Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 12 Sep 2026 02:22 WIB ·

Pedagang Buah Pasuruan Menjerit, Relokasi Pasar Besar Dipersoalkan! Ayi Suhaya, S.H. Desak Wali Kota Hadir


 Pedagang Buah Pasuruan Menjerit, Relokasi Pasar Besar Dipersoalkan! Ayi Suhaya, S.H. Desak Wali Kota Hadir Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN — Puluhan pedagang buah Kota Pasuruan mendatangi rumah dinas Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. M. Toyib, di Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Jumat (11/9/2026) malam. Mereka menyampaikan keluhan terkait merosotnya omzet pendapatan setelah relokasi ke dalam area Pasar Besar.

Audiensi tersebut digelar sebagai tindak lanjut inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada pagi harinya. Pertemuan dihadiri Ketua DPRD H. M. Toyib, Ketua Komisi II Bahruddin beserta jajaran, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Slamet, perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub), serta Ketua GM-FKPPI Kota Pasuruan Ayi Suhaya, S.H.

Pedagang Keluhkan Omzet Anjlok

Perwakilan pedagang, Ratna, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi para pedagang semakin sulit sejak dipindahkan ke dalam pasar. Sepinya pembeli membuat pendapatan turun drastis sehingga mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kami meminta agar diizinkan kembali berjualan di area luar pasar demi menyambung hidup,” tegas Ratna di hadapan pimpinan DPRD.

Keluhan tersebut menjadi sorotan dalam audiensi. Para pedagang berharap pemerintah daerah memberikan solusi yang tidak hanya mengedepankan penataan kawasan, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan usaha dan penghasilan mereka.

Baca Juga :  Karang Taruna Kota Pasuruan Masuk Masa Tanpa Kepastian, Regenerasi Pengurus Dipertanyakan

Disperindag Jelaskan Alasan Relokasi

Perwakilan Disperindag, Slamet, menjelaskan bahwa penataan pedagang kaki lima (PKL) telah melalui sosialisasi sejak era kepemimpinan sebelumnya. Menurutnya, kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga keadilan bagi pedagang yang berjualan di dalam Pasar Besar.

Slamet menyampaikan bahwa Wali Kota belum mengizinkan pedagang berjualan di luar pasar dengan pertimbangan kebersihan kawasan yang dinilai kurang terjaga.

Pernyataan itu mendapat tanggapan keras dari Ayi Suhaya, S.H. Ia mempertanyakan apakah persoalan kebersihan harus menjadi alasan yang menghambat keberlangsungan hidup pedagang.

Di hadapan para legislator, para pedagang menyatakan kesediaan mengelola kebersihan secara mandiri. Mereka juga bersedia melakukan swadaya untuk membangun tenda lapak tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ayi Suhaya Soroti Ketidakhadiran Wali Kota
Ketidakhadiran unsur kepala daerah dalam pertemuan tersebut menjadi perhatian Ayi Suhaya. Ia menilai pejabat dinas yang hadir tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan strategis terkait kebijakan relokasi.

Ayi mendesak pimpinan DPRD agar menghadirkan Wali Kota Pasuruan pada agenda pertemuan lanjutan yang direncanakan minggu depan.

Baca Juga :  Suasana Kebersamaan Menyelimuti Pucang Anom Bersholawat Peringati Maulid Nabi

“Rakyat itu juragannya! Wali Kota dan DPRD itu pelayan rakyat yang digaji oleh rakyat. Jangan terbalik, seolah-olah Wali Kota ini raja sampai tidak mau menemui rakyatnya,” tegas Ayi Suhaya usai audiensi.

Ia menambahkan, “Kalau cuma diwakilkan, keputusan selalu dilempar-lempar. Maka dalam pertemuan lanjutan minggu depan, Wali Kota wajib hukumnya hadir langsung menemui pedagang untuk musyawarah mufakat.”

DPRD Janji Bawa Aspirasi ke Wali Kota

Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. M. Toyib, menegaskan bahwa lembaga legislatif tidak memiliki kewenangan eksekutif untuk mengubah kebijakan relokasi secara sepihak. Namun, DPRD berkomitmen menjadi jembatan aspirasi masyarakat.

“Kami mendengar, mencatat, dan menampung seluruh aspirasi panjenengan. Pemegang kebijakan eksekutif adalah Wali Kota. Keluhan terkait kelumpuhan ekonomi dan persoalan kebersihan ini akan segera kami bawa dan diskusikan langsung dengan Wali Kota untuk mencari jalan keluar terbaik,” tutur H. M. Toyib.

Audiensi malam itu ditutup dengan kesepakatan para pedagang untuk terus mengawal persoalan relokasi hingga Wali Kota Pasuruan duduk bersama mereka dalam musyawarah mufakat.

Pedagang berharap pertemuan lanjutan.!

(Yn)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sidak Pasar Besar, Wagub LIRA Jatim Soroti Relokasi PKL Kumuh, Pedagang Enggan Pindah

11 September 2026 - 06:53 WIB

DUGAAN PENCURIAN BESI DI PLTS KALIPARE BERUJUNG MEDIASI, INFORMASI UANG RP20 JUTA JADI PERTANYAAN

10 September 2026 - 05:54 WIB

Tapal Kuda Youth Summit 2026: Aliansi BEM Pasuruan Raya dan Korda Tapal Kuda Serukan Pengawalan Isu HAM

9 September 2026 - 06:42 WIB

Jelang Musim Penghujan Dinas PU Bina Marga Kab. Malang Lakukan Normalisasi Pengerukan Sendimen di Beberapa Saluran Air

8 September 2026 - 11:38 WIB

Karang Taruna Kota Pasuruan Masuk Masa Tanpa Kepastian, Regenerasi Pengurus Dipertanyakan

8 September 2026 - 09:21 WIB

Kabel Provider Menumpang Tiang PJU Milik Pemerintah, Plt Kadishub Hermanto Tegaskan Batas Waktu 1–2 Minggu

7 September 2026 - 11:35 WIB

Trending di Berita Utama