Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 6 Feb 2026 12:08 WIB ·

Camat Pagelaran Tegaskan PTSL Belum Ada di Desa Suwaru, Bantah Dugaan Pungli Rp700 Ribu


 Camat Pagelaran Tegaskan PTSL Belum Ada di Desa Suwaru, Bantah Dugaan Pungli Rp700 Ribu Perbesar

METROPAGI.ID | MALANG – Jumat (6/2/2026) – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan indikasi korupsi mencuat dalam pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan ILASPP di Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ketua Panitia PTSL Desa Suwaru, Musiono, diduga menarik biaya sebesar Rp700.000 per pemohon, jauh melebihi ketentuan resmi pemerintah yang membatasi biaya maksimal Rp150.000 untuk wilayah Jawa dan Bali.

Pembatasan biaya tersebut telah diatur dalam ketentuan lintas kementerian, termasuk Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Keuangan, serta berlaku secara nasional untuk program PTSL periode 2025–2029.

Saat dikonfirmasi wartawan, Musiono mengakui adanya penarikan biaya Rp700.000 per pemohon. Ia berdalih dana tersebut digunakan untuk pemasangan patok, pengukuran, fotokopi berkas rangkap lima, materai, dan kebutuhan teknis lainnya.

“Semua sudah dihitung dan disepakati bersama Pak Kades,” tegas Musiono.

Namun ketika ditanya terkait dasar hukum pelaksanaan PTSL dan ILASPP, Musiono justru merespons dengan nada emosional melalui pesan WhatsApp. Ia menyatakan persoalan tersebut “tidak ada hubungannya dengan media”.

Baca Juga :  Air Lindi Cairan dari Gunungan Sampah Wonokerto Wajib Dikendalikan, Lalu ke Mana Alirannya?

Bahkan, Musiono disebut melontarkan pernyataan bernada kasar dengan mengatakan bahwa warga yang tidak setuju membayar dipersilakan tidak mengikuti program, serta mengklaim dirinya ditunjuk langsung oleh Kepala Desa.

Terpisah, Kepala Desa Suwaru, Tejo, membenarkan adanya penarikan biaya Rp700.000 per pemohon. Ia menyebut nominal tersebut merupakan hasil kesepakatan antara warga dan panitia.

Menurutnya, kesepakatan lokal tersebut tidak menjadi persoalan, meskipun nilainya melebihi ketentuan resmi pemerintah.

Pernyataan ini justru memicu tanda tanya besar, mengingat aturan PTSL bersifat nasional dan tidak dapat diubah melalui kesepakatan di tingkat desa.

Penelusuran lanjutan awak media kepada panitia PTSL lainnya, Joshua dan Enji, pada Selasa (27/1/2026), menguatkan adanya pungutan Rp700.000 tersebut. Keduanya menyebut jumlah warga yang mendaftar program PTSL di Desa Suwaru mencapai sekitar 300 orang.

Baca Juga :  Legalitas KSU Pena Mitra Dipertanyakan, Warga Ampelgading Terancam Kehilangan Rumah

Mereka juga mengaku belum menerima upah, dan pembayaran baru akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan selesai.

Kepada awak media, Camat Pagelaran, Bambang Priambodo, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada program PTSL di Desa Suwaru. Ia mengaku tidak mengetahui adanya penarikan biaya Rp700.000 maupun pelaksanaan PTSL dan ILASPP di wilayah tersebut.

“Program PTSL belum ada. Kalau memang ada PTSL, pasti ada tahapan sosialisasi dan pembentukan panitia, dan saya pasti diundang oleh pihak pertanahan. Sampai sekarang tidak ada program PTSL dari BPN di wilayah kami,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (6/2/2026).

Lebih lanjut, Bambang Priambodo menegaskan akan melakukan klarifikasi langsung kepada Kepala Desa Suwaru.

“Saya akan klarifikasi ke Kades hari Senin terkait kebenaran masalah ini. Tadi saya telepon belum bisa,” pungkasnya.
( fr )

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dianggap Diskotik Berjalan dan Marak Miras, Ulama & Kiai Pasuruan Ramai-ramai Tolak Sound Horeq

5 September 2026 - 07:42 WIB

Pemdes Oro-Oro Ombo Wetan Gelar Tasyakuran, Memperingati HUT RI ke-81 Bersama Masyarakat dan Tokoh Agama

3 September 2026 - 16:08 WIB

Camat Gadingrejo Lantik 28 Ketua RT dan 5 Ketua RW di Kelurahan Gading, Tekankan

2 September 2026 - 17:06 WIB

SENGIT! PUTRA-JAZZ CUMA TERPAUT 0,004 DETIK DARI PUNCAK KELAS R1, GARDAN PATAH DI SS4

2 September 2026 - 07:52 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Pemerintah Desa Cermo Gelar Lomba Cerdas Cermat, Keagamaan, dan Seni Tari Tradisional

1 September 2026 - 19:46 WIB

Karnaval Sound Horeg di Desa Pekoren Rembang Berdarah, Trinusa Kecam dan Pertanyakan Peran Keamanan

1 September 2026 - 12:45 WIB

Trending di Berita Utama