Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 5 Jul 2026 14:41 WIB ·

Presiden Prabowo Berencana Bubarkan Bea Cukai Jika Tidak Ada Perbaikan


 Presiden Prabowo Berencana Bubarkan Bea Cukai Jika Tidak Ada Perbaikan Perbesar

METROPAGI.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas terkait masa depan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Jika tidak terdapat perbaikan kinerja dalam waktu satu tahun, Presiden berencana membubarkan lembaga tersebut dan menggantinya dengan perusahaan inspeksi internasional, SGS (Société Générale de Surveillance). Pernyataan ini disampaikan Purbaya melalui kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Jumat (3/7/2026).

Ancaman Pembubaran dan Outsourcing
Purbaya menjelaskan bahwa instruksi tersebut merupakan bentuk tekanan agar DJBC segera berbenah. Ia mengaku telah berupaya melakukan perbaikan selama delapan bulan terakhir di bawah bayang-bayang ancaman tersebut.

“Saya baru rapat 8 bulan, tapi sudah membaik sedikit karena ancaman Presiden jelas. Kalau dalam waktu setahun enggak ada perbaikan, Bea Cukai akan dibubarkan dan diganti sama SGS,” ungkap Purbaya.

Baca Juga :  Kontroversi TPA Wonokerto 428.850 Ton Setahun, Kapasitas 80–120 Ton Sehari, dan Lima dari Dua Puluh Empat Kecamatan

Jika skenario pembubaran tersebut dijalankan, Purbaya menyebutkan konsekuensi besar bagi pegawai DJBC:
Pemberhentian Pegawai: Sebanyak 16.000 pegawai Bea Cukai berpotensi diberhentikan.

Alih Daya (Outsourcing): Fungsi pengawasan akan diserahkan kepada perusahaan surveyor internasional, sehingga pemerintah hanya akan menerima pendapatan tanpa harus mengelola operasional internal yang besar.

Upaya Perbaikan yang Dilakukan
Purbaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo awalnya telah memutuskan untuk segera membubarkan Bea Cukai. Namun, Purbaya meminta tambahan waktu selama satu tahun untuk mencoba memperbaiki kondisi internal lembaga tersebut sebelum keputusan final dijalankan.

Sebagai langkah nyata perbaikan, pada Februari 2026, Purbaya telah melakukan perombakan besar-besaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan DJBC:
Mutasi Pejabat: Lebih dari 80 pejabat dimutasi secara serentak.

Baca Juga :  Toko Sembako Triningsih Terus Tumbuh, Pendampingan BRI Jadi Penyemangat Pelaku UMKM Tulungagung

Posisi Strategis: Penggantian 22 pejabat eselon II, termasuk Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) dan Kepala Kantor Pelabuhan di lima titik utama, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Batam, Sumatera Utara

Tantangan reformasi di Kementerian Keuangan juga diperberat dengan adanya kasus hukum yang melibatkan oknum internal. Tercatat pada awal tahun 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap dan menetapkan tujuh orang sebagai tersangka, yang terdiri dari empat pegawai Bea Cukai dan tiga pegawai pajak. Sumber : Reform Syndicate

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Camat Gadingrejo Lantik 28 Ketua RT dan 5 Ketua RW di Kelurahan Gading, Tekankan

2 September 2026 - 17:06 WIB

SENGIT! PUTRA-JAZZ CUMA TERPAUT 0,004 DETIK DARI PUNCAK KELAS R1, GARDAN PATAH DI SS4

2 September 2026 - 07:52 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Pemerintah Desa Cermo Gelar Lomba Cerdas Cermat, Keagamaan, dan Seni Tari Tradisional

1 September 2026 - 19:46 WIB

Karnaval Sound Horeg di Desa Pekoren Rembang Berdarah, Trinusa Kecam dan Pertanyakan Peran Keamanan

1 September 2026 - 12:45 WIB

Karnaval Sound Horeg di Pekoren Rembang Berujung Ricuh, Enam Kardus Minuman Beralkohol Tanpa Merek Ditemukan Dilokas

1 September 2026 - 10:27 WIB

KASIHAN NASIB ASN PASURUAN, JANGAN SAMPAI PRESTASI KALAH OLEH KEDEKATAN

1 September 2026 - 03:52 WIB

Trending di Berita Utama