Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 19 Sep 2026 03:30 WIB ·

Pedagang Buah Menjerit, Wagub LIRA Jatim Sentil Wali Kota: Mana Komitmen Menyejahterakan Rakyat?


 Pedagang Buah Menjerit, Wagub LIRA Jatim Sentil Wali Kota: Mana Komitmen Menyejahterakan Rakyat? Perbesar

METROPAGI.ID, KOTA PASURUAN – Keluhan pedagang terkait kebijakan relokasi mendapat perhatian dari Wakil Gubernur LIRA Jawa Timur, Ayi Suhaya, S.H. Ia mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan penataan kawasan tetap memberikan ruang bagi masyarakat kecil untuk hidup dan mencari nafkah.

“Sudah 81 tahun kita merdeka. Jangan sampai rakyat kecil yang mencari nafkah justru merasa semakin sulit karena kebijakan yang dibuat pemerintah. Pedagang juga punya hak untuk hidup sejahtera,” tegas Ayi Suhaya. (19/9/2026)

Menurut Ayi, kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan kepastian dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Ia meminta Wali Kota Pasuruan hadir langsung mendengarkan keluhan pedagang dan memastikan persoalan relokasi mendapatkan solusi.

Baca Juga :  GENTONG BERSINAR! FASHION NIGHT DAN JALAN SEHAT SATUKAN SEMANGAT WARGA

“Mana komitmen untuk menyejahterakan rakyat? Pedagang ini bukan meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin tempat berjualan yang layak dan tetap bisa mendapatkan penghasilan,” ujarnya.

Sorotan juga ditujukan kepada DPRD Kota Pasuruan, khususnya Ketua DPRD H. Toyib, agar menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan relokasi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang terdampak.

Ayi menilai, persoalan tersebut perlu dibahas secara terbuka antara Pemkot, DPRD, OPD terkait, dan perwakilan pedagang. Aspek kelayakan lokasi, kebersihan, akses pembeli, keamanan, serta dampak terhadap omzet harus menjadi pertimbangan.

“Jangan sampai slogan merdeka hanya terdengar di panggung-panggung. Di lapangan, pedagang justru merasa kehidupannya semakin terjepit. Kemerdekaan harus dirasakan juga oleh rakyat kecil,” kata Ayi.

Baca Juga :  Acara Cek Sound di Desa Wrati Kejayaan Penuh Kecaman, Alih-alih Hiburan Rakyat, Karcis Masuk Dipatok Rp25.000

Jangan Sampai Pedagang Merasa Seperti ‘Terjajah’

Ayi menegaskan, pemerintah harus berhati-hati dalam menerapkan kebijakan agar penataan kawasan tidak menimbulkan persoalan baru bagi pedagang.

“Jangan sampai rakyat sudah merdeka secara negara, tetapi dalam mencari nafkah justru merasa seperti terjajah oleh keadaan. Pemerintah harus hadir, mendengar dan memberikan solusi,” tegasnya.

Ia kembali mengingatkan pemerintah daerah agar tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi.

“Jangan hanya 3D: Duduk, Datang, Duwet. Yang dibutuhkan pedagang adalah kehadiran pemimpin, dialog dan solusi nyata,” pungkas Ayi.

LIRA Jawa Timur menyatakan akan terus mengawal aspirasi pedagang dan mendorong adanya penyelesaian yang memperhatikan kepentingan masyarakat serta keberlangsungan usaha para pedagang buah di Pasar Besar Kota Pasuruan.

(Yn)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sebuah Toko di Jalan Panglima Sudirman Karangploso Malang Diduga Jual Miras Secara Bebas

19 September 2026 - 08:16 WIB

Dinilai Kebablasan, Cek Sound Horeq di Desa Gununggangsir Dancer Berjoget Tepat Didepan Masjid

19 September 2026 - 02:42 WIB

RSUD Kota Madiun Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dalam Program “Walikota Bersama Rakyat”

18 September 2026 - 12:58 WIB

Pemerintah Desa Suruh Realisasikan Pembangunan Talud Sepanjang 460 Meter, Perkuat Infrastruktur Jalan Warga

18 September 2026 - 11:16 WIB

Kejaksaan Pastikan Dalami Kasus Dugaan Pengkondisian Proyek Senilai 35 M Yang Menyeret 18 Kepsek SD di Kab. Pasuruan

18 September 2026 - 06:40 WIB

DIPASANG “PORTAL PAJAK”. PENGUSAHA TAMBANG MERASA DIPERLAKUKAN SEPERTI MALING?

18 September 2026 - 03:08 WIB

Trending di Berita Utama