Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 30 Des 2024 14:05 WIB ·

Garong Uang Negara Rp 1,9 M, Ketua PKBM Salafiyah Kejayan Dijebloskan ke Penjara Oleh Kejari


 Garong Uang Negara Rp 1,9 M, Ketua PKBM Salafiyah Kejayan Dijebloskan ke Penjara Oleh Kejari Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN- Usai diperiksa Ketua PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Salafiyah, yang berkantor Perum Pondok Mentari blok K 24, Kecamatan Kejayaan ditetapkan Kajari sebagai tersangka atas kasus korupsi Rp 1,9 M. Kemudian ia langsung digelandang petugas masuk ke mobil tahanan dibawah ke Rutan Bangil.

“Hari ini penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan menetapkan status tersangka BPS (Bayu Putra Subandi) selaku Ketua PKBM Kejayan,” kata Kajari Kabupaten Pasuruan, Teguh Hananto, pada awak media, Senin (30/12/2024).

Sebelumnya, penyidik telah meriksa 85 orang saksi dan 2 orang ahli dalam kasus ini. Modusnya, ungkap Kajari, tersangka membuat SPJ fiktif yang mengakibatkan kerugian negara Rp 1,9 M. “Penghitungan kerugian negara didapat dari inspektorat,” tambahnya.

Kajari pastikan, pihaknya terus melakukan penyelidikan. tidak menutup kemungkinan masih ada pihak-pihak lain terlibat. Atau lembaga-lembaga PKBM lainnya,” sebutnya.

Baca Juga :  Refleksi Budaya Penataan Jabatan di Kabupaten Pasuruan, Antara Paradoks dan Kepercayaan yang Dipertaruhkan

Setiap lembaga PKBM, sebut Kajari dikelola oleh orang berbeda. Setiap lembaga ada Ketua, Bendahara dan sekertaris. “Setiap pengurus lembaga PKBM itu mempunyai kewenangan masing-masing,”bebernya.

Pihaknya meminta pihak-pihak atau lembaga PKBM lainnya untuk koperatif. Kajari menilai, penegakan hukum akan meningkatkan taraf mutu bidang pendidikan. Dengan begitu, perubahan regulasi bisa diperbaiki khusus di dunia pendidikan.

Dimas Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan mengungkapkan, ada kegiatan fiktif pada pembelian buku pengajar dengan menggunakan pihak ketiga. “Seolah-olah ada pembelian buku ajar yang bekerja sama dengan pihak ketiga padahal itu fiktif,” ujar Dimas.

Dalam kasus ini, tersangka diduga telah melakukan aktivitas penyimpangan pengelolaan dana. Tersangka juga sengaja menambahkan siswa ‘siluman’ atau fiktif.

Baca Juga :  Geger..!! Warga Mengendus Ada Penimbunan LPG Bersubsidi 3 Kg di Tengah Perkampungan di Desa Masangan

“PKBM Salafiyah menerima bantuan dari pusat sejak tahun 2021 sampai Juni 2024 total bantuan yang diterima lembaga ini Rp 2,6 M,” terangnya.

Setelah dilakukan penetapan tersangka, penyidik berpendapat bahwa sesuai dengan Pasal 21 KUHAP langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan.

Tersangka disangka Pasal 2 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 tentan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2021.

Subsider Pasal 3 jo. pasal 18 Undang-Undang 31/1999 sebagai diubah dengan UU 20/2021 mengatur tentang tindak pidana korupsi yang dilakukan dengan penyalahgunaan jabatan untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau korporasi. (Red)

Artikel ini telah dibaca 262 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bos Kavling Asal Prigen Mangkir dari Panggilan Polisi, Terkait Kasus Dugaan Penipuan Uang Ratusan Juta

28 April 2026 - 05:01 WIB

Muslimin Penuhi Panggilan Klarifikasi Polisi, Ia Menampik Tudingan Adanya Tindakan Penipuan dan Penggelapan

27 April 2026 - 11:29 WIB

Diduga Langgar Aturan Ketenagakerjaan, Karyawan PT. COBRA Yang Dipekerjakan PT. MGC Technology Indonesia Gaji Dibawa UMR

27 April 2026 - 06:00 WIB

Saat Semua Berhemat, Mengapa Pasuruan Justru Membangun Stadion Rp 25 Miliar?

26 April 2026 - 10:42 WIB

Gudang Pil Double L di Sukorejo Digerebek Polres Pasuruan, 104.961 butir pil double L dan 14 poket Sabu Berhasil Diamankan

26 April 2026 - 09:12 WIB

SMADA Islamic Festival 2026, Lahirkan Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia

26 April 2026 - 06:14 WIB

Trending di Berita Utama