Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 20 Sep 2026 17:16 WIB ·

ATLET BERTARUNG, PEMKOT MENGHILANG?” Bahrudien Sentil Keras Absennya Pemkot di Madinah Van Java 2


 ATLET BERTARUNG, PEMKOT MENGHILANG?” Bahrudien Sentil Keras Absennya Pemkot di Madinah Van Java 2 Perbesar

PASURUANKOTA, METROPAGI.ID — Ketidakhadiran jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan dalam penutupan sekaligus penyerahan hadiah Kejuaraan Pencak Silat “Madinah Van Java 2” se-Jawa Timur di GOR Kota Pasuruan, Minggu (20/9/2026), menuai sorotan tajam.

Ironisnya, di tengah ajang olahraga yang mempertemukan para pesilat dari berbagai daerah di Jawa Timur, Wali Kota Pasuruan, jajaran Dispora, maupun perwakilan Pemkot disebut tidak hadir dalam momentum penutupan dan penyerahan hadiah.

Kondisi tersebut langsung menjadi sasaran sindiran anggota DPRD Kota Pasuruan dari Fraksi PKB, Bahrudien Akbar Wahyudi, S.E., M.M.

Dari atas panggung, Bahrudien melontarkan celetukan bernada satir yang langsung mengarah pada absennya unsur pemerintah daerah.

“Dispora mboten rawuh nggeh? Pemkot e nggeh mboten rawuh? Perwakilan Pemkot nggeh boten enten? Waduh…. Gak Bahaya ta …!!!”

Baca Juga :  PEMBENTUKAN KTH BARU DI GAMPINGAN DIPERTANYAKAN, CDK DAN PEMDES DIMINTA JELASKAN DASARNYA

Sindiran tersebut menggambarkan keheranan seorang wakil rakyat terhadap minimnya kehadiran unsur Pemkot dalam kegiatan olahraga yang membawa nama Kota Pasuruan sekaligus melibatkan atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Bagi Bahrudien, kejuaraan pencak silat bukan sekadar pertandingan olahraga. Ajang seperti ini menjadi ruang pembinaan atlet, pencarian bibit potensial sekaligus bagian dari upaya mengangkat prestasi olahraga daerah.

Di sisi lain, Bahrudien justru memberikan apresiasi kepada Ketua IPSI Kota Pasuruan, H. Farid Misbah, yang dinilai konsisten dan gigih dalam melakukan pembinaan serta mendorong peningkatan prestasi pencak silat di Kota Pasuruan.

Baca Juga :  PT. INDRA BUMI SENTOSA, DIDUGA LAKUKAN AKTIFITAS PENAMBANGAN ILLEGAL DI DESA SANGANOM, KECAMATAN NGULING, KAB. PASURUAN

“Pembinaan olahraga membutuhkan konsistensi. IPSI sudah berupaya menggelar dan mengembangkan kegiatan seperti ini. Tentu pemerintah daerah juga diharapkan hadir memberikan dukungan,” demikian substansi apresiasi Bahrudien dalam momentum tersebut.

Absennya pejabat Pemkot dalam acara itu pun menyisakan pertanyaan: sejauh mana komitmen pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga dan atlet berprestasi di Kota Pasuruan?

Sebab, ketika para atlet bertanding membawa nama daerah dan panitia bekerja menyelenggarakan kejuaraan berskala Jawa Timur, kehadiran pemerintah setidaknya dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan para atlet.

Kini sorotan bukan hanya tertuju pada siapa yang naik podium, tetapi juga siapa yang hadir memberikan penghormatan kepada mereka yang telah berjuang mengharumkan nama Kota Pasuruan.(Tr/yn)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Acara Sound Horeq di Desa Bulusari Ricuh, Penonton Saling Baku Hantam

20 September 2026 - 06:52 WIB

Sebuah Toko di Jalan Panglima Sudirman Karangploso Malang Diduga Jual Miras Secara Bebas

19 September 2026 - 08:16 WIB

Pedagang Buah Menjerit, Wagub LIRA Jatim Sentil Wali Kota: Mana Komitmen Menyejahterakan Rakyat?

19 September 2026 - 03:30 WIB

Dinilai Kebablasan, Cek Sound Horeq di Desa Gununggangsir Dancer Berjoget Tepat Didepan Masjid

19 September 2026 - 02:42 WIB

RSUD Kota Madiun Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dalam Program “Walikota Bersama Rakyat”

18 September 2026 - 12:58 WIB

Pemerintah Desa Suruh Realisasikan Pembangunan Talud Sepanjang 460 Meter, Perkuat Infrastruktur Jalan Warga

18 September 2026 - 11:16 WIB

Trending di Berita Utama