Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 30 Jul 2024 10:08 WIB ·

Menelisik Praktek Jual Beli Lapak Aset Milik Pemda di Dalam Alun-alun Bangil


 Menelisik Praktek Jual Beli Lapak Aset Milik Pemda di Dalam Alun-alun Bangil Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN- Baru-baru ini ramai di pemberitaan dan sempat viral, vidio kasus pengeroyokan yang dilakukan tiga orang ke anak dibawah umur di dalam Alun-alun Bangil, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, terkait hal tersebut ibu korban tak terima hingga berbuntut pelaporan Polres Pasuruan.

Dihimpun dari berbagai sumber awal akar masalah hingga terjadinya aksi pengeroyokan, dipicu adanya jual beli lapak salah satu pelaku usaha persewaan mobil mainan yang membayar ke paguyuban sebesar 22.000.000 dan setelah ada pembayaran, ia tidak diperbolehkan melakukan usahannya.

Terlepas dari itu semua, Heri Siswanto, S.H, M.H yang berprofesi sebagai advokad mengatakan, siapa yang menjual dan siapa yang menikmati uang jual beli lapak tersebut, karena alun-alun Bangil adalah aset milik Pemda dan tidak sepatutnya diperjual belikan dan dalam hal ini saya menilai ada indikasi keterlibatan oknum-oknum yang mempunyai wewenang dengan memanfaatkan para pedagang untuk merogoh kocek bila ingin membuka usaha di dalam alun-alun Bangil, padahal sudah jelas Perda tentang pelarangan berjualan atau membuka usaha di dalam alun-alun dengan “Perda nomor 11 tahun 2005 pasal 3 ayat 1.

Baca Juga :  Berapa Kali Lagi Bupati Akan Menandatangani Kerja Sama Sampah?

“Praktek transaksional sewa, gadai atau jual-beli lapak di atas aset Pemerintah Daerah itu praktek ilegal dan harus dihilangkan, data sudah kami kantongi pastinya terkait hal ini, akan saya bawa ke ranah hukum karena menurut pengakuan salah satu penyewa lapak ada indikasi keterlibatan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan oknum pegawai Dinas Lingkungan Hidup serta salah satu oknum anggota Polres Pasuruan.,”ujarnya ke awak media. Selasa (30/07/2024)

Baca Juga :  Semarak HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Kota Pasuruan Perkuat Persatuan dan Soliditas Lewat Beragam Lomba

Terkait hal tersebut, dikonfirmasi tim awak media satuan Polisi Pamong Praja, melalui bagian penindakan Mu’arif, mengatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan. Namun, untuk bertindak, DLH sebagai pengelola aset harus membuat surat keberatan ke SatPol PP agar tidak ada kesan bahwa Satpol PP mencari-cari masalah. Tindakan ini merupakan bentuk kolaborasi antar OPD sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Terpisah, Taufiqul Ghony, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, menerima pengaduan perihal surat keberatan pengelola aset pemda tersebut dengan terbuka dan berjanji akan menindaklanjuti untuk penegakan Perda terkait pengelolaan Alun-alun Bangil. (Red)

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Desak Kemdagri, Sound Horeg Dilarang Secara Nasional

6 September 2026 - 12:22 WIB

Carnival Desa Oro-oro Ombo Wetan 2026 Membawa Berkah Bagi Pelaku UMKM di Sekitar Lokasi

6 September 2026 - 09:28 WIB

Karanganyar Berkilau di Malam Kemerdekaan! Karnaval Night HUT Ke-81 RI Dibanjiri Antusiasme Warga

6 September 2026 - 06:11 WIB

Dianggap Diskotik Berjalan dan Marak Miras, Ulama & Kiai Pasuruan Ramai-ramai Tolak Sound Horeq

5 September 2026 - 07:42 WIB

Pemdes Oro-Oro Ombo Wetan Gelar Tasyakuran, Memperingati HUT RI ke-81 Bersama Masyarakat dan Tokoh Agama

3 September 2026 - 16:08 WIB

Camat Gadingrejo Lantik 28 Ketua RT dan 5 Ketua RW di Kelurahan Gading, Tekankan

2 September 2026 - 17:06 WIB

Trending di Berita Utama