencanaan, kajian teknis, serta kehati-hatian pemerintah desa sebelum mengambil keputusan pembongkaran aset desa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Sidorejo terkait solusi penggantian balai dusun maupun langkah lanjutan pasca gagalnya pembangunan KDMP.
Saat dikonfirmasi secara singkat, Kepala Desa Sidorejo, Hery, hanya menyampaikan bahwa dirinya masih menjalani kontrol kesehatan.
“Maaf, saya masih kontrol di rumah sakit,” ujarnya singkat, Senin siang (2/2/2026).
( fr )








