Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 1 Sep 2026 03:52 WIB ·

KASIHAN NASIB ASN PASURUAN, JANGAN SAMPAI PRESTASI KALAH OLEH KEDEKATAN


 KASIHAN NASIB ASN PASURUAN, JANGAN SAMPAI PRESTASI KALAH OLEH KEDEKATAN Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Kalau Orang Terbaik Terus Dipinggirkan, Siapa yang Dirugikan? Pada akhirnya, ini bukan hanya soal siapa yang menjadi camat, sekcam, mendapat promosi, dipindah, atau harus merangkap jabatan. Ini soal masa depan ASN Kabupaten Pasuruan.

Kasihan ASN yang setiap hari bekerja keras, pulang malam demi menyelesaikan pekerjaan, terus belajar, meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, namun tidak punya “orang dekat”—meski punya kemampuan.

Mereka hanya ingin percaya bahwa kerja keras masih memiliki nilai, prestasi masih dihargai, dan kemampuan adalah jalan menuju karier. Mereka ingin percaya bahwa saat ada jabatan kosong, yang dicari adalah orang terbaik, bukan sekadar yang paling dekat.

Sekarang Tinggal Satu Hal
Pemkab Pasuruan sendiri menyatakan bahwa sistem merit harus memastikan penempatan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Bupati Pasuruan juga menegaskan bahwa penempatan pejabat harus sesuai kemampuan dan keahlian, serta mempertimbangkan keterhubungan dengan BKN.
Biarkan praktiknya membuktikan pernyataan tersebut.

Kalau memang ASN terbaik sudah ditempatkan di tempat terbaik, masyarakat akan mendukung. Kalau memang promosi dilakukan berdasarkan kompetensi, tunjukkan.

Baca Juga :  YALPK Pasuruan Raya Gelar Pengukuhan dan Peringati Maulid Nabi dan HUT ke-81 RI

Kalau memang mutasi berdasarkan kebutuhan organisasi, jelaskan.
Kalau memang seseorang dipilih karena paling layak, tidak perlu takut memaparkan alasannya.

Transparansi bukanlah ancaman, melainkan cara membangun kepercayaan. Jangan sampai ASN Pasuruan akhirnya berpikir, “Buat apa saya berprestasi kalau prestasi bukan penentu karier?”

Jangan sampai orang-orang terbaik memilih diam. Jangan sampai ASN yang kompeten merasa tidak punya masa depan, atau birokrasi kehilangan figur unggulnya hanya karena sistem dirasa tidak lagi berpihak pada kemampuan. Sebab, ketika ASN terbaik kehilangan harapan, masyarakatlah yang akan merasakan akibatnya.

Pasuruan tidak kekurangan orang pintar, ASN berpengalaman, maupun pegawai berprestasi. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menempatkan mereka secara adil dan tepat
Bukan berdasarkan kedekatan. Bukan berdasarkan selera.

Bukan berdasarkan kepentingan.
Melainkan murni berlandaskan kompetensi, kinerja, prestasi, rekam jejak, dan integritas.
Itulah makna sebenarnya dari manajemen talenta—bukan sekadar memiliki aplikasi, aturan, atau sistem di atas kertas, tetapi memastikan orang terbaik tidak terpinggirkan.

Baca Juga :  Polemik Dugaan Parkir Liar PT Djati Perkasa Baofang, Satpol PP Lempar Tanggung Jawab ke Provinsi, Warga Tuntut Koordinasi Lintas Instansi

Pada akhirnya, satu pertanyaan mendasar tidak bisa dihindari: Apa yang akan terjadi pada birokrasi Pasuruan jika orang-orang terbaik mulai kehilangan harapan? Mereka tidak meminta semua orang diberi jabatan; mereka hanya menuntut satu hal: kesempatan yang adil.

Kepada para ASN Kabupaten Pasuruan yang selama ini bekerja dengan baik, jangan kehilangan harapan. Masyarakat dan Pasuruan membutuhkan Anda. Namun, pemerintah juga wajib memastikan kerja keras Anda tidak sia-sia hanya karena tidak memiliki “orang dekat”.

Birokrasi yang sehat bukanlah birokrasi yang membuat ASN takut, melainkan birokrasi yang membuat mereka percaya bahwa kemampuan, kerja keras, dan integritas masih memiliki masa depan. Dan jika keyakinan itu hilang, bukan hanya ASN yang merugi—masyarakatlah yang akhirnya harus membayar harganya. (Syr)

OPINI PUBLIK FORMAT PASURUAN — Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan
Ismail Makky, SE., SH., MM. — Ketua

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jelang Musim Penghujan Dinas PU Bina Marga Kab. Malang Lakukan Normalisasi Pengerukan Sendimen di Beberapa Saluran Air

8 September 2026 - 11:38 WIB

Karang Taruna Kota Pasuruan Masuk Masa Tanpa Kepastian, Regenerasi Pengurus Dipertanyakan

8 September 2026 - 09:21 WIB

Kabel Provider Menumpang Tiang PJU Milik Pemerintah, Plt Kadishub Hermanto Tegaskan Batas Waktu 1–2 Minggu

7 September 2026 - 11:35 WIB

Kabid Perkim Pasuruan Dinilai Menghambat Digitalisasi, Kinerja dan Keterbukaan Publik Dipertanyakan

7 September 2026 - 08:29 WIB

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Desak Kemdagri, Sound Horeg Dilarang Secara Nasional

6 September 2026 - 12:22 WIB

Carnival Desa Oro-oro Ombo Wetan 2026 Membawa Berkah Bagi Pelaku UMKM di Sekitar Lokasi

6 September 2026 - 09:28 WIB

Trending di Berita Utama