Menu ✖

Mode Gelap

Berita Utama · 31 Jan 2026 04:42 WIB ·

Parah Kerusakan Traffic Light di Simpang Empat Kebon Agung Picu Kemacetan dan Protes Warga Pasuruan


 Parah Kerusakan Traffic Light di Simpang Empat Kebon Agung Picu Kemacetan dan Protes Warga Pasuruan Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN KOTA, 31 Januari 2026 – Simpang Empat Kebon Agung, Kota Pasuruan, kini menjadi sorotan utama setelah lampu lalu lintas (traffic light) di lokasi tersebut mengalami kerusakan parah.

Pantauan langsung awak media di lapangan menunjukkan sinyal lampu hijau dari arah selatan mati total, sementara tiang traffic di tengah median—sebagai acuan penting bagi pengendara dari kejauhan—telah lenyap.
Hanya tersisa bekas tiang beserta kabel-kabel berserakan, yang memicu kebingungan massal dan kemacetan parah di persimpangan ramai ini.

Kondisi ini bukan hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tapi juga menimbulkan risiko kecelakaan.

Arus kendaraan yang padat di pagi hari, terutama dari Jalan Ahmad Dahlan menuju pusat kota, kini bergantung pada kesadaran sopir tanpa panduan visual yang jelas.

Baca Juga :  Mediasi Gagal, Korban Penipuan 350 Juta Desak Polres Pasuruan Segera Tetapkan Tersangka

“Lampu yang ditengah sebagai acuan kita untuk melihat sinyal lampu tidak ada lagi. Kita dibuat bingung dan ini menjadikan kemacetan,” ungkap salah satu warga lokal yang enggan disebutkan identitasnya, sambil mengeluhkan betapa sulitnya navigasi di tengah keramaian.

Protes warga semakin memuncak ketika mereka mempertanyakan durasi panjang kerusakan yang dibiarkan begitu saja selama berbulan-bulan.
“Mengapa terkesan di biarkan? Kemana anggaran pemeliharaan pertahun?” tanya mereka, menyinggung potensi ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran daerah.

Hal ini semakin ironis mengingat pada periode 2017-2018, hampir seluruh traffic light di Kota Pasuruan direhabilitasi total dengan anggaran yang disebut “fantastis.” Bahkan, alokasi pemeliharaan tahunan dinilai sangat besar, namun fakta lapangan menunjukkan fasilitas publik seperti ini tak kunjung terawat optimal.

Baca Juga :  Sidang Sengketa Tanah Kembali Molor, Majelis Hakim Beri Peringatan Jelang 8 Oktober

Situasi serupa juga terdeteksi di berbagai titik lain di Pasuruan, seperti trafic light di Kelurahan Trajeng yang sudah tak berfungsi lebih dari sepuluh tahun.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan belum merespons secara resmi terkait keluhan ini, meskipun masyarakat sering kali menemukan masalah serupa pada infrastruktur lalu lintas.

Warga berharap pemerintah segera intervensi untuk menghindari eskalasi insiden, sambil menyerukan transparansi anggaran agar dana tak sekadar mengalir sia-sia.
“Ini bukan soal uang saja, tapi keselamatan warga yang harus prioritas,” tambah seorang pengguna jalan lain.[ Tr/yn ]

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

FRONTAL Laporkan Dugaan PETI di Lemahbang, Nomor Izin Tambang Dipersoalkan

14 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Mediasi Gagal, Korban Penipuan 350 Juta Desak Polres Pasuruan Segera Tetapkan Tersangka

12 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Warga Jabon Sidoarjo Digegerkan Penemuan Mayat Pemuda, Beserta Sepeda Motor CBR

10 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Sidang Ketiga Sengketa Tanah Rejoso Lor Memanas, Mediasi Gagal Total, Perkara Lanjut ke Pokok Perkara

8 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Tertipu Tanah Kapling Fiktif, Pasutri Asal Bangil Lapor Polisi

8 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Memasuki Musim Penghujan, PU Bina Marga Malang Genjot Pembangunan Drainase

7 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Trending di Berita Utama