Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 18 Agu 2026 05:13 WIB ·

Kontroversial TPA Wonokerto, Diresmikan 2021, Direhabilitasi 2026. Lima Tahun Itu Saja


 Kontroversial TPA Wonokerto, Diresmikan 2021, Direhabilitasi 2026. Lima Tahun Itu Saja Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Kajian berbasis data resmi Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan pemantauan mandiri. Mari mulai dengan tanggal: 24 Februari 2021. Hari itu Bupati Pasuruan meresmikan operasional TPA Wonokerto di Kecamatan Sukorejo. Dibangun dengan anggaran Rp17 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2020.

Ini bukan data spekulatif. Ini tercatat di situs resmi Pemerintah Kabupaten Pasuruan sendiri. TPA tersebut dibangun karena TPA lama di Desa Kenep, Beji, sudah overload dan penuh. “Sudah sangat tidak mungkin diteruskan” — kalimat itu diucapkan langsung oleh Bupati yang meresmikannya saat itu.

Sekarang lompat ke 7 Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengumumkan pembenahan sistem pengelolaan air di TPA Wonokerto. Kepala Dinas Lingkungan Hidup menyebutkan lingkup pekerjaannya meliputi: perbaikan saluran, pembangunan area pra-pengolahan, optimalisasi teknologi, dan satu kata yang paling perlu digarisbawahi:
Rehabilitasi IPAL.

Baca Juga :  BRI Region 13 Malang Perkuat Kepedulian Sosial, Salurkan TJSL Rp22,3 Miliar hingga Juli 2026

Rehabilitasi. Istilah tersebut murni berasal dari keterangan resmi Pemkab Pasuruan. Istilah rehabilitasi secara jelas menunjukkan adanya pekerjaan perbaikan atau pemulihan terhadap fasilitas yang sudah ada.
Maka, pertanyaannya menjadi: apa kondisi atau temuan yang mendasari pekerjaan tersebut?

Pertanyaan itu bukan spekulasi. Dalam keterangan resmi yang sama, Kepala DLH menyatakan bahwa pembenahan instalasi lindi dijadikan prioritas “karena menjadi rekomendasi hasil evaluasi pengelolaan TPA.

Ada rekomendasi. Dan publik belum pernah melihat dokumen keduanya. Hitung Jaraknya
Februari 2021 sampai Agustus 2026 adalah lima tahun enam bulan.
Bacalah kalimat berikut pelan-pelan:
Sebuah fasilitas senilai sekitar Rp17 miliar, yang mulai beroperasi lima setengah tahun lalu, kini harus menjalani pembenahan besar yang mencakup rehabilitasi IPAL.

Jika sebuah rumah baru dibangun lalu atapnya harus direhabilitasi pada tahun kelima, tidak ada orang yang akan bertanya “berapa persen perbaikannya yang sudah jalan.” Orang akan langsung bertanya.

Baca Juga :  1.000 Tambang Ilegal Tidak Mungkin Polisi Tidak Tahu, Prabowo Minta TNI-Polri Usut

memangnya dulu dibangunnya bagaimana?
Kami tidak menyatakan telah terjadi pelanggaran hukum. Kami menyatakan sesuatu yang jauh lebih sulit dibantah:
Ada pertanyaan serius yang belum dijelaskan mengenai rentang waktu ini.

Catatan kami: Sebagian pihak menggunakan asumsi umur layanan TPA sekitar 25 tahun sebagai ilustrasi umum. Bila asumsi itu dipakai, lima setengah tahun baru sekitar 22 persen dari total periode tersebut. Namun, kami menegaskan bahwa umur layanan bukanlah angka baku.

Ia sangat bergantung pada desain sel, volume timbulan, komposisi sampah, tingkat pemadatan, serta seberapa besar sampah berhasil dikurangi di hulu.
Justru karena itu, inti persoalannya bukan pada asumsi umur layanan.
Pertanyaan kami hanya satu: mana dokumen desain awalnya, dan berapa sisa kapasitas riilnya hari ini? (Syr)

OPINI PUBLIK FORMAT PASURUAN
Ismail Makky, SE., SH., MM. (Ketua)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Semarak HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Kota Pasuruan Perkuat Persatuan dan Soliditas Lewat Beragam Lomba

17 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Pasuruan Kota Santri, Tapi Mengapa Dentuman Sound Horeg Tak Kunjung Reda?

17 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan Beras Alokasi Juli, Agustus dan September 2026 di Kelurahan Trajeng Berjalan Aman dan Kondusif

17 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Jadi Perhatian Bina Marga Kabupaten Malang, Jalan Penarukan–Ardirejo Diperlebar dan Diperkuat

17 Agustus 2026 - 03:19 WIB

Sempat Ditutup, Arena Judi Sabung Ayam di Wilayah Hukum Polsek Pakisaji Malang Kembali Menggeliat

16 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Ketika Ulama Pasuruan Sudah Berkata Haram, Sound Horeg Justru Makin Menggelegar di Kabupaten Pasuruan

16 Agustus 2026 - 04:24 WIB

Trending di Berita Utama