Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 25 Agu 2026 05:01 WIB ·

Program PJU Diduga Tumpang Tindih dan Sarat Korupsi, Masyarakat Soroti Kinerja Dishub Pasuruan


 Program PJU Diduga Tumpang Tindih dan Sarat Korupsi, Masyarakat Soroti Kinerja Dishub Pasuruan Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN — Penerangan Jalan Umum (PJU) yang bersumber dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) setiap kWh meter warga seharusnya dapat dirasakan secara maksimal. Namun, alih-alih memberikan kenyamanan, program pemasangan dan perawatan PJU di lapangan justru dinilai sangat asal-asalan.

Gus Ujay, Ketua Umum LSM P-MDM sekaligus warga Wonorejo yang kantornya berada tak jauh dari Dinas Perhubungan (Dishub), mengaku kerap memberikan masukan. Dengan nada lantang, ia menyampaikan kepada awak media bahwa banyak ditemukan penyimpangan dalam program kerja PJU di lapangan.

“Banyak warga yang terpaksa melakukan penyambungan liar (jamper) sendiri tanpa adanya penertiban. Belum lagi, banyak PJU yang kami lihat tanpa perawatan berkala,” ujar Gus Ujay.

Baca Juga :  Sidang Ketiga Sengketa Tanah Rejoso Lor Memanas, Mediasi Gagal Total, Perkara Lanjut ke Pokok Perkara

Ia juga menyoroti kejanggalan terkait penggantian lampu. Menurutnya, tiang PJU lama kerap ditumpuki pemasangan PJU baru, sementara keberadaan unit PJU yang lama tidak diketahui rimbanya dan entah dipindahkan ke mana.

Pihaknya berencana melayangkan surat permohonan transparansi publik guna mencocokkan data dengan fakta di lapangan. Langkah ini diambil agar pemasangan lampu jalan tidak sekadar memenuhi “pesanan” pihak tertentu, melainkan benar-benar berdasarkan kebutuhan warga.

Sebagai contoh konkret, Gus Ujay menyebutkan PJU lama mulai dari gardu 266 Madurejo, Kendang Dukuh, hingga Karangsono yang kini sudah tidak terlihat lagi dan banyak yang ditumpuki unit baru.
“Data di lapangan sudah kami siapkan. Kami menuntut jawaban secara terbuka dari pihak Dishub, khususnya Kasi Penerangan Jalan Umum,” tegasnya.

Baca Juga :  FRONTAL Laporkan Dugaan PETI di Lemahbang, Nomor Izin Tambang Dipersoalkan

Tidak hanya itu, Gus Ujay juga menyoroti bahaya di lapangan berupa kabel yang sengaja menjuntai ke tanah serta tiang lampu yang roboh namun dibiarkan begitu saja tanpa penanganan.

“Kemana anggaran perawatannya? Dan untuk apa ada pemasangan baru jika yang lama saja dibiarkan hancur?” pungkasnya dengan tegas.

Dikonfirmasi akan hal tersebut Kirun Kasi Bidang PJU Dishub Kabupaten Pasuruan, belum memberikan klarifikasi apapun hingga berita ini ditayangkan. (Red)

Artikel ini telah dibaca 115 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di SPBU Kraton Mencuat, Tiga Mobil Box Terendus Keluar Masuk Isi BBM

15 Oktober 2026 - 05:49 WIB

FRONTAL Laporkan Dugaan PETI di Lemahbang, Nomor Izin Tambang Dipersoalkan

14 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Mediasi Gagal, Korban Penipuan 350 Juta Desak Polres Pasuruan Segera Tetapkan Tersangka

12 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Warga Jabon Sidoarjo Digegerkan Penemuan Mayat Pemuda, Beserta Sepeda Motor CBR

10 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Sidang Ketiga Sengketa Tanah Rejoso Lor Memanas, Mediasi Gagal Total, Perkara Lanjut ke Pokok Perkara

8 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Tertipu Tanah Kapling Fiktif, Pasutri Asal Bangil Lapor Polisi

8 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Trending di Berita Utama