Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 19 Apr 2024 11:21 WIB ·

PJ Bupati Pasuruan Respon Keluhan Warga Akan Aroma Bau Bangkai, Pengelola PIER dan CV. Sumber Asia Dipanggil DLH


 PJ Bupati Pasuruan Respon Keluhan Warga Akan Aroma Bau Bangkai, Pengelola PIER dan CV. Sumber Asia Dipanggil DLH Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN- PJ Bupati Pasuruan “Andriyanto” merespon baik akan keluhan masyarakat sekitaran Pasuruan Industri Easte Rembang (PIER) terkait adanya teror Bau busuk seperti bau bangkai yang diduga berasal dari salah satu perusahaan di wilayah kawasan PIER, melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, hari ini dikabarkan telah memanggil pengelola PIER serta CV. Sumber Asia. Jumat (19/04/2024)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup ‘Taufiqul Ghoni” mengatakan, kami sudah memanggil dan memintai keterangan pengelola kawasan berikat PIER dan CV. Sumber Asia, dimana kami menduga perusahaan tersebut keluarkan bau yang tidak sedap sampai ke pemukiman warga serta mencemari udara dan dalam keterangannya mereka mengakui jika ada kesalahan teknis yang dilakukan oleh salah satu pekerjanya dan mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

“CV. Sumber Asia yang bikin bau di kawasan PT. PIER telah kami panggil dan dibuatkan berita acara saran masukan dan sangsi jika tidal segera di penuhi dan CV. Sumber Asia siap melaksanakanya,” ujar Taufiqul Ghoni ke awak media.

Baca Juga :  Kuasa Hukum BRN Minta Polres Pasuruan Bertindak Tegas, Tangkap Para Pelaku Pengeroyokan di Sukorejo

Sebelumnya ia juga memaparkan memang ada salah satu perusahaan di kawasan PT. PIER yang disinyalir mengeluarkan bau yang tidak sedap yaitu CV. Sumber Asia dimana perusahaan tersebut memperoduksi makanan ternak dan bahanya berasal dari ikan, tulang, bulu ayam dan itu semua di jamannya Kepala Dinas yang lama Pak Muhaimin, perusahaan tersebut telah di beri sanksi dan di awal tahun 2024 di jamannya Kepala Dinas Pak Heru ada ramai-ramai sampai di demo sama warga dari warga sanksi tersebut di cabut dan diperbaharui penekanya dan itu atas saran dari Gakum Kementrian.

“Dari Gakum Kementrian sudah mengeluarkan hasil dari uji Laboratorium dan memenuhi maka perusahaan tersebut diberikan sanksi, sebelumnya di perusahaan tersebut ada cerobong yang tinggi dari Gakum dan Kementrian serta DLH Kabupaten menyarankan untuk dipotong, karena itu sumber aliran udaranya agar dikelola dengan baik dan sudah hilang, ternyata lama-lama muncul kembali baunya, berarti di dalam perusahaan tersebut masih belum menerapkan sistimnya dengan baik, semesti dari bahan baku dikeringkan dulu,”terangnya ke media metropagi.id.

Baca Juga :  Paguyuban Daging Pasuruan Gelar Sosialisasi, Tetapkan Harga Utamakan Sertifikat Halal

Adanya respon cepat ini, salah satu warga Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan “Suryadi” mengapreasi kinerja PJ Bupati Pasuruan melalui DLH dengan memanggil serta melakukan pembinaan serta penekanan terhadap CV. Sumber Asia untuk tidak melakukan hal yang serupa di kemudian hari.

“Kami sebagai masyarakat yang berdampingan langsung dengan PT. PIER berterima kasih atas respon terhadap aduan kami lewat pemberitaan di media online dan semoga saja bau bangkai yang sering kami rasakan tidak ada lagi bahkan hilang untuk selama-lamanya,” ungkapnya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 411 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lampu Traffic Light di Simpang Empat Kel. Trajeng Hampir 10 tahun Tidak Berfungsi, Kemana Anggaran pemeliharaan

19 Januari 2026 - 05:43 WIB

Pengamat Hukum : APH Harus Turun Bongkar Kasus Dugaan Pungli Menyeret Oknum Kabid RSUD

19 Januari 2026 - 03:58 WIB

LARUNG TUMPENG PENUH MAKNA, LABUHAN SARANGAN 2026 TEGUHKAN MAGETAN SEBAGAI PUSAT WISATA BUDAYA NASIONAL

17 Januari 2026 - 06:27 WIB

Paguyuban Daging Pasuruan Gelar Sosialisasi, Tetapkan Harga Utamakan Sertifikat Halal

15 Januari 2026 - 13:36 WIB

Diiming-imingi Keuntungan Besar, Uang Modal 41Juta Raib, Korban Laporkan Terduga Pelaku ke Polisi

15 Januari 2026 - 11:02 WIB

MERAYAKAN ISRA’ MIRAJ 1447 H, SMKN 1 DONOROJO MERAJUT KEBERSAMAAN UNTUK KEMAJUAN IMAN DAN TAQWA

15 Januari 2026 - 04:15 WIB

Trending di Berita Utama