Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 14 Jan 2024 05:17 WIB ·

Polisi Keluarkan SP2HP Panggil Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Atas Dugaan Malpraktek Kematian Bayi di Rejoso


 Polisi Keluarkan SP2HP Panggil Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Atas Dugaan Malpraktek Kematian Bayi di Rejoso Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN- Kasus dugaan Malpraktek yang dialami bayi perempuan (Nazira Safa) asal Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, hingga merenggut nyawanya pada tahun yang lalu, kini kasusnya masih didalami pihak Kepolsian Polres Pasuruan Kota, setelah ibu kandungnya (Nursiati) di dampingi Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi gerakan Transparansi Indonesia bersatu (LSM AGTIB) melaporkan adanya dugaan malpraktek atas kematianya.

Setelah pihak kepolisian Polres Pasuruan Kota, memanggil beberapa kader Posyandu Desa Sambirejo dan tenaga medis Puskesmas Rejoso serta ( Sdri. DA) inisial selaku Bidan Desa untuk datang dimintai keterangan, kini giliran Dr.A.( AJ ) inisial, selaku kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan dipanggil untuk diperiksa dan memberikan klarifikasi.

Hal ini tertuang dalam (SP2HP) Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan, dengan nomor B/13/SP2HP-3/I/RES.1.24/2024/Satreskrim yang di tujukan kepada LSM AGTIB selaku pendamping ibu dari bayi almarhum (Nazira Safa).

Baca Juga :  Kuasa Hukum BRN Minta Polres Pasuruan Bertindak Tegas, Tangkap Para Pelaku Pengeroyokan di Sukorejo

Samsul Arifin selaku Ketua LSM AGTIB serta pendamping dari Nursiati (ibu kandung Nazira Safa) mengapreasi kinerja Satreskrim Polres Pasuruan Kota dengan mengelurakan SP2HP atas kasus kematian dugaan malpraktek yang di alami anak kandung ibu Nursiati.

“Saya apreasiasi kinerja pihak Kepolisian yang sudah berusaha mendalami kasus kematian dugaan malpraktek pada anak kandung klien kami, setelah beberapa lalu memanggil beberapa kader Desa serta tenaga medis dan Bidan Desa dari Puskesmas Rejoso kini mereka memanggil Dr.A. (AJ) selaku kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit untuk memberikan klarifikasi dan dimintai keterangannya untuk meminta pendapat guna menentukan ada/tidaknya peristiwa tindak pidana yang kami adukan,”terangnya ke awak media. Minggu (14/01/2024).

Kami berharap dengan di panggilnya Dr. A (AJ) kasus kematian almarhum Nazira Safa bisa terungkap penyebabnya, apakah murni meninggal dengan wajar atau memang adanya keteledoran pihak Bidan Desa dalam memberikan imunisasi,”tukasnya.

Baca Juga :  Wabup Pasuruan Shobih Asrori Minta RS Asih Abyakta Dievaluasi, Usai Pasien Telat Penanganan Hingga Menyebabkan Kematian 

Diketahui sebelumnya, ibu korban melaporkan kematian bayinya pada beberapa bulan yang lalu ke Polres Pasuruan Kota, setelah ia menduga kuat buah hatinya meninggal dunia dengan tidak wajar, ia beralasan saat proses melahirkan, bayi tersebut dinyatakan sehat tidak ada kelainan dengan berat 2 kg, 8 ons dan diberi nama Nazira Safa dan yang terakhir sebelum meninggal dunia beratnya bertambah jadi 5 kg, 4 ons, menginjak umur empat bulan, bayi tersebut mendapatkan suntikan imunisasi DPT 1 serta mendapatkan tetes di mulutnya, setelah pulang bayinya tersebut langsung mengalami panas tinggi dan wajahnya berubah menjadi hitam, kemudian di malam hari, bayinya sudah tidak bernyawa. (Red)

Artikel ini telah dibaca 113 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lampu Traffic Light di Simpang Empat Kel. Trajeng Hampir 10 tahun Tidak Berfungsi, Kemana Anggaran pemeliharaan

19 Januari 2026 - 05:43 WIB

Pengamat Hukum : APH Harus Turun Bongkar Kasus Dugaan Pungli Menyeret Oknum Kabid RSUD

19 Januari 2026 - 03:58 WIB

LARUNG TUMPENG PENUH MAKNA, LABUHAN SARANGAN 2026 TEGUHKAN MAGETAN SEBAGAI PUSAT WISATA BUDAYA NASIONAL

17 Januari 2026 - 06:27 WIB

Paguyuban Daging Pasuruan Gelar Sosialisasi, Tetapkan Harga Utamakan Sertifikat Halal

15 Januari 2026 - 13:36 WIB

Diiming-imingi Keuntungan Besar, Uang Modal 41Juta Raib, Korban Laporkan Terduga Pelaku ke Polisi

15 Januari 2026 - 11:02 WIB

MERAYAKAN ISRA’ MIRAJ 1447 H, SMKN 1 DONOROJO MERAJUT KEBERSAMAAN UNTUK KEMAJUAN IMAN DAN TAQWA

15 Januari 2026 - 04:15 WIB

Trending di Berita Utama