Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 13 Jun 2026 08:37 WIB ·

Diduga Tidak Ada Tindakan Dari Kepolisian, Warga Amankan Pick up Bermuatan BBM Bersubsidi di Tutur, Pasuruan


 Diduga Tidak Ada Tindakan Dari Kepolisian, Warga Amankan Pick up Bermuatan BBM Bersubsidi di Tutur, Pasuruan Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN –Ironi, dikala Pemerintah Pusat menaikan harga BBM non subsidi untuk menekan pengeluaran Anggaran Negara (APBN) atau untuk mengurangi beban subsidi negara agar dana dapat dialokasikan lebih optimal ke sektor pembangunan lainnya. Serta untuk mendorong subsidi tepat sasaran, dengan menjaga harga BBM non-subsidi pada nilai wajar.

Namun ditangan mafia BBM, kenaikan harga BBM non subsidi tersebut justru menjadi celah untuk memperkaya diri sendiri dengan membeli pertalite ke beberapa SPBU menggunakan sepeda motor dengan kapasitas besar lalu ditampung dan dimasukan ke dalam jurigen-jurigen untuk dijual lagi ke daerah pelosok seperti ke wilayah Kecamatan Nongkojajar dan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Hal tersebut terbukti setelah warga mengamankan satu unit mobil pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi N 9122 EC yang kedapatan membawa puluhan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, pada Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga :  Mandeknya Kasus Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Tumpang Disorot, Abah Edi Macan: "Laporkan Saja ke Propam Paminal"

Aksi ini dilakukan warga sebagai bentuk protes atas maraknya dugaan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dinilai luput dari penindakan aparat kepolisian setempat.

Pikap tersebut dicegat warga di Jalan Raya Tutur, Dusun Krajan I, Kecamatan Tutur. Di dalam kendaraan, ditemukan muatan BBM bersubsidi dalam 35 jeriken yang diduga akan didistribusikan ke wilayah pelosok.

Warga Kecewa Minimnya Tindakan Aparat
Salah satu warga, Sutikno, menyatakan bahwa inisiatif pengamanan ini diambil karena warga merasa aduan yang disampaikan melalui pemberitaan media massa tidak membuahkan hasil. Menurutnya, praktik distribusi BBM bersubsidi dalam jumlah besar ke wilayah mereka terus berlangsung dan semakin berani.

“Aduan sudah kami sampaikan ke media beserta bukti foto dan video. Harapan kami ada tindakan dari pihak Polsek maupun Polres Pasuruan. Namun, para pelaku justru semakin menjadi-jadi, akhirnya warga memilih mengamankan sendiri,” ujar Sutikno.

Baca Juga :  Tiga Orang Pencuri Rel Kereta Api Berhasil Dibekuk, Polisi Amankan Barang Bukti

Warga menduga, pikap tersebut milik seseorang berinisial ER, warga asal Purwosari, yang disebut-sebut telah beroperasi selama bertahun-tahun sebagai pemasok BBM bersubsidi di wilayah tersebut tanpa pernah tersentuh hukum. Warga berharap, temuan ini segera ditindaklanjuti oleh kepolisian agar pelaku diberikan hukuman yang setimpal sesuai aturan perundang-undangan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut. Kanit Tipiter Polres Pasuruan, Harya Yassin, dan Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyo, belum merespons upaya konfirmasi awak media.

Hal serupa terjadi pada Kapolsek Tutur, AKP Budi Luhur, yang juga belum memberikan pernyataan mengenai temuan puluhan jeriken BBM tersebut.

Penyalahgunaan BBM bersubsidi sendiri merupakan pelanggaran serius terhadap aturan pemerintah yang bertujuan menjaga subsidi agar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak. (Red)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Disebut “Hoaks” oleh Polresta Malang Kota, Keluarga Korban Dugaan Pemerasan dan Penyimpangan Prosedur di Polsek Klojen Buka Suara: “Jangan Bodohi Publik”

13 Juni 2026 - 08:48 WIB

Mutasi Pejabat Teknis Pasuruan, Tanda Tanya Besar

13 Juni 2026 - 04:28 WIB

Kokurikuler Jejak Sejarah, Literasi Budaya, dan Permainan Tradisional untuk Mewujudkan Profil Lulusan Unggul

12 Juni 2026 - 11:52 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan di Poncokusumo Jadi Sorotan, Muncul Perbedaan Informasi Terkait Status Laporan Korban

12 Juni 2026 - 11:37 WIB

Empat Depkolektor Di OTT Satreskrim Polres Kota Dugaan Pemerasan di Wilayah Panggungrejo

12 Juni 2026 - 09:32 WIB

Ke Mana Baperjakat? Apakah Kalah dengan Tim Adhoc Bentukan Bupati?

12 Juni 2026 - 06:19 WIB

Trending di Berita Utama