Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 24 Feb 2026 14:52 WIB ·

Viral! Siswa SD di Malang Terima Pisang Mentah dari Program MBG


 Viral! Siswa SD di Malang Terima Pisang Mentah dari Program MBG Perbesar

METROPAGI.ID MALANG – Selasa Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang menuai sorotan. Dapur SPPG Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, menjadi perbincangan setelah wali murid SDN 05 Kedungsalam memprotes menu yang dinilai tidak layak konsumsi 24-2-2026.

Kekecewaan mencuat ketika siswa membawa pulang paket MBG berisi pentol bakar, potato wedges, mix vegetable, dan buah pisang. Namun, pisang yang dibagikan dilaporkan masih dalam kondisi hijau dan mentah.

Salah satu wali murid, Dewi Nawang Sari, menyampaikan protes melalui media sosial. Ia menilai kualitas makanan jauh dari standar gizi yang dijanjikan dalam program MBG.

Tak hanya pisang, olahan kentang disebut masih mentah di bagian tengah dan belum dikupas sempurna. Bahkan, menurut pengakuannya, anaknya sempat mengalami muntah setelah mengonsumsi menu sayuran yang diduga setengah matang pada hari sebelumnya.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Sukorejo Gelar Posyandu Lansia Layanan Kesehatan Menjadi Prioritas Utama

“Ini soal hak anak-anak mendapatkan gizi yang layak,” ujarnya.

Dewi juga mengaku mendapat tekanan dari oknum tenaga pendidik agar menghapus video kritik yang telah diunggah di media sosial.

Menurut pengakuannya, ia diminta untuk menurunkan konten tersebut dengan alasan tidak memperkeruh suasana. Namun, hal ini justru menambah polemik di tengah masyarakat.

Kepala SPPG Kedungsalam, Angeline Berlian Christiana Telaumbanua, mengakui adanya distribusi pisang yang belum layak konsumsi. Ia menyebut kesalahan berada pada pihak supplier yang menyatakan pisang siap konsumsi dalam satu hari, namun faktanya belum matang saat dibagikan.

Baca Juga :  Karnaval RW 11 Meriahkan HUT ke-81 RI, RT 01–04 Tampilkan Tema Koboi, Dayak dan Baju Tradisional, Diiringi Sound System Horeg

Ia juga menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, menu didesain dalam bentuk “kering” agar lebih tahan hingga waktu berbuka.

Kasus ini memunculkan pertanyaan publik terkait sistem pengawasan distribusi dan standar kelayakan pangan dalam program MBG di wilayah Donomulyo. Sebagai program nasional yang menyerap anggaran negara, kualitas dan keamanan makanan menjadi aspek krusial yang tak bisa diabaikan.

Sejumlah wali murid berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur SPPG Kedungsalam agar kejadian serupa tidak terulang.
( fr )

Artikel ini telah dibaca 104 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemdes Oro-Oro Ombo Wetan Gelar Tasyakuran, Memperingati HUT RI ke-81 Bersama Masyarakat dan Tokoh Agama

3 September 2026 - 16:08 WIB

Camat Gadingrejo Lantik 28 Ketua RT dan 5 Ketua RW di Kelurahan Gading, Tekankan

2 September 2026 - 17:06 WIB

SENGIT! PUTRA-JAZZ CUMA TERPAUT 0,004 DETIK DARI PUNCAK KELAS R1, GARDAN PATAH DI SS4

2 September 2026 - 07:52 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Pemerintah Desa Cermo Gelar Lomba Cerdas Cermat, Keagamaan, dan Seni Tari Tradisional

1 September 2026 - 19:46 WIB

Karnaval Sound Horeg di Desa Pekoren Rembang Berdarah, Trinusa Kecam dan Pertanyakan Peran Keamanan

1 September 2026 - 12:45 WIB

Karnaval Sound Horeg di Pekoren Rembang Berujung Ricuh, Enam Kardus Minuman Beralkohol Tanpa Merek Ditemukan Dilokas

1 September 2026 - 10:27 WIB

Trending di Berita Utama