Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 13 Jun 2026 08:48 WIB ·

Disebut “Hoaks” oleh Polresta Malang Kota, Keluarga Korban Dugaan Pemerasan dan Penyimpangan Prosedur di Polsek Klojen Buka Suara: “Jangan Bodohi Publik”


 Disebut “Hoaks” oleh Polresta Malang Kota, Keluarga Korban Dugaan Pemerasan dan Penyimpangan Prosedur di Polsek Klojen Buka Suara: “Jangan Bodohi Publik” Perbesar

METROPAGI.ID | MALANG – Pihak keluarga korban dalam kasus dugaan pemerasan dan penyimpangan prosedur penanganan perkara di Polsek Klojen, Kota Malang, angkat bicara menyusul pernyataan resmi Polresta Malang Kota yang menyebut pemberitaan media Bratapos.com terkait kasus tersebut sebagai hoaks.

Keluarga korban menilai pelabelan “hoaks” yang disampaikan melalui akun media sosial resmi Polresta Malang Kota merupakan tindakan yang tidak tepat dan berpotensi menyesatkan publik.

Kami menilai tindakan melabeli berita yang berisi fakta dan bukti yang kami miliki sebagai hoaks melalui media sosial resmi merupakan bentuk pembodohan publik dan upaya menutupi dugaan pelanggaran yang terjadi,” ujar perwakilan keluarga dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (13/6/2026).

Reaksi Warganet

Unggahan akun Facebook resmi Polresta Malang Kota yang menyatakan pemberitaan tersebut sebagai hoaks turut menuai beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah akun mempertanyakan dasar kepolisian dalam menyimpulkan bahwa informasi yang diberitakan tidak benar.

Akun Info Malang Raya, misalnya, mempertanyakan alasan kepolisian tidak menggunakan mekanisme hak jawab atau klarifikasi terhadap media yang mempublikasikan berita tersebut.

Kenapa tidak langsung meminta hak jawab? Mengapa malah menyimpulkan berita tersebut bohong atau berita palsu? Terus apa yang sebenarnya terjadi?” tulis akun tersebut di kolom komentar.

Baca Juga :  Tebar Kebaikan, Polres Pasuruan Salurkan 16 Sapi dan 57 Kambing Untuk Masyarakat di Hari Idul Adha 1447 Hijrah 

Sementara itu, akun lain bernama Paman Bobo menilai pemberitaan yang dipublikasikan media seharusnya didasarkan pada data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Klaim Memiliki Bukti

Menanggapi tudingan hoaks, pihak keluarga menyatakan memiliki sejumlah bukti yang menurut mereka mendukung seluruh kronologi yang disampaikan kepada publik.

Bukti tersebut, kata mereka, meliputi keterangan korban, dokumen hukum, rekaman percakapan, serta bukti transfer sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan perkara yang dipersoalkan.

Menurut keluarga, hingga saat ini belum ada klarifikasi substansial yang membantah poin-poin yang mereka sampaikan, selain pernyataan bahwa pemberitaan tersebut merupakan hoaks.

Kami menyayangkan jika suatu informasi langsung dicap hoaks tanpa dilakukan klarifikasi faktual atau penjelasan secara rinci terhadap setiap poin yang dipersoalkan,” ujar perwakilan keluarga.

Soroti Dugaan Kejanggalan Prosedur

Pihak keluarga juga mengungkap sejumlah hal yang mereka nilai sebagai kejanggalan dalam proses penanganan perkara di Polsek Klojen. Beberapa poin yang disoroti antara lain:

1. Dugaan penjemputan atau penangkapan tanpa surat panggilan resmi.
2. Korban disebut diajak dengan alasan mediasi, namun berujung pada proses penahanan.
3. Adanya dugaan permintaan sejumlah uang untuk mempengaruhi penanganan perkara.
4. Perkara yang menurut keluarga lebih mengarah pada sengketa perdata diduga diproses menggunakan pendekatan pidana.
5. Dugaan penyitaan barang pribadi tanpa dasar hukum yang jelas.

Baca Juga :  SMKN 1 Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Adha 1447/2026

Keluarga menilai seluruh poin tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Siap Tempuh Jalur Pengawasan

Atas dugaan penyimpangan yang mereka sampaikan, pihak keluarga menyatakan akan menempuh berbagai jalur pengawasan dan pengaduan, baik internal maupun eksternal.

Mereka mengaku siap membawa persoalan tersebut ke Divisi Propam Polri, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Komnas HAM, maupun lembaga terkait lainnya apabila diperlukan.

Kebenaran akan tetap menjadi kebenaran. Kami memiliki bukti dan saksi yang siap memberikan keterangan. Karena itu kami akan menempuh seluruh mekanisme yang tersedia sesuai aturan yang berlaku,” tegas perwakilan keluarga.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya memperoleh konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak Polresta Malang Kota maupun Polsek Klojen terkait tudingan dugaan penyimpangan prosedur dan dugaan pemerasan yang disampaikan oleh pihak keluarga. (Fr)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Diduga Tidak Ada Tindakan Dari Kepolisian, Warga Amankan Pick up Bermuatan BBM Bersubsidi di Tutur, Pasuruan

13 Juni 2026 - 08:37 WIB

Mutasi Pejabat Teknis Pasuruan, Tanda Tanya Besar

13 Juni 2026 - 04:28 WIB

Kokurikuler Jejak Sejarah, Literasi Budaya, dan Permainan Tradisional untuk Mewujudkan Profil Lulusan Unggul

12 Juni 2026 - 11:52 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan di Poncokusumo Jadi Sorotan, Muncul Perbedaan Informasi Terkait Status Laporan Korban

12 Juni 2026 - 11:37 WIB

Empat Depkolektor Di OTT Satreskrim Polres Kota Dugaan Pemerasan di Wilayah Panggungrejo

12 Juni 2026 - 09:32 WIB

Ke Mana Baperjakat? Apakah Kalah dengan Tim Adhoc Bentukan Bupati?

12 Juni 2026 - 06:19 WIB

Trending di Berita Utama