Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 3 Mar 2026 06:14 WIB ·

Kasus Memberikan Keterangan Palsu Dibawah Sumpah, Kuasa Hukum Korban Mendesak Polisi Segera Menetapkan Tersangka


 Kasus Memberikan Keterangan Palsu Dibawah Sumpah, Kuasa Hukum Korban Mendesak Polisi Segera Menetapkan Tersangka Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Kasus pelaporan di Polres Pasuruan atas dugaan memberikan keterangan palsu di bawah sumpah yang dilaporkan Eni Saptiani (49) tahun warga Dusun Karangrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Purwosari, ke mantan suaminya “SDR” (54) tahun pada 6 November 2025 lalu hampir membuahkan hasil, meski ditengah perjalanan penyidikan, pelapor mengaku dapat intimidasi dan ancaman dari keluarga mantan suami untuk mencabut laporannya.

Klien kami sudah beberapa kali memenuhi panggilan pihak penyidik di Polres Pasuruan dan saksi-saksi juga sudah dipanggil termasuk terlapor mantan suaminya klien kami, saudara “SDR” saat ini tinggal menunggu gelar perkara.

“Semua yang berperkara sudah dimintai keterangan penyidik tinggal menunggu gelar perkara dari kepolisian, kami berharap setelah dilakukan gelar perkara ada pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,”terang Ardi Aprilianto, SH salah satu kuasa hukum Eni Septiani ke awak media.

Baca Juga :  2007 Sudah Ada Korban Jiwa. 7 Agustus di Depan Mata. Mana Suratnya ke TNI AL?

Sementara itu Heri Siswanto, S.H, M.H yang juga salah satu kuasa hukum Eni Septiani mengatakan, dalam kasus ini klien kami sangat dirugikan, terlapor selama ini “SDR” di bantu temanya “AS” sengaja memberikan alamat palsu supaya klien kami tidak datang ke pengadilan agama dalam gugatan cerai yang diajukan mantan suaminya.

“Mereka sengaja memalsukan alamat klien kami, dan ada pemufakatan jahat supaya gugatan perceraian yang diajukan saudara “SDR” berjalan mulus tanpa hambatan dan hal tersebut terbukti, tiba-tiba klien kami dapat surat cerai dari mantan suaminya tanpa surat panggilan dari pengadilan agama hal ini menyebabkan klien kami tidak memperoleh Nafkah, Idha Mut’ah, Nafkah Madliyah, hak asuh anak dan harta Gono gini,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Pasuruan Tangkap 7 Tersangka Begal Jalanan di Jalur Malang-Surabaya

Namun hingga berita ini ditayangkan awak media belum bisa mengkonfirmasi pihak penyidik akan hal ini.

Diketahui Negara mengancam bagi siapa memberi kesaksian palsu di bawah sumpah pengadilan di Indonesia diatur dalam Pasal 242 KUHP (dan Pasal 291 UU 1/2023), dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun. Jika kesaksian palsu merugikan terdakwa/tersangka dalam perkara pidana, ancaman hukuman meningkat menjadi maksimal 9 tahun penjara. (Red)

Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Semarak HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Kota Pasuruan Perkuat Persatuan dan Soliditas Lewat Beragam Lomba

17 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Pasuruan Kota Santri, Tapi Mengapa Dentuman Sound Horeg Tak Kunjung Reda?

17 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan Beras Alokasi Juli, Agustus dan September 2026 di Kelurahan Trajeng Berjalan Aman dan Kondusif

17 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Jadi Perhatian Bina Marga Kabupaten Malang, Jalan Penarukan–Ardirejo Diperlebar dan Diperkuat

17 Agustus 2026 - 03:19 WIB

Sempat Ditutup, Arena Judi Sabung Ayam di Wilayah Hukum Polsek Pakisaji Malang Kembali Menggeliat

16 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Ketika Ulama Pasuruan Sudah Berkata Haram, Sound Horeg Justru Makin Menggelegar di Kabupaten Pasuruan

16 Agustus 2026 - 04:24 WIB

Trending di Berita Utama