Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 28 Nov 2024 17:35 WIB ·

Proyek Pamsimas di Desa Perning Memakan Korban Jiwa, Satu Pekerja Tewas Diduga Terpeleset dan Jatuh Dari Ketinggian


 Proyek Pamsimas di Desa Perning Memakan Korban Jiwa, Satu Pekerja Tewas Diduga Terpeleset dan Jatuh Dari Ketinggian Perbesar

METROPAGI.ID, MOJOKERTO, – Proyek pembangunan sarana air minum dan sanitasi di Dusun Sidogede, Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memakan korban jiwa, satu pekerja tewas diduga terpleset dan jatuh dari ketinggian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa naas tersebut terjadi pada Sabtu (23/11/2024) siang, menimpa Basuki yang terjatuh dari ketinggian bangunan.

Korban yang mengalami luka parah, lantas dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, karena kondisinya yang kritis, Basuki kemudian dinyatakan meninggal dunia seketika itu.

Kasus kecelakaan kerja berujung kematian ini timbul saat korban bersama warga lainnya sedang melakukan kerja bakti pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Namun menjadi aneh, ketika Kapolsek Jetis AKP Rudi Darmawan, S.E., M.H., saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp-nya menyampaikan ketidaktahuan nya.

“Kapan mas ?,” ungkap AKP Rudi heran. Selasa, (26/11/2024) petang.

Baca Juga :  Ada Udang Dibalik Batu..??? Semua Sudah Tahu Hanya Belum Ada yang Berani Bicara

Bahkan, sepanjang insiden kecelakaan maut yang sudah berlangsung sejak 3 hari tersebut, pihaknya mengaku bahwa selama ini belum ada pihak-pihak yang telah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Jetis.

“Belum ada (laporan) mas,” jelasnya lagi.

Meski demikian, AKP Rudi dalam penyampaiannya akan berupaya menindaklanjuti peristiwa Sabtu kelabu itu dengan pelaksanaan penyelidikan hukum.

“Nanti kita akan lakukan Penyelidikan mas. Nanti biar di Lidik anggota, karena sampai saat ini belum ada laporan,” pungkas Kapolsek Jetis yang baru menjabat satu bulan berjalan tersebut.

Sementara, kepala desa Perning, Muhammad Dedi Setiawan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laka kerja yang menyebabkan kematian warganya.

“Cerita dari Pokmas, awalnya sudah diingatkan. ‘Sudah nggak usah !’ Karena mungkin usianya atau mungkin ada pengaruh kesehatan, Pokmas nya menyampaikan ke saya. Tapi almarhum itu masih tetap ingin bekerja. Gimana wong namanya masyarakat, ya wes dibiarkan, dipersilahkan kerja. Nggak apa-apa diikutkan bekerja,” terang Dedi, sapaan akrab Kades Perning pada Selasa, (26/11/2024) malam.

Baca Juga :  Tiga Orang Pencuri Rel Kereta Api Berhasil Dibekuk, Polisi Amankan Barang Bukti

Namanya musibah, lanjut Kades Dedi, mungkin waktu itu kepleset atau apa nggak paham. Cuma ada info, menyampaikan ke saya. Dibawa ke RS terus meninggal.

Disinggung terkait penggunaan alat pelindung diri (APD) dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pihaknya menyampaikan bahwa tugas tersebut menjadi tanggung jawab pendamping Pamsimas.

“Kan sudah ada pendamping Pamsimas. Yang memberikan himbauan aturan, kan dari Pendamping. Kalau swadaya, nggak seperti itu (pakai APD), wong orang banyak. Masyarakat kan memang seperti itu, pas kerja bakti nggak (pakai APD) seperti itu. Mungkin yang ngerti, pekerjaan gitu ya pakai APD,” tegasnya.

Pewarta : /Limbad)

Artikel ini telah dibaca 139 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sistem Merit, atau Sekadar Narasi? Ketika Mutasi Berpotensi Melemahkan Dua Instansi Sekaligus

10 Juni 2026 - 02:30 WIB

LPK BARATA Patut Dipertanyakan Adanya Ditengah Konferensi Pers di RSUD dr. R Soedarsono

9 Juni 2026 - 12:28 WIB

Slogan “Semua Tertolong” Jadi Ironi, Pasien BPJS di RSUD dr. R. Soedarsono Meninggal Diduga Akibat Pelayanan Buruk

9 Juni 2026 - 05:01 WIB

RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Kembali Disorot, Transparansi Informasi Medis Berujung Fatal

8 Juni 2026 - 09:32 WIB

Pengerjaan Drainase Jalan Sumedang Dikebut, Warga Harap Kemacetan dan Banjir Segera Teratasi

7 Juni 2026 - 13:21 WIB

Dugaan Pemerasan Rp58 Juta dan Kriminalisasi Mengemuka, Keluarga Tahanan Seret Nama Oknum Polsek Kedungkandang

7 Juni 2026 - 13:13 WIB

Trending di Berita Utama