Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 22 Mei 2025 05:19 WIB ·

Warga Keluhkan Pemutusan Sepihak Jaringan PDAM Tanpa Surat Peringatan


 Warga Keluhkan Pemutusan Sepihak Jaringan PDAM Tanpa Surat Peringatan Perbesar

Warga Keluhkan Pemutusan Sepihak Jaringan PDAM Tanpa Surat Peringatan.

Salah satu warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, mengaku kecewa atas tindakan pemutusan jaringan air yang dilakukan secara sepihak oleh PDAM Tirta Kanjuruhan Unit Dampit tanpa adanya pemberitahuan atau surat peringatan sebelumnya.

“Jaringan pipa diputus begitu saja tanpa adanya surat peringatan atau teguran kepada pelanggan. Memang keluarga kami memiliki tunggakan, karena kondisi ekonomi sedang sulit belakangan ini. Saat mendaftar menjadi pelanggan, kami membayar Rp1.500.000 dan mendapat meteran serta dua kran. Tapi ketika rumah dalam keadaan kosong, tiba-tiba jaringan pipa sudah diputus,” ungkap warga tersebut kepada awak media.

Ia menilai tindakan PDAM tersebut tidak manusiawi dan terkesan sewenang-wenang.

“Kami sangat kecewa. Saat pendaftaran, kalau tidak membayar, meteran tidak dipasang. Tapi sekarang, meski petugas berseragam dan memiliki wewenang, mereka seharusnya tidak bisa bertindak semena-mena. Harusnya ada upaya memberikan pemahaman kepada warga yang belum sepenuhnya mengerti prosedur,” lanjutnya.

Baca Juga :  Dirut Perum Tirta Dharma Purabaya Kab. Madiun Ucapkan Selamat Hari Air Sedunia 2026

Menanggapi hal ini, Kepala Unit PDAM Tirta Kanjuruhan Dampit bersama bagian umum membenarkan adanya pemutusan jaringan tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Seperti halnya layanan listrik, jika sudah menunggak selama tiga bulan, maka kami berhak melakukan pemutusan. Soal surat peringatan, kami sudah menyertakannya dalam lembar tagihan bulanan. Mungkin warga yang bersangkutan kurang memperhatikan,” jelasnya.

Pihak PDAM juga menyatakan bahwa saat awal mendaftar sebagai pelanggan, warga telah menandatangani kesepakatan bermaterai yang memuat konsekuensi pemutusan jaringan apabila terjadi tunggakan.

“Pemutusan ini juga bertujuan agar pelanggan datang ke kantor untuk menyampaikan keluhan. Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik,” pungkasnya.

Baca Juga :  4 Pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo Menjerit, Beli Lapak Rp40 Juta Malah Diusir, Uang Terancam Raib

Kejadian ini turut mendapat perhatian dari salah satu warga yang berprofesi sebagai advokat (Beny S). Ia menilai pemutusan sepihak oleh PDAM dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum jika tidak didasari oleh prosedur dan regulasi yang jelas.

“Pemutusan sepihak oleh PDAM bisa dianggap sebagai pelanggaran kontrak maupun pelanggaran terhadap hak konsumen. Tindakan ini harus ditinjau dari berbagai aspek hukum, antara lain:

1.Perjanjian kerja sama atau perjanjian langganan,

2.Peraturan Menteri PUPR,

3.Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UU No. 8 Tahun 1999),

4.Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Direksi PDAM,

5.Putusan pengadilan atau yurisprudensi yang relevan.

 

Jika pemutusan dilakukan tanpa dasar hukum dan tidak mengikuti prosedur yang berlaku, hal tersebut berpotensi menjadi bentuk penyalahgunaan kewenangan,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 246 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Muslimin Penuhi Panggilan Klarifikasi Polisi, Ia Menampik Tudingan Adanya Tindakan Penipuan dan Penggelapan

27 April 2026 - 11:29 WIB

Diduga Langgar Aturan Ketenagakerjaan, Karyawan PT. COBRA Yang Dipekerjakan PT. MGC Technology Indonesia Gaji Dibawa UMR

27 April 2026 - 06:00 WIB

Saat Semua Berhemat, Mengapa Pasuruan Justru Membangun Stadion Rp 25 Miliar?

26 April 2026 - 10:42 WIB

Gudang Pil Double L di Sukorejo Digerebek Polres Pasuruan, 104.961 butir pil double L dan 14 poket Sabu Berhasil Diamankan

26 April 2026 - 09:12 WIB

SMADA Islamic Festival 2026, Lahirkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

26 April 2026 - 06:14 WIB

Dugaan “Tangkap–Peras–Lepas” di Polres Batu, Uang Damai Rp5 Juta Diduga Kuat Mengalir di Unit Pidum

25 April 2026 - 19:31 WIB

Trending di Berita Utama