Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 4 Jun 2026 12:22 WIB ·

Pembangunan JLS Malang Selatan Dikebut, Ekonomi Nelayan dan Pariwisata Tetap Bergeliat


 Pembangunan JLS Malang Selatan Dikebut, Ekonomi Nelayan dan Pariwisata Tetap Bergeliat Perbesar

METROPAGI.ID, MALANG – Kamis 4 Juni 2026. Progres pembangunan Jalur Lingkar Selatan (JLS) ruas Gondanglegi–Balekambang–Jurang Urang tidak mematikan denyut ekonomi masyarakat Malang Selatan. Sebaliknya, perbaikan infrastruktur yang dilakukan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang justru mendukung kelancaran distribusi hasil laut dan akses menuju kawasan wisata pantai.

Peningkatan kualitas jalan, pembangunan drainase, jembatan, hingga pemasangan penerangan jalan umum (PJU) dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan pariwisata.

Bagi para nelayan dan pedagang ikan, jalan yang lebih baik berarti waktu tempuh distribusi menjadi lebih singkat sehingga kualitas hasil tangkapan tetap terjaga saat tiba di pasar.

Salah satunya dirasakan Paino, warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang setiap hari mengirim ikan ke Pasar Besar Malang dan Pasar Gadang. Menurutnya, meskipun terdapat beberapa titik pekerjaan proyek, aktivitas pengiriman tetap berjalan lancar berkat pengaturan lalu lintas yang baik.

“Alhamdulillah jalan menuju kawasan wisata Malang Selatan sekarang jauh lebih nyaman dilewati. Dulu banyak lubang, sekarang sudah mulus dan ada penerangannya. Saya setiap hari mengirim ikan menggunakan mobil pikap. Kalau jalannya bagus, ikan tidak rusak selama perjalanan dan sampai pasar masih segar. Dampak ekonomi kami sebagai nelayan tidak terganggu, pariwisata juga tetap berjalan dan pembeli masih ramai,” ujar Paino, Selasa (3/6/2026).

Baca Juga :  Terindikasi Palsukan Alamat Rumah Demi Muluskan Gugatan Cerai, Suami Laporkan Mantan Istri ke Polisi

PU Bina Marga Pastikan Akses Ekonomi dan Wisata Tetap Terjaga
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnadi Kusuma, menegaskan bahwa pembangunan JLS merupakan bagian dari proyek strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah selatan Kabupaten Malang. Karena itu, pengerjaan dilakukan secara bertahap agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

“Pembangunan infrastruktur di JLS bukan hanya peningkatan dan pelebaran jalan, tetapi juga mencakup pembangunan drainase, jembatan, serta penerangan jalan. Fokus utama kami adalah mendukung aksesibilitas menuju destinasi wisata unggulan di kawasan pantai selatan Kabupaten Malang,” kata Khairul.

Ia menjelaskan, Malang Selatan memiliki potensi besar pada sektor pariwisata dan hasil bumi. Destinasi seperti Pantai Balekambang, Sendang Biru, hingga Pantai Ngliyep menjadi magnet wisatawan. Sementara wilayah Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Donomulyo dikenal sebagai sentra perikanan dan pertanian.

“Dengan infrastruktur yang lebih baik, kami berharap kunjungan wisata meningkat, distribusi hasil bumi semakin lancar, dan perekonomian masyarakat sekitar terus bergerak,” tegasnya.

Baca Juga :  SMKN 1 Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Adha 1447/2026

Ditargetkan Rampung Desember 2026
Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang menargetkan seluruh rangkaian pembangunan JLS dapat diselesaikan pada Desember 2026. Selama proses pengerjaan berlangsung, pemerintah juga menyiapkan jalur alternatif dan pemasangan rambu-rambu petunjuk guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama saat libur panjang Iduladha.

“Bagi pengguna jalan yang melintasi area proyek, kami mengimbau untuk selalu mematuhi petunjuk lalu lintas yang telah dipasang demi menjaga keselamatan bersama hingga pekerjaan selesai,” pungkas Khairul.

Kelancaran akses jalan tidak hanya dirasakan oleh nelayan. Sopir angkutan barang, pedagang di kawasan wisata pantai, pengelola homestay, hingga pelaku UMKM kerajinan turut merasakan manfaatnya. Meningkatnya kemudahan akses diyakini akan mendorong bertambahnya kunjungan wisatawan dan memperbesar perputaran ekonomi di desa-desa pesisir.

Pemerintah Kabupaten Malang berharap sinergi antara pembangunan infrastruktur dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi bukti bahwa percepatan pembangunan tidak menghambat kehidupan warga, melainkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Malang Selatan.
(fr)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penimbunan BBM Bersubsidi di Tumpang Disorot, Warga Pertanyakan Tindak Lanjut Aparat

4 Juni 2026 - 15:22 WIB

Opini Publik: Rencana Pajak Air Tanah Pasuruan 2026 – Siapa yang Membisiki Bupati?

4 Juni 2026 - 12:42 WIB

Gerah Dengan Pemberitaan, Para Mafia BBM Bersubsidi di Nongkojajar dan Tutur Diduga Intimidasi Warga

3 Juni 2026 - 06:32 WIB

Isu Pocong Teror dan Menghantui Warga Desa Masangan, Kecamatan Bangil

3 Juni 2026 - 05:48 WIB

Bukan Hanya Sekali, Becak Wisata di Kota Pasuruan Memakan Korban Peziarah, AGTIB: Dishub Jangan Diam

3 Juni 2026 - 04:10 WIB

Menembak Kaki Sendiri, Ketika Target PAD Pasuruan Membunuh Iklim Investasi

2 Juni 2026 - 12:15 WIB

Trending di Berita Utama