METROPAGI.ID, PASURUAN — Acara karnaval yang digelar Pemerintah Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, dalam rangka perayaan HUT ke-81 RI pada Sabtu (29/08/2026) malam diwarnai aksi kericuhan antara penonton dan peserta, hingga menyebabkan korban mengalami luka-luka.
Kericuhan tersebut ditanggapi dan dikecam keras oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TRINUSA. Erik, selaku Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Pasuruan Raya, menyayangkan aksi pengeroyokan tersebut serta mempertanyakan keberadaan dan peran aparat keamanan saat dilokasi kejadian.

“Saya sangat mengecam keras aksi tawuran dalam perayaan karnaval di Desa Pekoren, Kecamatan Rembang. Seharusnya acara karnaval dilaksanakan dengan tertib, tapi fakta di lapangan berbeda. Yang sangat saya sayangkan, ke mana panitia penyelenggara karnaval di Desa Pekoren maupun petugas keamanannya kok sampai terjadi tawuran seperti itu,” ujar Erik. Selasa (01/08/2026)
Erik menambahkan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan acara karnaval dengan iringan sound horeg, tetapi insiden tawuran ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi aparat kepolisian. Ia meminta agar perizinan keramaian karnaval di Desa Pekoren untuk tahun depan ditinjau ulang sebelum diterbitkan.
Tambahan
“Saya berharap adanya peristiwa pengeroyokan yang terjadi di acara carrnaval tersebut segera di selesaikan dengan baik dan peran pemerintah desa rembang dan juga jajaran panitia nya harus ikut menyelesaikan peristiwa itu.
Terkait insiden tersebut kepala Desa Pekoren Lani membenarkan adanya keributan yang terjadi di lokasi.
“Benar, itu penonton sama penonton, tapi sudah diamankan oleh pihak keamanan dan sudah tidak ada masalah,” terangnya. (Red)








