Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 26 Nov 2025 09:28 WIB ·

Kelas Jalan Tidak Memenuhi Syarat, FORMAPAN Kembali Demo Pabrik Aqua, Hingga Bupati Pasuruan Dinilai Diktator


 Kelas Jalan Tidak Memenuhi Syarat, FORMAPAN Kembali Demo Pabrik Aqua, Hingga Bupati Pasuruan Dinilai Diktator Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Sejumlah pegiat sosial LSM dan ormas yang tergabung dalam FORMAPAN kembali menggelar aksi demonstrasi damai untuk kedua kalinya di depan perusahaan AQUA Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Rabu ( 26/11/2025)

Ada beberapa tuntutan yang mereka suarakan diantaranya truk pengangkut hasil produksi dilarang melawati jalan kelas tiga, karena selama ini pihak manajemen AQUA melanggar ketentuan dan regulasi yang sudah ada, dan air yang selam ini jadi bahan baku pembuatan air mineral yang dikemas dalam galon bukan air pegunungan melainkan air sumur bor.

“Selama ini perusahaan AQUA telah melanggar kelas jalan dengan menggunakan kendaraan bermuatan melebihi berat tonase yang telah ditentukan serta air yang selam ini jadi bahan baku pembuatan air mineral yang dikemas dalam galon bukan air pegunungan melainkan air sumur bor, jelas mereka membohongi masyarakat atau konsumen,”ujar H. Sugeng Samiaji dalam orasinya.

Baca Juga :  Kabid Perkim Pasuruan Dinilai Menghambat Digitalisasi, Kinerja dan Keterbukaan Publik Dipertanyakan

Dalam orasinya juga ia mengancam akan menutup akses jalan umum yang dilalui perusahaan, sampai ada tidandakan nyata atau solusi yang terbaik buat masyarakat dari Pemda Kabupaten Pasuruan.

“Kita minta perusahaan AQUA ditutup, karena kami menilai mereka tidak peduli dengan kerusakan jalan dan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan bisnis mereka,” tegas Sugeng Samiadji.

Sementara itu, Solikhul Aris, anggota advokad Konggres Indonesia, menilai bahwa kinerja Bupati Pasuruan tidak maksimal dan dinilai tidak becus dalam mengemban jabatan.

“Lebih baik mundur saja jadi Bupati Pasuruan klau tidak dapat menyelesaikan masalah ini, masalah ini jelas dan nyata jika selama ini perusahaan AQUA Gondang Wetan menyalahi aturan,”tegasnya.

Dari pantauan awak media, aksi ini juga diwarnai dengan pembantingan beberapa AQUA galon sebagai simbolis jika perusahaan AQUA Gondang Wetan menggunakan air bos bukan air pegunungan, selanjutnya masa beralih demonstrasi ke pendopo Pasuruan di Jl. Panglima Sudirman No.28, Purworejo, Kec. Purworejo, Kota Pasuruan.

Baca Juga :  Masyarakat Desak Kejaksaan Bangil Transparan Soal Kasus Dugaan Pengkondisian Proyek Senilai 35 M Yang Menyeret 18 Kepsek SD

Didepan Pendopo Pasuruan Muslim Bupati LIRA mengkritisi kinerja Bupati Pasuruan H. Rusdi Sutejo ia mengangap selama dalam kepemimpinannya, belum genap satu tahun kebijakan yang di ambil selama ini amburadul dan tidak netral terhadap masyarakat Kabupaten Pasuruan.

“Perlu saya tegaskan dalam kepemimpinan Bupati sekarang, ia cenderung diktator, guru saja dibuli, ASN di ancam, CSR dikuasai, contohnya sudah jelas kita mau audesi saja ia tidak mau menemui dan kita tidak boleh masuk dalam Pendopo, lah kita ini masyarakat mau memasuki rumah kita sendiri malah di blokade Satpol PP, apakah saya salah jika Bupati Pasuruan Diktator,”tegasnya dalam orasi. (Red)

Artikel ini telah dibaca 163 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dinilai Janggal..!! Penetapan Tersangka Pemalsuan Akta Otentik Hanya 1Orang, Pelapor Bakal Laporkan Penyidik Polres Pasuruan ke Wasidik

26 September 2026 - 07:05 WIB

Cek Sound Karnaval di Desa Lecari Dikeluhkan, Jalan Utama Sukorejo-Bangil Ditutup Total, Pengendara Terpaksa Putar Balik

25 September 2026 - 14:39 WIB

Bea Cukai Pasuruan Dinilai Tebang Pilih, Mengapa Warung Kecil Dirazia, Sementara Ditengarai Ada 4 Pabrik Rokok Ilegal Tak Pernah Disentuh

25 September 2026 - 13:53 WIB

Eni Saptarini Lega, AS Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Polres Pasuruan, Kasus Pemalsuan Akta Otentik

25 September 2026 - 09:27 WIB

Dugaan Kekerasan Fisik Terhadap Siswa Sekolah Terulang Lagi, Kali Ini Oknum Kepsek SMPN 18 Kota Malang Terseret

25 September 2026 - 06:55 WIB

Dugaan Pencemaran Lingkungan Limbah Daur Ulang Botol, PT Veolia Services Indonesia di Kawasan Pier Mencuat

25 September 2026 - 05:24 WIB

Trending di Berita Utama