METROPAGI.ID MALANG – Selasa Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang menuai sorotan. Dapur SPPG Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, menjadi perbincangan setelah wali murid SDN 05 Kedungsalam memprotes menu yang dinilai tidak layak konsumsi 24-2-2026.
Kekecewaan mencuat ketika siswa membawa pulang paket MBG berisi pentol bakar, potato wedges, mix vegetable, dan buah pisang. Namun, pisang yang dibagikan dilaporkan masih dalam kondisi hijau dan mentah.

Salah satu wali murid, Dewi Nawang Sari, menyampaikan protes melalui media sosial. Ia menilai kualitas makanan jauh dari standar gizi yang dijanjikan dalam program MBG.
Tak hanya pisang, olahan kentang disebut masih mentah di bagian tengah dan belum dikupas sempurna. Bahkan, menurut pengakuannya, anaknya sempat mengalami muntah setelah mengonsumsi menu sayuran yang diduga setengah matang pada hari sebelumnya.
“Ini soal hak anak-anak mendapatkan gizi yang layak,” ujarnya.
Dewi juga mengaku mendapat tekanan dari oknum tenaga pendidik agar menghapus video kritik yang telah diunggah di media sosial.
Menurut pengakuannya, ia diminta untuk menurunkan konten tersebut dengan alasan tidak memperkeruh suasana. Namun, hal ini justru menambah polemik di tengah masyarakat.
Kepala SPPG Kedungsalam, Angeline Berlian Christiana Telaumbanua, mengakui adanya distribusi pisang yang belum layak konsumsi. Ia menyebut kesalahan berada pada pihak supplier yang menyatakan pisang siap konsumsi dalam satu hari, namun faktanya belum matang saat dibagikan.
Ia juga menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, menu didesain dalam bentuk “kering” agar lebih tahan hingga waktu berbuka.
Kasus ini memunculkan pertanyaan publik terkait sistem pengawasan distribusi dan standar kelayakan pangan dalam program MBG di wilayah Donomulyo. Sebagai program nasional yang menyerap anggaran negara, kualitas dan keamanan makanan menjadi aspek krusial yang tak bisa diabaikan.
Sejumlah wali murid berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur SPPG Kedungsalam agar kejadian serupa tidak terulang.
( fr )








