Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 21 Mar 2025 14:25 WIB ·

Sehari Setelah Sidang Gugatan PMH Mobil Milik CV. BMS Dirusak OTK, JAKI Meminta Polisi Usut Tuntas


 Sehari Setelah Sidang Gugatan PMH Mobil Milik CV. BMS Dirusak OTK, JAKI Meminta Polisi Usut Tuntas Perbesar

METROPAGI.ID, BALI – Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) Inisiatif Provinsi Bali, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus perusakan mobil milik pengusaha CV Bali Marine Service (BMS) Fiona Yapsawaky yang dilakukan OTK (Orang Tak Dikenal) di garasi rumahnya di perumahan Kori Nuansa, Jimbaran, Badung. Kamis, (20/3/2025) sekira pukul 19.30 WITA.

Hal tak mengenakan itu terjadi setelah sehari sebelumnya (19/3/2024), dilaksanakan sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) PT PPI Benoa kepada CV BMS di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda kesimpulan dan akan memasuki agenda keputusan di awal bulan April nanti.

Kronologi kejadian itu diutarakan Fiona melalui telepon Whatsapp kepada media ini, sesaat setelah OTK merusak mobil Hyundai Staria miliknya dengan cara dilempar menggunakan batu besar ke kaca belakang mobil dimana pintu garasi setengah terbuka yang memudahkan pelaku melakukan aksinya.

“Di saat hujan deras, dari dalam rumah tiba-tiba suami saya mendengar suara benturan di depan rumah. Ketika keluar, ternyata kaca mobil bagian belakang sudah pecah berantakan dengan batu besar dibawahnya,” ucap Fiona.

Baca Juga :  Sikat Jaringan Narkoba Lintas Daerah, Satresnarkoba Polresta Malang Kota Sita 2 Kg Sabu dan 490 Ribu Pil Double L

Bukan kali pertama kejadian yang membuat Fiona dan keluarganya merasa tidak aman, sebelumnya, Fiona juga mengatakan ketika ia dan keluarga berada di luar Bali selama 2 minggu, mobil yang sama juga telah dirusak dengan cara membuka paksa kap mobil serta memutus kabel rem dan mencoret-coret bodi mobil.

Tidak berapa lama, Jhon Philip, suami dari Fiona Yapsawaky melaporkan kejadian perusakan itu ke Polsek Kuta Selatan bersama dengan tim JAKI Insiatif.

Jhon menyampaikan juga selain soal perusakan mobil, ia mengaku ada pihak yang tidak dikenal mengintimidasi keluarganya dengan cara meracuni anjing peliharaannya sampai mati, bahkan yang lebih parah, kata Jhon, anaknya juga diteror saat berada di sekolah.

“Ini cara-cara intimidatif, tidak fair. Semoga pihak kepolisian bisa mengungkap pelaku dan motifnya,” harap Jhon.

Sementara Koordinator Wilayah JAKI Insiatif Provinsi Bali, Chandra Wibawa yang akrab disapa Kang Chandra, mengutuk keras perusakan mobil kedua kalinya itu dan dianggapnya sebagai cara pengecut.

Baca Juga :  Pasar Jarwo dan Pabrik, Pertanyaan yang Belum Terjawab: Penataan Ini untuk Siapa?

“Cara seperti ini adalah cara yang hanya bisa dilakukan oleh seorang pengecut. Fiona Yapsawaky adalah salah satu pengusaha agen kapal Yatch Asli Orang Papua, dimana ia dan suaminya berusaha di Bali serta ikut memberikan kontribusi dalam pengembangan pariwisata Bali, selayaknya mendapat keadilan dan perlindungan kepastian hukum,” ujarnya.

Dirinya meminta kepada pihak aparat kepolisian Polsek Kuta Selatan dan Polresta Denpasar mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak terulang kembali.

“Saya yakin pihak kepolisian dapat segera menangkap serta memproses pelaku perusakan mobil itu. Hal seperti inilah yang menjadi momentum aparat kepolisian dalam menegakkan prinsip supremasi hukum untuk masyarakat yang membutuhkan perlindungan sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 1945 perubahan, pasal 30 ayat (4) di mana Polri bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum,” terang Kang Chandra.

Kang Chandra juga memastikan bahwa JAKI Insiatif Provinsi Bali akan terus mengawal kasus perusakan mobil dan intimidasi lainnya terhadap keluarga Fiona Yapsawaky hingga tuntas. (Limbat)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden Minta Hemat, Pasuruan Malah Nambah Utang Rp363 Miliar Untuk Proyek Fisik

24 Juli 2026 - 02:51 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi Digital, Merchant EDC di Situbondo Terus Bertambah

24 Juli 2026 - 02:42 WIB

Viral Parkir Karnaval Sound Horeg Sumberpetung, Warganet Soroti Tarif Rp15 Ribu hingga Dugaan Komersialisasi Fasilitas Umum

23 Juli 2026 - 13:42 WIB

SMP NEGERI 6 NGAWI SUKSES SELENGGARAKAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH TAHUN AJARAN 2026/2027

23 Juli 2026 - 12:37 WIB

Penutupan MPLS SMKN 1 Bendo Magetan Menyulut Semangat Menjadi Pejuang Vokasi Tangguh

23 Juli 2026 - 12:32 WIB

Dugaan Pungli LKS di SDN 6 Sumberpetung Memanas, Kepsek Bantah, Wali Murid Justru Kantongi Bukti Kuat di Grup WhatsApp

23 Juli 2026 - 07:14 WIB

Trending di Berita Utama