Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 22 Sep 2023 07:00 WIB ·

Berwarnah Cokalat Keruh, Diduga Limbah PT. STBC dibuang Secara Langsung Tanpa Diproses Lebih Dahulu


 Berwarnah Cokalat Keruh, Diduga Limbah PT. STBC dibuang Secara Langsung Tanpa Diproses Lebih Dahulu Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN- Limbah atau sisa hasil produksi suatu Perusahaan kalau tidak di kelola dengan baik atau diproses lebih dahulu tentunya akan berdampak buruk bagi alam sekitar atau ekosistem yang ada, dan Pemerintah sudah mengatur tentang tata cara pengelolahan limbah industri yang baik.

 

Adapun aturan tersebut tertuang dalam peraturan pemerintah dengan mengeluarkan UU nomor 32 tahun 2009, menyebutkan bahwa setiap orang/perusahaan yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan dengan benar, maka bisa dipidanakan, dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

 

Namun realita di lapangan tidak sedikit Perusahaan nakal  secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi membuang limbah atau sisa hasil produksinya ke aliran sungai tanpa dikelola lebih dulu atau tanpa melalui UKL/UPL.

Baca Juga :  Tata Kelola dan Akuntabilitas ASN di Kab. Pasuruan Honor Pembicara untuk Pejabat Sendiri, Etika atau Sekadar Formalitas?

 

Dari informasi warga Dusun, Guyangan dan Dusun Bahrowo, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, dimana rumahnya  tidak jauh dari aliran sungai anak Wrati atau tempat pembuangan limbah  PT. Sorini Towa Berlian Corporindo ( STBC ), sebuah perusahaan PMA, yang bergerak dibidang produksi sorbitol dengan orientasi pasar ekspor. Sorbitol sendiri adalah senyawa kimia yang dapat dihasilkan dengan cara mereduksi glukosa dan banyak digunakan secara luas pada industri makanan, kosmetik, kimia dan obat-obatan, mereka menduga perusahaan tersebut membuang limbah cairnya tanpa melalui Unit Pengelolahan Limbah lebih sebelum di buang ke aliran sungai, karena mereka sering melihat air dari pipa atau selokan yang terhubung langsung ke perusahaan berwarnah keruh, kecoklat-coklatan.

Baca Juga :  Prediksi Terbukti, klaim PAD “Rekor Sejarah” Retak di Paripurna Sendiri

 

“Sering kami melihat, air yang keluar dari pipa atau selokan perusahaan PT. STBC berwarna keruh kecoklat-coklatan, bahkan pada beberapa bulan yang lalu limbah yang dikeluarkan berwarna hitam pekat dan kami sempat mengabadikan melalui ponsel ,”ucapnya ke awak media. Kamis (21/09/2023)

 

Sementara itu, akan adanya hal ini, Anwar selaku Manager PT. STBC saat di konfirmasi awak media ia mengatakan, kalau air yang keluar dari selokan itu dari bersih-bersih halaman, sementara yang dari pipa memang limbah industri dari hasil IPAL dan saat ini kita melakukan perbaikan dan kami sedang koordinasi dengan DLH Kabupaten Pasuruan,”balasnya dalam pesan singkat. (Ad)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

AgenBRILink BRI Malang Martadinata Kian Berkembang, Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM

1 Agustus 2026 - 08:08 WIB

JALANNYA HANCUR DILINDAS TRUK PERUSAHAAN. TAPI DESA TERDAMPAK BELUM TENTU JADI PRIORITAS CSR

1 Agustus 2026 - 05:01 WIB

BRILink Agen BRI Batu Tumbuh Pesat, 1.473 Agen Bukukan Volume Transaksi Rp444 Miliar

31 Juli 2026 - 14:09 WIB

RIBUAN SANTRI MALANG DAN DPC PERADI PROTES PENUTUPAN PONDOK PESANTREN SERTA PENANGKAPAN PENGASUH

31 Juli 2026 - 12:35 WIB

Pembangunan Proyek Gedung Manajemen RSUD Bangil Jadi Ruang Rawat Inap Layak Disorot, Wartawan Dilarang Ambil Gambar

31 Juli 2026 - 09:46 WIB

BRI Region 13 Malang Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan TJSL Rp22,3 Miliar hingga Juli 2026

31 Juli 2026 - 07:21 WIB

Trending di Berita Utama