Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 12 Okt 2023 07:23 WIB ·

Kebebasan Pers Indonesia di Ujung Tanduk, Wartawan Sampang Madura Didatangi Massa Sambil Bawa Sajam


 Kebebasan Pers Indonesia di Ujung Tanduk, Wartawan Sampang Madura Didatangi Massa Sambil Bawa Sajam Perbesar

METROPAGI.ID,PASURUAN – Beberapa rekan jurnalis/wartawan Sampang Madura mengalami penekanan dan ancaman sejumlah massa, seusai memberitakan tentang proyek jalan di desa Lar lar Kecamatan Banyuates. Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) menghimbau kepada rekan-rekan wartawan agar secepatnya berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Beberapa hari lalu, ada rekan kami saat meninjau lokasi jalan proyek bersama rekan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Informasinya usai memberitakan atau menayangkan karya tulisnya terkait pengerjaan proyek jalan, sejumlah massa mengepung mereka,” terang Ade.S Maulana (11/10/2023).

Ade sapaan akrab oleh sejumlah anggota yang tergabung di komunitas jurnalis itu menyampaikan. Selain mendapat ancaman oleh sejumlah massa itu, empat rekan jurnalis dan dua rekan LSM kita dipaksa untuk mengakui kesalahan penulisan berita dan meminta maaf dengan sengaja merekam menyebar luaskan di semua kalangan.

“Hasil rekaman video yang kami terima adalah permohonan maaf tersebar luas, hal ini bagi komunitas jurnalis Jawa timur sengaja ingin menjatuhkan marwah jurnalis.  Massa yang melihat kejadian itu tidak sedikit, kurang lebih dari 50 orang sebagian membawa senjata tajam seperti celurit, balok hingga pedang kata rekan-rekan saat di lokasi kejadian.

“Akibat dari kejadian itu, rekan kami terpojok dan ketakutan. Tak ada pilihan selain menuruti keinginan dari massa tersebut, kemudian mereka dipaksa untuk meminta maaf dengan cara di video bersama-sama lantaran dalam pemberitaan tidak sesuai dan dianggap salah objek,” kata Ade. S Maulana Ketua Umum KJJT.

Baca Juga :  Jangan Sampai Penutupan Pasar Jarwo Hanya Jalan Pintas Menuju Proyek Fisik Beranggaran Besar, Sementara Pedagang Kecil Jadi Korban

Masih kata Ade, oleh karena itu kami arahkan rekan dan sahabat kita sesama kontrol sosial itu untuk segera membuat laporan resmi. Menurut Ade, kejadian ini merupakan suatu ancaman kebebasan pers dan pelanggaran pidana berat.

“Tidak hanya pelanggaran Undang-undang Pers namun sepertinya pelanggaran UU ITE dan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam. Seharusnya, apabila ada pihak-pihak yang tidak terima adanya pemberitaan dari rekan media. Ada ruang hak jawab yang bisa digunakan, bukan dengan mengerahkan massa atau dengan mengancam menggunakan senjata tajam dengan cara menakuti nakuti,” ucap Ade.

Oleh sebab itu, KJJT meminta kepada Kapolda Jatim untuk menjamin keselamatan mitra kerja Polri khususnya di Kabupaten Sampang, baik dari Jurnalis dan LSM. Bila perlu proses hukumnya ditangani Polda Jatim demi menjamin keselamatan dan keadilan untuk para korban.

“Jika proses hukum ini ditemui lamban panangananya, maka kami tidak segan-segan akan menggelar berbagai aksi di Mapolda Jatim agar mendesak pihak kepolisian segera menangkap para pelaku dan dalang permasalahan itu,” pintanya.

Sementara Fadhol PJ Kades Lar lar kabupaten Banyuates yang sempat disebut-sebut namanya yang diduga mengkoordinir sejumlah massa berhasil langsung dikonfirmasi Komunitas Jurnalis Jawa Timur. Dirinya membenarkan kejadian itu namun dalihnya hanya salah paham.

“Ya betul kemaren ada kejadian, namun salah pahaman, hingga ada cecok antar LSM  /media dengan masyarakat (massa),” aku Fadhol.

Fadhol pun menjelaskan, Tidak lama di lokasi, oleh dirinya dibawa ke rumah untuk dimediasi dan diselesaikan di rumah. Ia pun mengelak jika ada terjadi dugaan pemukulan oleh sejumlah massa terhadap rekan jurnalis dan LSM saat dilokasi.

Baca Juga :  Dua Hari Acara Sound Horeg di Kec. Tutur Ricuh, Seorang Ibu Hamil Dikabarkan Ikut Terluka

“Tidak ada pak, tidak ada pemukulan hanya saja adu cekcok. Untuk video sudah banyak beredar setahu saya mereka melakukan permohonan maaf dari temen-temen media,” terangnya.

Masih kata Fadhol, Teman-teman media itu rencana mau inspeksi hasil dari pekerjaan Dana Desa (DD). Tapi fakta di lapangan lokasi tersebut hasil swadaya masyarakat bukan dari Dana Desa.

Disinggung siapa yang mengkoordinir atau mengerahkan massa untuk mendatangi rekan jurnalis dan LSM yang sedang melakukan tugasnya, semua ada  aturan jika ada pihak-pihak yang keberatan dari hasil tayangan berita, ada mekanisme yang sudah ada. Masyarakat yang merasa keberatan bisa menggunakan hal jawabnya.

Fadhol beralasan kurang paham, mohon maaf terkait hal ini, dirinya juga tidak tahu yang dia rasa kemaren itu hanya LSM itu juga ada orang dinas dari DPMD  dan sebagai Pemdes ikut mendampinginya, itupun tidak ke rumah namun langsung ke lokasi.

“Dan saya sudah kasih tahu minggu kemaren,  bahwa yang diberitakan salah lokasi. Tapi LSM tersebut masih maksa untuk inspeksi ke bawah. Setelah di tanya-tanya ternyata dipaksa oleh anaknya mantan kades. Mohon maaf hanya itu penjelasan dari saya,” terang Fadholi. (Adi)

Sumber Resmi : Divisi Humas Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT)

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warga Alastlogo Tagih Janji Bupati Pasuruan Saat Kampanye

25 Juli 2026 - 05:12 WIB

Alastlogo Memanggil Bupati Pasuruan, Kenapa yang dihadapkan ke masyarakat hanya Sekda?

24 Juli 2026 - 08:51 WIB

Aroma Bau Bangkai Teror Warga Kawasan PIER, Masyarakat Pertanyakan Peran DLH Kabupaten Pasuruan dan Provinsi Jawa Timur

24 Juli 2026 - 07:29 WIB

Kasus Pembalakan Liar di Hutan Kalipare Dinilai Janggal? Delapan Orang di TKP, Tapi Hanya Dua Ditetapkan Tersangka

24 Juli 2026 - 04:51 WIB

Presiden Minta Hemat, Pasuruan Malah Nambah Utang Rp363 Miliar Untuk Proyek Fisik

24 Juli 2026 - 02:51 WIB

SMP NEGERI 6 NGAWI SUKSES SELENGGARAKAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH TAHUN AJARAN 2026/2027

23 Juli 2026 - 12:37 WIB

Trending di Berita Utama