Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 9 Jan 2025 03:47 WIB ·

Nama Lembaganya Dicatut Dalam Pemberitaan Kurang Sedap, Ketua LBH Mukti Padjajaran Laporkan Oknum Wartawan Pasuruan


 Nama Lembaganya Dicatut Dalam Pemberitaan Kurang Sedap, Ketua LBH Mukti Padjajaran Laporkan Oknum Wartawan Pasuruan Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN- Pentingnya nilai etika dalam suatu penulisan pemberitaan yang akan dibaca dan dikonsumsi masyarakat luas, tentunya seorang jurnalis harus mengedepankan kode etik kejurnalisanya dan hal ini sudah tertuang dalam undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Dimana ada sebelas isi dari aturan kode etik jurnalistik tiga diantaranya.

1. Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
2. Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
3. Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Andreas Wiusan, S.E, S.H, M.H, ketua LBH Mukti Padjajaran, menilai tulisan seorang oknum wartawan asal Pasuruan yang bernama “APN” inisial yang diterbitkan beberapa kali di salah satu media atau ditempatnya bekerja, sama sekali tidak mencerminkan kode etik kejurnalisanya dan hal ini saya Dumas ke Polres Pasuruan Kota.

“Saya menilai dan keberatan dalam gaya penulisannya, ia cenderung menuduh, dan tanpa ada konfirmasi ke kami, mengapa lembaga LBH Padjajaran di sangkut pautkan dengan pribadi istri saya sendiri, dimana tulisan oknum tersebut mengatakan jika mbok Dewor istri dari seorang Advokad LBH Padjajaran, ini kan tidak etis membawa-bawa nama lembaga,”terangnya ke metropagi.id. Kamis (09/01/2025).

Baca Juga :  5 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Tambang Ilegal di Purwosari

Penting saya ruluskan permasalah yang sebenarnya terkait pemberitaan beberapa kali di tulis “APN” yang di unggah di media tempatnya bekerja, awalnya sebut saja Inem pernah ada hubungan asmara dengan adik istri saya bernama “HDI” dan itu sudah dilarang sama istri saya namun mereka tetap ada hubungan meski sembunyi-sembunyi.

Dalam menjalin hubungan, si Inem (nama samaran)pada tanggal 26 Oktober 2023 pinjam uang ke “HDI” sebesar 5.000.000 untuk biaya menantu atau mengkawinkan anaknya dan dikasih lah uang tersebut sama “HDI” serta Inem juga meminta sumbang ke “HDI” mendatangkan elektun untuk hiburan. Dan semua kebutuhan Inem jualan di pasar di modalin atau akat hutang piutang sama “HDI” untuk modal jualan sosis frosen di pasar sebesar 3.800.000.

“Seiring berjalanya waktu, ketika si Inem disuruh mengembalikan uang tersebut, ia tidak mau mengembalikan dan cuma di janjikan aja, ada dugaan Inem cuma memanfaatkan “HDI” hal ini dibuktikan ternyata Inem nikah sama orang lain,”terangnya ke metropagi.id.

Lebih lanjut Andreas menegaskan, dari sinilah “HDI” menceritakan ke kakaknya kejadian yang sebenarnya, jika Inem selama ini banyak meminjam uang darinya dan selanjutnya istri saya berinisiatif membantu menagih ke Inem dengan dibekali surat kuasa dari HDI.

Baca Juga :  Apakah Hukum Kalah? Premanisme Menang, Kontroversi Pembebasan Pelaku OTT Pungli di Wisata Tumpak Sewu Mencuat

“Istri saya menagih ke Inem dengan baik-baik namun suami Inem memandang sebelah mata dan nantang ke Polres, kalau ditagih selalu begitu terus jawabannya, namanya manusia kesabaran ada batasnya, akhirnya istri saya marah-marah memakai bahasa madura denga mengatakan adik ku jangn di PHP sebab kamu nanti musuhan sama aku, namun Inem malah mengatakan tidak lihat itunya yang penting “HDI” bisa dimanfaatkan,”tukas ketua LBH Mukti Padjajaran.

Terpisah “APN” saat dimintai klarifikasinya, terkait dirinya dilaporkan LBH Mukti Padjajaran ia mengatakan, tidak ada masalah saya juga punya dokumen vidio, dan kemarin juga saya di panggil redaksi terkait ada apa saya tidak ngerti namun saya tidak datang.

“Tidak ada masalah saya di laporkan, saya sudah mengantongi dokumen vidio dan terkait ada tulisan mencatut nama LBH Mukti Padjajaran sudah saya hapus atau revisi dan berita yang terbaru tidak ada tulisan nama LBH Mukti Padjajaran,”terangnya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 408 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bos Kavling Asal Prigen Mangkir dari Panggilan Polisi, Terkait Kasus Dugaan Penipuan Uang Ratusan Juta

28 April 2026 - 05:01 WIB

Muslimin Penuhi Panggilan Klarifikasi Polisi, Ia Menampik Tudingan Adanya Tindakan Penipuan dan Penggelapan

27 April 2026 - 11:29 WIB

Diduga Langgar Aturan Ketenagakerjaan, Karyawan PT. COBRA Yang Dipekerjakan PT. MGC Technology Indonesia Gaji Dibawa UMR

27 April 2026 - 06:00 WIB

Saat Semua Berhemat, Mengapa Pasuruan Justru Membangun Stadion Rp 25 Miliar?

26 April 2026 - 10:42 WIB

Gudang Pil Double L di Sukorejo Digerebek Polres Pasuruan, 104.961 butir pil double L dan 14 poket Sabu Berhasil Diamankan

26 April 2026 - 09:12 WIB

SMADA Islamic Festival 2026, Lahirkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

26 April 2026 - 06:14 WIB

Trending di Berita Utama