Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 1 Jun 2026 14:50 WIB ·

Rencana Kenaikan Pajak Air Tanah di Kabupaten Pasuruan 2026, Dunia Usaha Menjerit, Rakyat Menanggung Dampaknya


 Rencana Kenaikan Pajak Air Tanah di Kabupaten Pasuruan 2026, Dunia Usaha Menjerit, Rakyat Menanggung Dampaknya Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Rencana kenaikan Pajak Air Tanah (PAT) di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2026 memicu keresahan luas di kalangan pelaku usaha. Berdasarkan penelusuran FORMAT, lonjakan angka pajak yang direncanakan dinilai jauh dari kata wajar dan sangat membebani operasional perusahaan.

Beberapa perusahaan melaporkan kenaikan pajak yang fantastis, di antaranya:

Dari Rp190 juta menjadi lebih dari Rp800 juta.

Dari Rp30 juta menjadi lebih dari Rp500 juta.

Dari Rp40 juta menjadi hampir Rp500 juta.

Bahkan, ditemukan kenaikan hingga lebih dari 2.000 persen.

Bagi dunia usaha, angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan beban biaya operasional yang memaksa perusahaan mengambil langkah-langkah berat:
Menaikkan Harga Produk: Beban biaya akan bergeser langsung kepada konsumen dan masyarakat.

Efisiensi Tenaga Kerja (PHK): Beban sosial akan meningkat akibat bertambahnya angka pengangguran.

Relokasi atau Penutupan Usaha: Perusahaan memilih pindah ke daerah lain yang lebih kondusif atau berhenti beroperasi, yang pada akhirnya akan memperkecil basis pajak daerah di masa depan.

Baca Juga :  Polres Pasuruan  Dalami Indikasi Extraordinary Crime Dana Desa Bakalan Purwosari

Dilema PAD vs Kestabilan Ekonomi

Upaya pemerintah mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) memang penting, namun jika kebijakan pajak dilakukan secara ekstrem, risikonya justru kontraproduktif. Jika harga barang naik, daya beli masyarakat tertekan; jika PHK terjadi, angka pengangguran melonjak; dan jika perusahaan hengkang, maka potensi PAD jangka panjang akan hilang.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan mungkin berdalih bahwa kebijakan ini hanya mengikuti Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur terkait perubahan Nilai Perolehan Air (NPA). Secara teknis, argumentasi tersebut benar. Namun, kebijakan publik tidak boleh hanya terpaku pada angka di atas kertas.

Pentingnya Kebijakan Penyeimbang
Pada masa kepemimpinan bupati-bupati sebelumnya, kebijakan serupa selalu dibarengi dengan stimulus dan penyesuaian agar beban Pajak Air Tanah tetap proporsional dengan kondisi ekonomi daerah.

Baca Juga :  SMKN 1 Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Adha 1447/2026

Kebijakan pajak seharusnya mencerminkan kepekaan terhadap kondisi ekonomi rakyat. Dampak dari kenaikan beban industri ini tidak hanya berhenti di pabrik, tetapi akan merambat ke:

Kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok.

Peningkatan tarif jasa.

Penambahan biaya operasional secara umum.

Konservasi air tanah memang krusial, namun implementasinya harus mempertimbangkan stabilitas ekonomi daerah. Polemik PAT 2026 ini bukan sekadar isu pajak, melainkan isu keseimbangan ekonomi.

Kabupaten Pasuruan membutuhkan pemimpin yang peka—pemimpin yang mampu menjaga pertumbuhan pendapatan daerah tanpa mengorbankan daya beli masyarakat. Jangan sampai ambisi mengejar target PAD justru berubah menjadi beban hidup bagi warga yang harus menanggung kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. (Syr)

OPINI FORMAT PASURUAN
Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan
Ketua: Ismail Makky, SE, MM

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemerintah Desa Joho, Kec. Dagangan, Kab. Madiun Mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

1 Juni 2026 - 14:58 WIB

Berpotensi Meningkatnya Kriminalitas, Judi Sabung Ayam di Klurak Candi Terkesan Kebal Hukum

1 Juni 2026 - 07:55 WIB

Terduga Pelaku Penganiayan Gunakan Sajam, Pelaku Dibekuk Polres Malang

31 Mei 2026 - 13:52 WIB

Tiga Orang Pencuri Rel Kereta Api Berhasil Dibekuk, Polisi Amankan Barang Bukti

31 Mei 2026 - 13:03 WIB

Kepala Dihantam Pakai Tabung LPG 3 Kg, Pria Asal Kalipucang Tutur Terkapar Tak Sadarkan Diri, Korban Lapor ke Polisi

30 Mei 2026 - 08:10 WIB

LPJ Fiktif Banpol di Pasuruan? Di Mana Pengawasan Pemerintah

30 Mei 2026 - 04:18 WIB

Trending di Berita Utama