Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 20 Sep 2023 09:19 WIB ·

Polindes Sambirejo Sering Tutup, Warga Mempertanyakan Kemana Petugas Medis Disaat Jam Pelayanan


 Kondisi Polindes di Rejoso nampak sepi dan tertutup. (Foto : Istimewa - Metropagi.id) Perbesar

Kondisi Polindes di Rejoso nampak sepi dan tertutup. (Foto : Istimewa - Metropagi.id)

METROPAGI.id | PASURUAN – Warga Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, sering kembali dan kecewa ketika mau berobat ke Pos Bersalin Desa (Polindes) yang merupakan sarana dan prasarana kesehatan pertama masyarakat mendapatkan pertolongan medis sebelum dibawa ke puskesmas atau rumah sakit.

Hal ini pernah dirasakan serta dikeluhkan salah satu warga, ketika mau berobat atau membutuhkan petugas medis di kala anaknya sedang sakit.

“Ketika itu, pada pagi hari sekitar jam 10.00, tiba-tiba anak saya yang masih bayi mengalami panas demam, karena saya takut terjadi apa-apa, bergegaslah saya pergi ke Polindes, namun setibanya di sana ternyata tidak ada orang atau petugas medis sama sekali yang saya jumpai serta pintunya tertutup rapat, meskipun agak jauh dari rumah saya, segera saya pergi ke Puskesmas Rejoso demi kesembuhan bayi saya,” keluhnya.

Baca Juga :  SK Kepala Puskesmas Diserahkan, Publik Bertanya-Tanya: Di Mana Transparansi Seleksinya?

Menyikapi akan hal ini, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Gerakan Transparansi Indonesia Bersatu (LSM AGTIB) “Arifin” mengatakan, beberapa sarana dan prasarana kesehatan sudah disiapkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan, baik di setiap kelurahan maupun di Desa, namun nyatanya setelah saya datangi memang benar informasi dari warga, Polindes Sambirejo hari ini pintunya tertutup atau tidak digunakan dengan efektif. Rabu (20/09/2023).

“Itu sebabnya masyarakat pertanyakan status dari bangunan-bangunan tersebut jika tidak tepat sasaran kenapa Polindes dibangun sehingga tidak merugikan APBD, kalaupun dibangun seharusnya ada tenaga medis yang standby di Polindes untuk melayani kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Ganti Nama, Sama Fungsi, Apakah TP3D Sengaja Dirancang untuk Menghindari Larangan BKN?

Lebih lanjut ia mengatakan, saya dan warga Desa Sambirejo berharap, kiranya keluhan masyarakat ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan dibawa kepemimpinan Bupati H. Irsyad Yusuf melalui Kepala Dinas Kesehatan Ibu Ani Latifah dapat membenahi masalah-masalah kesehatan di daerah ini.

“Saya dan warga Desa Sambirejo berharap Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan dapat membenahi masalah ini untuk Pasuruan Maslahat bagi rakyat,” tegasnya.

Akan adanya hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Ibu Ani Latifa saat dikonfirmasi awak media melalui No ponselnya beliaunya mengatakan, Bu Bidan Desa Sambirejo saat ini sementara ditugaskan dinas di Puskesmas induk Rejoso, karena Bidan di Puskesmas Induk cuti melahirkan, untuk kegiatan Posyandu dll tetap dilaksanakan,” balasnya.

(Al/red)

Artikel ini telah dibaca 140 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dinilai Langgar Kebebasan Pers, Satpol PP Kota Pasuruan Tuai Sorotan, Awak Media Dilarang Konfirmasi

19 Mei 2026 - 05:56 WIB

Membedah Perda TJSL Kabupaten Pasuruan No. 2 Tahun 2025

19 Mei 2026 - 03:36 WIB

Demi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, DPRD Kabupaten Pasuruan Sahkan Tiga Raperda Non-APBD Tahun 2026

18 Mei 2026 - 13:16 WIB

Ganti Nama, Sama Fungsi, Apakah TP3D Sengaja Dirancang untuk Menghindari Larangan BKN?

16 Mei 2026 - 05:38 WIB

Ketika Ada Arena Judi Sabung Ayam di Desa Mojorejo, Mengapa Polres Blitar Diam, Dimana Penegak Hukum

15 Mei 2026 - 04:54 WIB

Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Sruni Gedangan, Belasan Motor Disita

15 Mei 2026 - 03:16 WIB

Trending di Berita Utama